Friday, December 2, 2022

Durian Spektakuler! Tanpa Duri, Tanpa Sekat

Rekomendasi

Disusul kiriman paket pada Rabu malam, doktor dari Institut Pertanian Bogor itu semakin tak sabar untuk segera berangkat ke Lombok. Isi paket, 2 kaleng besar tertutup rapat. Bau menyengat langsung menguar begitu 1 paket tutup dibuka. Reza buru-buru menarik ke luar tangkai berwarna kecokelatan yang berujung pada buah berduri pendek-pendek berwarna kuning. Dalam selembar surat yang menyertai, disebutkan itu durian tanpa sekat.

Rasa penasaran membuat Reza cepat-cepat membelah buah. Brak?! Di balik kulit terlihat pongge-pongge durian yang susunannya berantakan. Tak nampak sekat yang lazim memisahkan durian menjadi 5 juring. Pongge yang mestinya melekat ke hati (bagian di tengah sebagai perpanjangan tangkai, red) justru menempel ke kulit. Susunan berantakan itu mengingatkan Trubus pada gitaan, buah asal Borneo yang disebut-sebut terenak di dunia (baca: Trubus edisi Oktober 2004).

Buah purba

‘Rasanya enak,’ tutur Reza. Karena tanpa sekat, porsi daging lebih banyak 5-10% daripada yang biasa. Paket kedua membuat jantung doktor manggis itu berdetak lebih cepat. Kalau benar, isinya pasti durian tanpa duri. Rasa kecewa sempat menyelinap waktu isi paket dikeluarkan. ‘Buah sukun kok dikirim,’ keluh Reza. Sosok buah bulat, berkulit cokelat dengan permukaan kasar, dan ada cendawan berwarna putih menempel di kulit. Tanpa tangkai, ia mirip bola batu besar atau buah dari zaman purba.

Namun, tangkai sepanjang kira-kira 10 cm mirip benar dengan tangkai durian. Untuk meyakinkan, keesokan hari buah tanpa bau itu dibawa ke Taman Wisata Mekarsari (TWM)-kantor Reza. Gregori Garnadi Hambali, pakar botani di TWM, mengamini tangkai si gundul memang tangkai durian. Perkara duri yang absen, ‘Mungkin terkena penyakit sehingga tidak terbentuk,’ ujar doktor dari Universitas Birmingham, Inggris, itu.

Benar saja, saat buah dibelah terlihat pongge-pongge durian berukuran besar-besar. Dagingnya kuning. Waktu dicicipi rasanya gurih, legit, dan kering meski baru setengah matang. ‘Bakatnya enak,’ kata Greg. Sayang bijinya besar hingga terlihat mengintip dari balik daging yang lembut tanpa serat.

Demi melihat sosok si tanpa duri dan tanpa sekat, perjalanan ke Lombok menjadi keniscayaan. Sebuah misi untuk menyelamatkan kekayaan Bumi Selaparang agar tidak jatuh ke tangan orang luar mesti segera dijalankan. Apalagi musim durian di Pulau Seribu Masjid itu hampir usai.

Kaki Rinjani

Namun, misi kali itu benar-benar tak mudah. Rombongan kecil terdiri atas Moh Reza Tirtawinata, Abdullah A Karim, Ir Ahmad Sarjana, MS-mantan kepala BPSBTPH NTB, dan Ir Agus Hidayat-kepala Dinas Pertanian Kabupaten Lombok Barat mulai bergerak dari kantor BPSBTPH NTB di Narmada, Lombok Barat, pukul 07.00 senin berikutnya. Bermobil mereka melaju ke arah utara selama kira-kira 45 menit sampai jalan aspal berakhir di sebuah desa di kaki Gunung Rinjani.

Dari rumah kepala desa, perjalanan dilanjutkan menggunakan 7 motor trail menyusuri jalan setapak. Di kiri-kanan jalan yang terus menanjak itu terlihat ladang-ladang terbuka milik penduduk. Sesekali penumpang di sadel belakang terlonjak lantaran motor melindas batu. Kali lain, air kubangan bekas hujan kemarin menyiprat. Lombok pada awal Maret itu sejatinya memang masih kerap diguyur hujan. Namun, hari itu cuaca bersahabat. Sejak pagi matahari bersinar terik.

Lepas ladang-ladang, dusun, ladang-ladang lagi, lalu dusun lain motor berhenti karena jalan tidak bisa dilalui. Rombongan mesti berjalan kaki mendaki punggung bukit di ketinggian 500 m dpl itu. Namun, ratusan pohon durian di hadapan membuat rombongan tetap bersemangat. Benar saja, di perjalanan beberapa kali mereka menemukan buah matang yang enak-enak. Kira-kira 500 m berjalan, terdengar teriakan, ‘Itu pohonnya!’ Sesosok pohon terlihat menjulang hingga 25 m. Tajuknya membulat dan dipenuhi daun hijau. Itulah pohon si tanpa sekat. Dalam radius 1 km, ada 3 pohon tanpa sekat lain, tapi buahnya habis. Dengan cekatan seorang warga yang jadi pemandu memanjat pohon yang digelantungi belasan buah. Sayang, hanya ada sebuah yang matang dan diturunkan. Bentuknya bulat simetris, berkulit hijau kecokelatan dengan duri tumpul. Ukuran buah kecil, bobot hanya 1-1,5 kg.

Menurut cerita, sudah puluhan kali durian itu dipanen. Buah yang manis, gurih, berdaging putih krem kerap dibawa penduduk ke pasar desa. Saat musim raya pada Januari-Februari, pemandangan ibu-ibu membawa bakul-bakul durian di kepala memang kerap terlihat. Di pasar si tanpa sekat dijual berbarengan dengan buah anggota famili Bombaceae lain. Kalau durian lain dipajang ditumpuk, si tanpa sekat digantung. Penduduk menyebutnya durian trenggaluh.

Makanan monyet

Sembari menenteng durian tanpa sekat dan entresnya, rombongan kembali bermotor menuju lokasi si gundul. Kali ini pohon-pohon manggis yang tengah berbuah di kiri-kanan jalan menjadi pemandangan menakjubkan. Sekali lagi, rombongan mesti berjalan kaki sesampai di sebuah gubug di ketinggian 700-800 m dpl. Ternyata rute kali ini lebih berat.

Reza dan rekan-rekan naik, kemudian turun, dan naik lagi menapaki lereng dan punggung bukit berkemiringan 45o. Saking terjalnya jalan, tangan mesti berpegangan pada semak-semak liar saat kaki bergerak. Keringat pun mengucur di sekujur tubuh. Tiga kali beristirahat, sampailah rombongan di bawah pohon durian gundul.

Tinggi tanaman kira-kira 15 m. Diameter batang baru sebesar badan orang dewasa. Bentuk tajuk dan daun persis benar dengan Durio zibethinus lain. Hanya saja 4 buah tersisa di 3 cabang berbeda semua tanpa duri. Karena tanpa duri, kulit jadi tipis sehingga buah gampang dibelah menggunakan tangan. Ukurannya sebesar melon dengan bobot 800-900 g. Buah matang menguarkan aroma khas durian. ‘Ini memang durian, tapi tanpa duri,’ ucap Reza yakin.

Keberadaan si gundul baru diketahui BPSBTPH NTB pada awal 2007. Menurut penduduk setempat, tanaman baru 2 kali berbuah. Pada musim pertama tak ada yang berani memakan buahnya. Karena sosoknya aneh, buah itu disebut-sebut beracun. Pada musim kedua, anak si pengelola ladang yang ditumbuhi si gundul melihat buah habis dimakan monyet liar. Barulah buah dikonsumsi-dan punya nama: durian baturaja.

Mutasi

Panca Jarot Santoso, peneliti di Balai Penelitian Tanaman Buah Tropis (Balitbu) Solok, Sumatera Barat, belum pernah mendengar ada durian tanpa sekat. ‘Kalau yang durinya sangat pendek sehingga mirip leci raksasa pernah saya temukan di pasar di Batusangkar. Tapi tidak benar-benar tanpa duri,’ katanya. Jenis berduri sangat pendek juga ada di Malaysia.

Menurut Gregori Garnadi Hambali, penampilan tanpa duri dan tanpa sekat merupakan sifat resesif. Diduga, gen yang mengandung kromosom pengatur sifat duri rusak. Jarot menuturkan, kerusakan bisa jadi karena panas tinggi, efek sinar ultraviolet, faktor kimia, atau penyebab lain. ‘Tidak bisa ditentukan secara pasti,’ ujarnya.

Mutasi bisa terjadi pada biji, tunas yang baru muncul, atau pada saat pembungaan. Peluang kejadian mutasi 1:1-juta. Pada kasus tanpa duri, kemungkinan lain itu merupakan persilangan alami antara jenis duri sangat pendek dengan jenis duri sangat pendek. ‘Hasilnya durian gundul,’ kata Jarot. Perkawinan alami sangat mungkin terjadi karena lokasi si gundul dan tanpa sekat berada di kawasan hutan durian. Diprediksi ratusan ribu pohon durian ada di sana.

Untuk penelitian lebih lanjut TWM, BPSBTPH NTB, dan Dinas Pertanian Lombok Barat memperbanyak dengan cara menyambung entres. Musim depan bijibiji si tanpa sekat dan gundul dikumpulkan untuk ditanam. Diharapkan 10 tahun ke depan, pohon-pohon keturunannya mulai berbuah. Dari sana bakal ditemukan variasi-variasi yang lebih bagus atau lebih jelek. Polen si gundul dan tanpa sekat bisa dicoba dikawinkan ke bunga durian unggul untuk mendapat jenis-jenis baru yang tak kalah menarik. Misi menyelamatkan si gundul dan tanpa sekat baru sebuah awal. (Evy Syariefa)

 

 

- Advertisement -spot_img
Artikel Terbaru

Alasan UGM Mendorong Konversi LPG ke Kompor Listrik

Trubus.id — Ketergantungan penggunaan kompor gas LPG terus meningkat. Itu yang menjadi salah satu alasan Pusat Studi Energi (PSE)...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img