Ekspor Sarang Burung Walet Meningkat

Rekomendasi

Trubus.id — Berdasarkan data Perkumpulan Pengusaha Sarang Burung Indonesia (PPSBI), volume ekspor sarang burung walet asal Indonesia ke Tiongkok meningkat, mencapai 261 ton pada 2021. Jumlah itu naik 5 kali lipat dibanding 2017 yang hanya 52,23 ton.

Menurut Dr. Boedi Mranata, Ketua PPSBI, peningkatan ekspor ke Tiongkok karena makin bertambahnya eksportir yang memenuhi syarat untuk mengirim langsung sarang burung walet.

“Ada enam perusahaan eksportir baru yang memenuhi syarat mengirim sarang burung langsung ke Tiongkok pada 2021,” kata Boedi.

Semula hanya 23 perusahaan yang terdaftar, kemudian ada tambahan 6 perusahaan eksportir baru sehingga total ada 29 perusahaan eksportir. Makin banyak eksportir, semakin banyak ceruk pasar Tiongkok yang terisi.

Boedi mengatakan peningkatan volume ekspor langsung ke Tiongkok juga lantaran meningkatnya kuota ekspor dari perusahaan eksportir. Misal, jika dahulu kuota 5 ton, kini meningkat menjadi 10 ton per eksportir.

Lebih lanjut, menurutnya pasar Tiongkok ibarat lokomotif eskpor sarang burung walet ke seluruh dunia. Artinya, pasar Tiongkok sebagai garda terdepan menarik pasar ekspor lainnya.

Menurut Boedi kini tren konsumsi sarang burung walet di Negeri Tirai Bambu agak berubah. Semula permintaan sarang burung adalah masyarakat dengan ekonomi menengah ke atas.

Mereka memasak sarang burung walet sebagai bahan pangan. Namun, 2 hingga 3 tahun terakhir permintaan sarang burung walet dari industri pun meningkat.

Permintaan sarang burung dari sektor industri di Tiongkok itu tidak mengharuskan sarang berbentuk mangkuk. Sarang patahan pun laku terserap oleh industri.

Artikel Terbaru

Beras Pratanak Dikembangkan untuk Tingkatkan Nilai Tambah Petani

Trubus.id — Beras pratanak dengan indeks glikemik rendah dikembangkan untuk meningkatkan nilai tambah hasil panen sekaligus mendorong kesejahteraan petani....

More Articles Like This