Friday, December 2, 2022

Elok Taman di Rumah Penyehatan

Rekomendasi

Para pasien betah berlama-lama memandangi taman. Kerap kali mereka juga berjalan-jalan di sekitar taman. Menghirup oksigen segar yang dikeluarkan tanaman. “Itu mempercepat kesembuhan pasien. Meski belum ada bukti ilmiah yang mendukung teori itu,” ujar Direktur Umum RS Husada dr Herman Kurniawan SpKK MKes. Menurut dokter spesialis Patologi Klinis itu taman menjadi semacam paru-paru rumah sakit.

Harap mafh um sanseviera terbukti secara ilmiah menyerap 107 unsur polutan berbahaya seperti karbon monoksida dan timbel. Itu dibuktikan oleh riset Badan Antariksa Nasional Amerika Serikat. Riset institusi lain menunjukkan, lidah mertua menyerap senyawa kimia berbahaya seperti benzena, formaldehid, kloroform, dan xylene. Sehelai daun lidah mertua mampu menyerap 0,938 ìg formaldehid/jam (baca: Polutan Hilang Sanseviera Terbilang, halaman 100).

Resapan air

Kehadiran taman di ruang publik itu tak melulu diperuntukkan bagi pasien. Tamu atau keluarga pasien juga dapat menikmatinya. Contoh di sebuah lorong rumah sakit handai taulan pasien duduk menunggu jam bezuk. Di belakang mereka menghampar rock garden yang didominasi sanseviera.

Lidah mertua—begitu sanseviera kerap disebut—dipadukan dengan dasilirion—tanaman mirip sapulidi—agave, dan ilex. Batu-batu mengganti rumput yang lazim sebagai border plant. Di depan mereka juga terhampar taman luas. Sanseviera laurentii, golden hahnii, dan kristal menggerombol di sudut-sudut taman. Disuguhi panorama elok, diharapkan menunggu bukan lagi pekerjaan membosankan.

Menurut alumnus Universitas Airlangga itu, gedung-gedung di kompleks rumah sakit menjulang—terdiri atas 10 lantai—sehingga terkesan keras. Untuk melunakkan hutan beton itu dibangunlah taman pada 1993. Luas rumah sakit berusia 81 tahun itu sekitar 6,5 ha. Dua ha di antaranya merupakan ruang terbuka yang dimanfaatkan untuk taman. “Taman sekaligus berfungsi sebagai daerah resapan air,” ujar Herman.

Walau umur taman lebih dari 10 tahun, penampilannya tetap prima. Pantas keelokannya diganjar berbagai penghargaan. Pada 2002, misalnya, taman itu menjadi jawara pertama lomba taman rumah sakit se-DKI Jakarta. Maklum 20 orang karyawan Kreatif Flora merawatnya dengan telaten. Perusahaan milik dr Purbo Djoyokusumo itu pula yang mendesain taman.

Beragam

Purbo, mantan kepala Unit Gawat Darurat RS Husada itu, memilih sanseviera dengan berbagai pertimbangan. “Jenisnya beragam, sampai ratusan jenis,” ujar Purbo. Dari yang silinder setinggi 100 cm hingga jenis kodok yang tingginya Cuma 10 cm. Warnanya pun bermacam-macam seperti paduan hijau–kuning, cokelat, metalik, putih, atau hijau. Keragaman jenis itu memungkinkan Purbo untuk mengkombinasikan sebagai elemen taman.

Contoh, jenis laurentii bertepi kuning dan didominasi hijau bersosok menjulang. Lalu dipadukan dengan sanseviera kodok berdaun kompak dan sosoknya jauh lebih pendek. Gradasi semacam itu memberikan sensasi tersendiri. Kelebihan lain anggota famili Agavaceae itu adalah mudah dirawat. “Adaptasinya tinggi, ia dapat tumbuh di daerah panas atau ternaungi,” ujar Purbo.

Di bawah naungan cemara udang Casuarina equisetifolia lidah mertua tampil sehat. Malahan di bawah kompresor pendingin ruangan yang menyemburkan hawa panas, sukulen itu pun tetap bertahan. Yang tumbuh di bawah terpaan sinar matahari sama bandelnya. Lamanya perkembangbiakan sanseviera—rata-rata 6—7 bulan—kelebihan lain, lantaran taman tak cepat “penuh”.

Jika perkembangan anakan tampak mengganggu performa taman, anakan dikurangi dengan memotong rimpang. Ia masih dapat dimanfaatkan untuk menyulam tanaman tua. Penyiraman sepekan sekali saat kemarau sudah cukup baginya. Dengan segudang kelebihan itu lidah mertua dipilih mantan dosen sebuah perguruan tinggi swasta itu.

Lorong, ruang tunggu, dan halaman tak luput dari sentuhan tangan Purbo. Bahkan papan penunjuk paviliun pun dibikin taman. Contoh, di depan paviliun Cempaka yang dipenuhi 2 jenis sanseviera. Area sempit 2 m x 1 m di sisi Ruang Radiologi pun dimanfaatkan untuk taman. Di sana jenis superba, golden hahnii, dan laurentii benar-benar mengurangi kesan keras dan kaku tembok.

Purbo menambahkan beberapa bongkahan batu alam di sudut taman. Faedahnya untuk menambah kesan alami. Rancangan taman serupa bisa saja diterapkan di rumah-rumah dengan halaman sempit. Padupadankan beberapa jenis sanseviera dan tambahkan sedikit bebatuan sebagai ornamen taman. Taman-taman itulah yang telah melenyapkan kesan dinding yang beku. Bagi pasien kehadirannya mempercepat kesembuhan. (Sardi Duryatmo)

 

 

- Advertisement -spot_img
Artikel Terbaru

Balitbangtan Menjajaki Kolaborasi dengan Turki atas Keberhasilannya Sertifikasi Varietas

Trubus.id — Balitbangtan yang telah bertransformasi Badan Standarisasi Instrumen Pertanian (BSIP) mulai memperkuat jejaring internasional salah satunya dengan kunjungan ke...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img