Wednesday, May 13, 2026

Elok Vireya Tiada Tara

Rekomendasi
- Advertisement -
Rhododendron javanicum, jenis rhododendron vireya asal Pulau Jawa. (Dok. Yasper Michael Mambrasar, S.P.)

Rhododendron vireya tanaman hias baru penghias taman.

Trubus — Masyarakat Yunani kuno mengagumi keindahan bunga dari tumbuhan berwujud pohon itu sampai-sampai dijuluki rhódon déndron atau mawar pohon. Nama itu menjadi panggilan abadi untuk tumbuhan jenis itu, marga Rhododendron. Kini pecinta tanaman hias lebih familiar dengan nama salah satu kelompok kecil dari marga Rhododendron yaitu azalea. Berbagai jenis azalea yang berasal dari wilayah Tiongkok dan Jepang menghiasi taman-taman di Indonesia.

Yasper Michael Mambrasar, S.P, periset rhododendron di Puslit Biologi LIPI. (Dok. Yasper Michael Mambrasar, S.P.)

Padahal, Indonesia memiliki anak marga Rhododendron lokal, yakni vireya. Rhododendron vireya kerap disebut rhododendron tropis yang tak kalah menawan dengan rhododendron azalea. Rhododendron vireya banyak ditemukan di Asia Tenggara. Dari 400 jenis rhododendron vireya, sekitar 300 di antaranya tumbuh di alam Indonesia. Namun, sedikit yang menyadari keelokan tanaman yang tumbuh di daerah dataran tinggi itu.

Menyebar ke Eropa

Rhododendron macgregoriae. (Dok. Yasper Michael Mambrasar, S.P.)

Periset rhododendron dari Pusat Penelitian Biologi, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Yasper Michael Mambrasar, S.P, mengatakan, rhododendron vireya populer di Eropa sejak diperkenalkan pertama kali pada 1822. Sang mawar pohon yang banyak dikoleksi dari Indonesia menghiasi kebun-kebun raya maupun taman pribadi. “Bahkan Royal Botanic Garden Edinburgh memiliki 150 koleksi rhododendron vireya Indonesia dari total 300,” kata Michael.

Penggemar rhododendron vireya di Eropa ternyata sangat fanatik. Itu terbukti dengan hadirnya majalah-majalah khusus membahas rhododendron vireya seperti Vireya Venture, Vireya News, dan European Vireya World.  Rhododendron vireya menjadi komoditas yang lazim diperdagangkan oleh pehobi tanaman hias di Amerika Serikat dan Inggris. Beberapa jenis rhododendron vireya dapat diperoleh dalam bentuk setek batang, biji, atau bahkan polen seharga $9—$28 (setara Rp117.000—Rp364.000) di Amerika Serikat.

Rhododendron zoelleri. (Dok. Yasper Michael Mambrasar, S.P.)

Para pedagang tanaman hias di Persemakmuran Inggris membanderol sekitar  €9—€24 (Rp162.000—Rp432.000). Berbagai hibrida rhododendron vireya juga banyak dirakit para pehobi di luar negeri. Menurut periset kelahiran Sorong, Papua Barat, 35 tahun lalu itu rhododendron vireya memiliki variasi bunga yang lebih kaya ketimbang anak marga azalea. Ada empat jenis rhododendron vireya endemik Indonesia yang berpotensi untuk dikembangkan menjadi tanaman hias taman.

Endemik Indonesia

Rhododendron meagaii. (Dok. Yasper Michael Mambrasar, S.P.)

Mawar pohon jelita lain adalah Rhododendron javanicum, R. macgregoriae, R. zoelleri, dan R. meagaii. Rhododendron javanicum merupakan tumbuhan yang “dijinakkan” menjadi tanaman hias di Indonesia oleh Kebun Raya Cibodas dan Kebun Raya Eka Karya Bali. Musababnya R. javanicum berpotensi tumbuh di dataran menengah hingga rendah atau 400—600 m di atas permukaan laut (dpl).

Di habitat alaminya yang tersebar di Pulau Jawa, Sumatera, Kalimantan, dan Bali, R. javanicum ditemukan di ketinggian 800—1.000 meter di atas permukaan laut. Popularitas rhododendron vireya di Eropa dipelopori oleh R. javanicum. Ilustrasi Rhododendron javanicum saat itu diterbitkan di majalah Inggris. Keruan saja para pencinta tanaman hias berbunga mencari tanaman itu untuk dijadikan koleksi.

Sang mawar pohon vireya Indonesia lain yang sangat prospektif menjadi tanaman hias berasal dari Papua. Saat musim berbunga terlihat hamparan bunga kuning emas sungguh menyegarkan mata. Tinggi tanaman hingga 1 meter dan berbunga banyak. “Saking banyaknya bunga hingga pohonnya tidak terlihat, hanya bunga-bunganya saja,” papar Michael. Itulah si Rhododendron macgregoriae. Menurut Michael jenis rhododendron endemik Papua itu memiliki karakter-karakter yang cocok untuk dijadikan tanaman hias.

Rhododendron indicum jenis azalea yang lazim ditemui di Indonesia. (Dok. Yasper Michael Mambrasar, S.P.)

Bunganya berwarna kuning indah dan banyak dalam satu pohon, serta memiliki toleransi tumbuh di ketinggian rendah 400—500 m dpl. R. macgregoriae tumbuh di Kebun Raya Cibodas yang memiliki ketinggian 1.100 m dpl. Namun, bunganya tidak sebanyak di habitat aslinya. “Mungkin perlu teknologi budidaya pertanian untuk mendorong produktivitas bunga,” kata Michael.

Jenis lain asal Papua yang tak kalah elok adalah R. zoelleri. Bentuk bunga hampir mirip kamboja dengan warna jingga-kuning segar. R. zoelleri termasuk rhododendron vireya berbunga besar. “Jika sedang berbunga, satu gerombol bunga seperti satu buket bunga berdiameter sekitar 20 cm,” kata periset alumnus Budidaya Pertanian, Fakultas Pertanian, Universitas Brawijaya, Malang itu.

Karakter lain juga perawakan pohon kecil, 2—3 meter. Jenis itu di luar negeri banyak dicari untuk menjadi indukan persilangan rhododendron. Adapula R. meagaii yang diincar sebagai indukan karena warnanya langka. Jenis rhododendron vireya yang dideskripsi langsung oleh Michael itu memiliki warna ungu yang sangat kentara.

Menurut Michael warna ungu pada bunga rhododendron vireya hanya dapat ditemukan pada 2 jenis saja. “Rhododendron prainianum memiliki warna ungu pucat, meagaii benar-benar ungu,” jelas peneliti muda Puslit Biologi LIPI itu. Tumbuhan yang ditemukan Michael di Kabupaten Yalimo, Papua, pada 2016 itu berpotensi menjadi sumber persilangan rhododendron untuk menghasilkan hibrida rhododendron berwarna ungu.

Kebanyakan rhododendron vireya berwarna jingga, kuning, dan putih. Meskipun ditemukan di ketinggian 1.000 m dpl, ada harapan untuk beradaptasi di ketinggian 600—800 m dpl dengan proses adaptasi dan dilakukan teknik-teknik budidaya pertanian. (Tamara Yunike)


Artikel Terbaru

Pameran Tanaman Hias Internasional Terbesar FLOII Expo 2026 Resmi Diluncurkan

Kabar gembira bagi Anda para pencinta flora tanah air. Pameran tanaman berskala internasional, Floriculture Indonesia International (FLOII) Expo 2026,...

More Articles Like This