Friday, December 2, 2022

Emas Hidup dari Afrika

Rekomendasi

Duduk perkara penyebutan emas itu tak lepas dari kehadiran corak bulatan besar kuning di tubuh mpulungu. Corak kuning itu terang seperti emas. Soal harga tinggi? Itu karena mpulungu di pasar lokal masih langka. Pun di mancanegara seperti Jerman yang memiliki penangkar-penangkar besar tropheus. Induk tropheus asal Mpulungu di ujung selatan Danau Tanganyika, Zambia, Afrika Selatan, itu juga sulit diperoleh. ‘Pasokan dari alam sedikit karena suku-suku yang tinggal di sekitar wilayah Mpulungu masih terus berperang,’ ungkap Iswanda, peternak tropheus di Yogyakarta.

Menurut Iswanda jenis mpulungu yang panjang tubuhnya dapat mencapai 15 cm itu hadir di tanahair sejak 3 tahun lalu. ‘Yang pertama kali mengimpor hobiis dari Bandung,’ katanya. Namun karena jumlahnya sedikit, pendistribusian puluhan mpulungu impor ukuran 2,5 cm dari Jerman terbatas di kalangan hobiis pencinta siklid. ‘Saya sendiri hanya dapat 13 ekor pada 2007,’ kata pengusaha real estate itu. Semua ikan itu hingga kini masih hidup dan rata-rata berukuran 5 cm.

Variatif

Sejak habitat tropheus pertama kali dieksplorasi oleh ahli ikan Inggris, JS Moore pada abad ke-17, puluhan varian muncul sampai sekarang. Varian itu hanya berasal dari 5 jenis tropheus: Tropheus sp, T. moorii, T. duboisi, T. annectens, dan T. brichardi. ‘Varian yang terjadi sangat tergantung dari lokasi hidupnya di danau,’ ujar Hartono, penangkar tropheus di Bandung. Sebab itu nama varian akan mengacu lokasi penemuan seperti Mpulungu, Red Kachese, Bemba, dan Ikola. Tiga varian yang disebut terakhir tenar di tanahair pada 2000.

Di luar mpulungu beberapa varian baru dikoleksi hobiis lokal. Contoh T. moorii red chilanga. Penampilannya sekilas mirip red kachese dengan corak merah bergaris hitam di punggung. ‘Tapi warna red chilanga lebih solid dan mencolok,’ ujar Iswanda. Ikan asal Desa Chilanga, Nkamba Bay di Zambia ini juga agresif. Jika akuarium hanya diisi seekor pejantan dan banyak betina, betina akan saling berkelahi berebut jantan. Supaya aman, dalam akuarium berukuran 1 m x 60 cm x 40 cm perlu ditempatkan jantan dan betina dengan perbandingan 2:10.

Jenis baru lain Tropheus sp black bulupoint dan T. brichardi mpimbwe red cheek. Dua spot warna kuning jingga di tubuh yang didominasi warna gelap menjadi ciri utama black bulu-point. Namun, corak kuning itu tidak sampai ke sirip punggung. Sementara red cheek, seperti namanya, dicirikan oleh semburat merah di rahang bawah. Tubuhnya terdapat kombinasi kuning dan cokelat kehijauan. Sangat menawan.

Mirip

Kecuali ukuran dewasa, mendapatkan tropheus kecil gampang-gampang susah. Anakan tropheus cenderung mirip satu sama lain. ‘Umumnya juvenil berwarna dasar kuning dengan semburat atau garis-garis hitam,’ kata Hartono. Ada juga yang berwarna hitam garis-garis kuning bercak merah seperti red chilanga atau hitam garis putih seperti T duboisi.

Ini yang membuat hobiis pemula bisa tertipu. Biasanya warna tropheus mulai terlihat berbeda saat menginjak ukuran 5 cm. Makanya Hartono menyarankan untuk membeli ikan di penangkar siklid terpercaya.

Menginjak dewasa garis-garis hitam di tubuh tropheus perlahan memudar atau melebur menjadi satu. Selanjutnya akan terbentuk spot kuning lebar seperti pada ikola, atau garis hitam lebar dan spot kuning kecil seperti di tubuh mpulungu dan bulu-point. Kemunculan spot itu akan semakin cepat bila kondisi akuarium bagus. Iswanda, misalnya, meletakkan pasir dan batu-batuan sebagai dasar akuarium agar kondisi lingkungan mirip habitat asli. Batu-batuan itu cocok untuk pertumbuhan lumut, pakan ikan.

Namun perlu diingat bahwa usus ikan pemakan lumut dan alga ini panjang, layaknya hewan herbivora lain, sehingga perawatannya perlu hati-hati. ‘Jika ingin memberikan pakan tambahan seperti cacing, tunggu dulu sampai ikan mengeluarkan kotoran,’ kata Iswanda. Jika tidak, cacing tidak segera dicerna dan dapat membusuk di usus. Hal ini menjadi sumber infeksi usus, salah satu penyebab utama kematian tropheus.

Seperti tropheus lainnya, varian baru ini dapat diberi pakan hijauan seperti selada air. Carany a cukup dengan menggantungkan Nasturtium officinale di atas akuarium hingga tenggelam. Selain itu, anggota famili Cichlidae ini butuh derajat keasaman air tinggi, sekitar 8 – 9. Itu seperti kondisi di Danau Tanganyika. ‘Jika pH turun tambahkan 1 sendok makan kapur sirih per 1.000 l air agar pH naik,’ kata Iswanda. Jika perawatan benar, hobiis bakal puas menikmati kemolekan imigran Afrika itu. (Tri Susanti)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img
Artikel Terbaru

Terluka dan Tidak Bisa Terbang, Petugas Mengevakuasi Burung Rangkong

Trubus.id — Petugas Balai Besar KSDA Sumatra Utara, mengevakuasi burung rangkong yang ditemukan terluka di kawasan konservasi Suaka Margasatwa...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img