Friday, June 12, 2026

EWINDO Genap 35 Tahun, Luncurkan 27 Varietas Benih Sayuran

Rekomendasi

Trubus.id– Produsen benih sayuran tropis hibrida ”Cap Panah Merah”, PT East West Seed Indonesia (EWINDO) merayakan 35 tahun perjalanannya. Dengan tema Excellence and Innovation, perayaan itu menjadi tonggak sejarah penting di mana selama 35 tahun EWINDO telah hadir sebagai mitra strategis bagi petani di tanah air.

Dalam acara yang digelar di Purwakarta itu, EWINDO menampilkan 27 varietas sayuran unggulan hasil budi daya menggunakan benih berkualitas tinggi, sebagai bentuk nyata komitmen terhadap inovasi berkelanjutan di sektor pertanian.

Hadir dalam acara ini antara lain Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/ Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Prof. Dr. Ir. Rachmat Pambudy, M.S.; Kepala Badan Pangan Nasional, H. Arief Prasetyo Adi, S.T., M.T., Ph.D. (h.c); Deputi Bidang Karantina Tumbuhan, Ir. Bambang, MM.; Direktur Perbenihan Hortikultura Kementerian Pertanian, Dr. Inti Pertiwi Nashwari, akademisi dari sejumlah perguruan tinggi dan petani dari berbagai daerah. 

Selama lebih dari tiga dekade EWINDO telah membantu lebih dari 2,2 juta petani di seluruh Indonesia dari total sekitar 7 juta petani hortikultura menuju #PanenMakmur. Perusahaan yang dikenal petani dengan sebutan “Cap Panah Merah” itu juga bermitra dengan 17.000 petani dan 35.000 polinator untuk memproduksi berbagai benih unggul sayuran berkualitas tinggi untuk menjawab tantangan perubahan iklim, serangan hama dan penyakit yang kian mengkhawatirkan hingga tuntutan masyarakat akan kuantitas dan kualitas sayuran yang kian tinggi.

“Perjalanan 35 tahun ini adalah cermin dari dedikasi kami untuk terus menjadi sahabat petani Indonesia yang paling baik. Kami percaya bahwa benih unggul berkualitas tinggi dan adopsi teknologi modern adalah fondasi pertanian yang tangguh,” ujar Managing Director PT East West Seed Indonesia, Glenn Pardede.

Dalam acara itu EWINDO sekaligus memperkenalkan 27 varietas unggul baru untuk menjawab keresahan petani, di antaranya terhadap serangan virus gemini yang semakin luas. Diantara varietas baru tersebut yaitu Melon DAVINA F1, Terong M 72 F1, Tomat MARTA 54 F1, dan Kacang Panjang GUARDA. Perusahaan itu juga memiliki komitmen kuat untuk mendukung ketahanan pangan khususnya komoditas yang mempengaruhi inflasi dengan meneliti dan menghasilkan varietas unggul bawang merah MERDEKA F1 dan Cabai TANGGUH F1.

Kehadiran varietas-varietas baru itu semakin melengkapi lebih dari 400 varietas unggul yang sebelumnya telah dimanfaatkan petani untuk meningkatkan hasil panen dan memenuhi kebutuhan akan produk sayuran masyarakat sepanjang 35 tahun. EWINDO fokus pada benih berkualitas tinggi yaitu produktif, tahan penyakit, dan sesuai preferensi pasar. Mengembangkan benih dengan umur panen pendek dan hasil maksimal serta memastikan ketersediaan benih sepanjang musim tanam dengan jaringan distribusi nasional.

“Kami terus melakukan riset dan pengembangan untuk mendapatkan varietas unggul yang adaptif dengan iklim tropis Indonesia yang berkualitas tinggi, tahan terhadap penyakit, potensi produksi besar dan umur panen yang genjah. Harapan kami varietas baru ini dapat memenuhi kebutuhan para petani akan benih yang bermutu dan tentunya memberikan hasil yang maksimal,” tambah Glenn Pardede.

Peresmian Fasilitas Riset Baru

Riset dan pengembangan varietas tanaman bukan merupakan hal yang mudah dan murah serta memerlukan waktu yang panjang. Di sisi lain, kebutuhan petani akan varietas unggul yang tahan penyakit semakin mendesak. Karena itu, menurut Glenn, EWINDO melakukan investasi besar untuk membangun pusat riset untuk menjawab tantangan tersebut.

Hasilnya, EWINDO saat ini menjadi perusahaan benih sayuran pertama di Indonesia yang memiliki fasilitas laboratorium riset terbesar, terlengkap dan terintegrasi. Melalui fasilitas riset itu Perseroan dapat mempercepat pengembangan varietas melalui pendekatan marker-assisted breeding dan teknologi double haploid.

Para peneliti EWINDO juga mengoperasikan laboratorium biomolekuler untuk menjamin kemurnian dan kualitas benih, menerapkan uji biokimia untuk pengembangan sayuran bernutrisi tinggi, misalnya tomat dengan kandungan likopen tinggi, labu dengan betakaroten tinggi, dan paria dengan zat antidiabetik tinggi.

Dalam acara itu, para petani juga mendapatkan kesempatan untuk berkonsultasi dengan para ahli dari EWINDO mengenai antara lain pengendalian hama dan penyakit tanaman, dan teknik budidaya tanaman. Selain itu, para petani dapat bertukar pengalaman dengan petani dari daerah lain untuk menambah wawasan. Diharapkan petani yang ikut serta dalam perayaan 35 tahun ini dapat menularkan ilmu yang didapat kepada petani lain di daerahnya masing-masing.

“Dengan semangat inovasi dan keberlanjutan, kami siap melangkah ke dekade berikutnya bersama para petani Indonesia, mewujudkan pertanian yang lebih produktif dan menyejahterakan,” tutup Glenn Pardede.


Artikel Terbaru

Belantara Foundation Ajak Mitra Jepang Tanam Pohon di Tahura Sultan Syarif Hasyim

Trubus.id—Belantara Foundation bersama mitra sektor swasta Jepang melakukan penanaman bibit pohon secara simbolis di kawasan Taman Hutan Raya Sultan...

More Articles Like This