Monday, August 15, 2022

Fakta Baru Pala Afrodisiak

- Advertisement -spot_img
Must Read
- Advertisement -spot_img

Demi pala Belanda menukar New Amsterdam, kini New York, Amerika Serikat, dengan Pulau Run di Kepulauan Banda, Provinsi Maluku, yang dikuasai Inggris.

 

Itu kesepakatan dalam perjanjian Breda pada 1667. Belanda lebih memilih untuk menguasai Run karena di pulau seluas 3 km2 itu populasi pala melimpah. Ketika itu pala menjadi komoditas perdagangan bernilai ekonomi tinggi. Mengapa pala begitu berharga? Pala bernilai ekonomi tinggi karena permintaannya melambung. Berdasarkan data Organisasi Pangan Dunia (FAO), permintaan biji pala rata-rata 9.000 ton per tahun.

Sebagian besar permintaan datang dari negara-negara di Benua Eropa, kawasan Timur Tengah, Amerika Serikat, Jepang, dan India. Permintaan tinggi lantaran pala mempunyai beragam manfaat. Warga di Benua Eropa dan Timur Tengah memanfaatkan biji pala Myristica fragrans sebagai penyedap dan pengawet makanan. Di Karibia daging buah pala bahan baku rum.

Khasiat

Selain itu, masyarakat juga memanfaatkan pala sebagai herbal sejak abad ke-7 untuk mengobati berbagai penyakit infeksi bakteri dan susah tidur atau insomnia. Hasil penelitian terkini membuktikan bahwa biji pala ternyata berefek afrodisiak alias meningkatkan stamina pria. Itu hasil riset praklinis dosen Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Maranatha, Bandung, Jawa Barat,  Dra Endang Evacuasiany Apt MS AFK dan dr Sugiarto Puradisastra MKes.

Mereka menguji efek afrodisiak biji pala pada 24 mencit jantan, 96 mencit betina, dan 18 tikus. Mereka juga membandingkan khasiat pala dengan cabai jawa Piper retrofractum yang lebih dahulu sohor sebagai herbal afrodisiak. Endang membagi hewan percobaan itu ke dalam 6 kelompok. Pada kelompok I dan II ia memberikan masing-masing 250 mg dan 300 mg ekstrak biji pala per kg bobot tubuh.

Pada kelompok III dan IV ia memberikan masing-masing 500 mg dan 750 mg ekstrak cabai jawa per kg bobot tubuh. Sementara kelompok V dan VI mengonsumsi 1% karboksimetil selulosa (CMC) dan 3,60 mg testosteron per kg bobot tubuh. Ia memberikan perlakuan itu sekali sehari selama 7 hari berturut-turut. Untuk mengukur efek afrodisiak, mereka menggunakan parameter mounting (frekuensi kontak seksual atau kopulasi), introducing (frekuensi pendekatan), dan kadar testosteron tikus.

Endang melakukan pengukuran pada hari ke-3, ke-5, dan ke-7 pascaperlakuan. Hasil penelitian menunjukkan efek paling mujarab terlihat pada kelompok mencit yang mengonsumsi 250 mg ekstrak biji pala per kg bobot tubuh. Mencit jantan melakukan pendekatan kepada betina rata-rata 8 kali per 30 menit dan terjadi 4 kali kopulasi. Bandingkan dengan mencit yang mengonsumsi 750 mg ekstrak cabai jawa per kg bobot tubuh: hanya 2 kali melakukan pendekatan dan sekali kopulasi.

Artinya, efek afrodisiak biji pala lebih baik ketimbang cabai jawa. Biji pala juga mendongkrak kadar testosteron tikus menjadi 724 mg/dl, lebih tinggi dari kelompok pembanding yang diberi testosteron, yang hanya 548 mg/dl. Menurut Endang dan Sugiarto senyawa aktif yang berperan meningkatkan perilaku seksual pada pala adalah eugenol. Eugenol memicu hipofisis anterior-bagian dari otak-memproduksi hormon pemicu folikel (FSH) dan hormon luteinizing (LH).

LH merangsang produksi testosteron di sel leydig pada testis. Kadar testosteron berkaitan dengan libido. Jika kadar testosteron memadai menyebabkan perasaan aktif pada tubuh, bersikap siaga, dan bersemangat. Kadar testosteron juga mendongkrak tingkat ketertarikan, fantasi, aktivitas, dan frekuensi ejakulasi. FSH merangsang spermatogenesis pada sel sertoli di testis dan produksi protein pengikat androgen yang juga berperan meningkatkan libido.

Temukan akar masalah

Hasil penelitian Tajuddin dan rekan dari Universitas Islam Aligarh di India juga membuktikan ekstrak biji pala berefek afrodisiak. Mereka memberikan ekstrak biji pala secara oral kepada mencit dengan dosis masing-masing 100 mg, 250 mg, dan 500 mg per kg bobot tubuh. Hasil paling signifikan terlihat pada kelompok mencit yang mengonsumsi 500 mg ekstrak biji pala per kg bobot tubuh.

Terungkapnya khasiat biji pala sebagai afrodisiak itu temuan baru di dunia herbal tanahair. Pasalnya, selama ini pala lebih populer berefek menenangkan. “Masyarakat Maluku Utara mengenal biji pala untuk mengobati penderita insomnia,” ujar staf Dinas Pertanian Maluku Utara, Azhar Mahmud. Herbalis di Jakarta Utara, Ning Hermanto, berpendapat serupa. “Pala lebih populer memiliki efek sebagai penenang,” katanya.

Herbalis di Kota Batu, Provinsi Jawa Timur, Ir Wahyu Suprapto, menuturkan pala berfaedah mengendurkan saraf sehingga baik untuk pasien hipertensi. Menurut Wahyu herbal bisa saja membantu aktivitas seksual selama gangguan pada tubuh belum parah. “Sebelum menggunakan herbal afrodisiak, penderita disfungsi seksual sebaiknya mengetahui penyebab gangguan itu,” ujar Wahyu yang juga dosen di Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga itu.

Misal, bila penyebab gangguan seksual diabetes mellitus, maka konsumsi pula ramuan untuk mengatasi penyakit itu. Diabetes salah satu penyebab gangguan seksual. Pada diabetesi terjadi kerusakan pada ujung saraf parasimpatis di penis. Dampaknya relaksasi pembuluh darah arteri di bagian korpus kavernosa tak terjadi sehingga volume aliran darah pun tak mampu bertambah. Penyebab gangguan seksual lain adalah gaya hidup tak sehat seperti konsumsi makanan berkolesterol tinggi dan enggan berolahraga.

Pemicu lain stres, obesitas, kelelahan, dan perubahan hormonal menjelang andropause. Kebiasaan merokok dan minum-minuman beralkohol juga memicu gangguan seksual. Pria berusia lebih dari 56 tahun lebih rentan mengalami gangguan seksual. “Bila fungsi seluruh organ tubuh baik, maka afrodisiak tidak diperlukan lagi,” kata Wahyu. Untuk menjaga stamina, tetaplah bergaya hidup sehat dan bantu dengan mengonsumsi pala. (Riefza Vebriansyah)

Foto-foto:

  1. Ekstra biji pala berkhasiat meningkatkan gairah seksual
  2. Dra Endang Evacuasiany Apt MS AFK, dosen Fakultas Kedokteran Universitas Maranatha, khasiat biji pala sebagai afrodisiak lebih tinggi daripada cabai jawa
  3. Pola makan sehat mencegah gangguan seksual
Previous articleManjur Atasi Kista
Next articleAneurisma Aorta
- Advertisement -spot_img

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img
Latest News

Organik Tinggikan Produksi

Industri parfum, kosmetik, insektisida, dan aromaterapi merupakan beberapa sektor yang memerlukan minyak nilam. Bahkan dalam industri parfum tidak ada...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img