Thursday, August 18, 2022

Feline Agility Contest Bandung 2007 Tiga Puluh Lima Detik Jadi Juara

- Advertisement -spot_img
Must Read
- Advertisement -spot_img

Inilah kali pertama BJ Nakula turun beradu tangkas setelah malang-melintang mengikuti kontes adu cantik-cantikan. Dengan bobot 5 kg Nakula sebetulnya terlihat gemuk sehingga tak ada yang berani menjagokan klangenan Cacang itu dapat melewati halang rintang. Dugaan itu salah. Saat bar jump, Nakula dengan mulus dapat melewati palang kayu setinggi 30 cm. Begitu pula saat menerobos terowongan sepanjang 1 m, ia cepat merayap di dalamnya. ‘Nakula mampu karena setiap hari ia berlatih ketangkasan itu selama 1-2 jam,’ kata Cacang.

Enam pesaing di kelas dewasa itu tak ada yang dapat meniru jejak Nakula. Bahkan seluruhnya didiskualifikasi karena gagal menyelesaikan semua tahap halang rintang. Contoh Onil. Setelah diberi waktu bermain selama 2 menit, saat penghitungan waktu hendak dimulai, Onil malah bersembunyi di bawah jembatan. ‘Ia sensitif dan demam panggung setelah melihat banyak orang,’ tutur Mutiara, sang pemilik.

Nasib serupa merundung Sheila. Baru saja memasuki arena lomba, kucing dari Bandung itu sudah tampak senewen. Berkali-kali Sheila berjalan ke pinggir arena, lalu menggaruk-garuk dinding pembatas tanda minta ke luar. Sheila kalah sebelum bertanding.

Adu cepat

Aksi-aksi lebih seru terjadi di kelas kitten. Athena muncul sebagai pemenang setelah menorehkan waktu tercepat, 23 detik. Belum usai waktu pemanasan, kucing 5 bulan itu langsung beraksi. Jalan slalom dilewati sambil berlari, setelah Cacang, sang pemilik, memancing dengan mainan. Halang rintang lain juga mulus dilalui. Bahkan setelah menyentuh garis finish, Athena masih mau berlari kembali ke tengah arena. ‘Ras sphinx ini mudah berlari karena aslinya ia pengejar tikus andal di Kanada,’ ujar Cacang.

Di belakang Athena mengekor Remi yang membukukan waktu 1 menit 9 detik. Kucing bernomor punggung 106 itu kesulitan saat melakukan round jump. Berkali-kali persia itu tampak ragu-ragu meloncati lubang berdiameter 1 m. Padahal sang pemilik, Agus, sudah berusaha memancing dengan mainan tongkat berpita warna-warni. ‘Ia belum terbiasa mengikuti lomba seperti ini,’ kata Agus. Empat dari 10 peserta di kelas kitten berhasil melewati semua rintangan.

Yang menarik saat Shiro, persia 2 bulan, mencoba melahap semua rintangan. Shiro seringkali berhenti di depan alat rintang tanpa sebab yang jelas. Berulang-ulang Indah, sang pemilik, memancing dengan mainan di seberang alat rintang, berkali-kali pula Shiro hanya mengikuti gerakan tangan Indah. ‘Mungkin karena umurnya terlalu muda, ia lebih suka bermain-main saja,’ kata Ade Andriana, panitia kontes. Namun, tingkah laku Shiro menjadi hiburan tersendiri bagi pengunjung.

Pertama kali

Bertempat di Sasana Budaya Ganesha, Bandung, kontes kemampuan dan keterampilan kucing pertama di Indonesia itu digelar. Wajar sekeliling arena seluas 3,5 m x 4 m dipadati penonton. Tingkah-polah 17 kontestan dari Bandung dan Bekasi itu,-dalam upaya melewati halang rintang- rupanya menjadi pemandangan menarik. ‘Kucing itu tak kalah pintar dengan anjing dalam hal ketangkasan,’ kata drh Dewi M Meisari, ketua panitia dari Penyayang dan Peternak Kucing Jawa Barat.

Di Eropa, lomba ketangkasan kucing lumrah dilakukan. Tidak hanya stamina, nyali juga diuji. Kucing tangkas di rumah belum tentu bisa menjadi juara. ‘Seperti anjing, kucing pemenang hanya yang bermental baja,’ tambah Dewi. BJ Nakula pun memiliki karakter seperti itu. (Andretha Helmina)

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Organik Tinggikan Produksi

Industri parfum, kosmetik, insektisida, dan aromaterapi merupakan beberapa sektor yang memerlukan minyak nilam. Bahkan dalam industri parfum tidak ada...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img