Sunday, August 14, 2022

Filter Limbah untuk Koi

- Advertisement -spot_img
Must Read
- Advertisement -spot_img

Shusui, sanke, chagoi, hi-utsuri, ogon berseliweran mengarungi air bening di bawah naungan polikarbonat. Di seberangnya, tepat di bawah ruang makan, kohaku, showa, koromo, himatsuba, asagi berenang kian-kemari. Shiro utsuri, beni kumonryu, dan platinum berkali-kali bergabung dengan mereka, meluncur di bawah kaca tebal.

Tak ada satu pun koi impor berharga ratusan juta rupiah itu yang megap-megap kekurangan oksigen. Tidak terlihat pula koi yang mencoba melompat ke luar kolam. Semua nyaman berenang di kolam penuh sesak itu. Bayangkan, 124 koi berjejal di kolam yang seharusnya berkapasitas maksimal 50 ekor. ‘Kapasitas kolam memang tidak sebanding dengan jumlah koi,’ ucap Handy. ‘Justru koi lebih banyak makan dan air (kualitas, red) tetap terjaga,’ tambah alumnus Jurusan Teknik Industri, Universitas Trisakti itu.

Semua berkat filter pengolah limbah asal Jerman. Filter itu memakai media kaldnes yang akan menguraikan senyawa beracun. Air yang mengandung amonia tinggi akibat dekomposisi sisa-sisa pakan dan kotoran di kolam itu diubah bakteri menjadi air bersih. Bakteri itu tumbuh akibat perputaran antarkaldnes.

Profesor Halvard Odergard, periset dari University of Science and Technology, Norwegia, memodifikasi pengolah limbah itu untuk diaplikasikan pada filter koi. Ia membuat kaldnes dari PVC agar ringan, melayang di dalam air, dan dapat berputar saat diaerasi. Halvard menyatakan, filter kaldnes dirancang khusus untuk menciptakan kolam koi ramah lingkungan.

Lebih efektif

Menurut Karomul Wachid, hobiis di Depok, kaldnes sangat efektif bila digunakan di kolam sempit. ‘Sistem kaldnes cocok untuk kolam kecil berisi banyak ikan,’ katanya. Kolam normal butuh filter berkapasitas 30-40% dari volume kolam. Dengan kaldnes cukup 10-20% saja.

Kaldnes memiliki fungsi ganda, sebagai filter mekanik dan biologis. Secara mekanik, saat vortex diaerasi, kaldnes saling berputar sehingga kotoran hancur. Kotoran dari kolam luluh lantah seperti digerus sehingga tidak ikut terbawa ke filter berikut. Filter biologis menumbuhkan bakteri pengurai saat kaldnes itu bergesekan. Bakteri akan menguraikan kotoran ikan dan pakan tersisa sumber penghasil amonia. ‘Di dalam kaldnes, bakteri mudah berbiak sehingga amonia berubah menjadi nitrat dan nitrit,’ kata ketua Koi Owners of Indonesia Society (KOI’S) itu.

Hal serupa diungkapkan Rikiyanto, hobiis lain di Bandung, sistem kaldnes lebih unggul dibanding filter bioball atau filter mate. ‘Kaldnes sistemnya bergerak terus sehingga kotoran yang mengendap tidak tampak. Sedangkan bioball atau filter mate, membuat kotoran mengendap dan makin lama menjadi tebal,’ ujarnya. Keistimewaan lain, air kolam tidak perlu diganti. Namun, syarat penambahan air bersih yang mengalir selama 24 jam harus terpenuhi. ‘Kolam secara otomatis akan membuang air 5% dari kapasitas kolam,’ tambah Handy. Tak heran bila Handy jarang mengganti air kolam. Paling-paling kalau perlu hanya 2 minggu sekali.

Tujuh ruang

Sistem filter yang dibangun Handy terdiri atas 7 vortex tersusun pararel. Artinya vortex pertama dihubungkan dengan pipa PVC L berdiameter 8 inci ke vortex kedua. Lalu, vortex kedua berhubungan dengan vortex ketiga hingga ketujuh. Empat vortex dilengkapi media tumbuh bakteri berupa kaldnes dan aerator. Di dalam rongga kaldnes itulah bakteri tumbuh dan menjalankan fungsi penjernihan.

Di dasar masing-masing vortex dipasang pula pipa pembuangan kotoran yang mengendap. Air dari kolam terlebih dahulu masuk ke vortex pertama yang dibuat berbentuk silinder. Di dalamnya tidak terdapat materi filter. Fungsinya hanya menampung air dan kotoran besar sebelum masuk ke sistem filter. Dari sana air masuk ke vortex kedua melalui bagian samping dinding. Otomatis air berputar di dalam vortex dan membuat kotoran mengendap di bagian dasar untuk dibuang keluar.

Air di bagian atas disaring di vortex ketiga hingga keenam yang sudah dipasangi kaldnes. Bentuk ruangnya masih melingkar sehingga memungkinkan air berputar. Sisa kotoran ringan akan terpecah oleh gesekan antarkaldnes. Selanjutnya kotoran itu akan diuraikan oleh bakteri nitrosomonas dan nitrobacter menjadi senyawa tak berbahaya. Bakteri yang belum matang mengakibatkan kolam koi berwarna hijau-ditumbuhi alga. ‘Perlu adaptasi 3-6 bulan sampai air yang keluar dari filter jernih,’ tutur Rikiyanto.

Selanjutnya air mengalir ke vortex ketujuh. Vortex terakhir itu selain dilengkapi kaldnes juga berisi chiller-pendingin air. Chiller dipakai untuk mengontrol suhu air 21oC, seperti tempat asalnya di Jepang. ‘Suhu air yang dingin penting untuk meningkatkan ketebalan warna putih pada koi,’ kata Handy.

Terakhir, air dari vortex ketujuh dialirkan ke ruang trickletower-sistem ruang air terjun yang di dalamnya terdapat saringan filter berbahan keramik berpori. Fungsinya menghilangkan nitrit sebelum air dipompakan ke kolam penampungan. Sehingga air yang keluar steril. Handy menuturkan, trickletower itu hanya pelengkap tambahan air supaya filterisasi benar-benar terjaga kualitasnya. Itu semua yang membuat kolam mini seukuran kamar hotel berbintang 3 tetap nyaman untuk ditinggali koi-koi Handy asal farm Sakai, Momotaro, Hosokai, dan Maruyama di Jepang. (Hermansyah)

 

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Organik Tinggikan Produksi

Industri parfum, kosmetik, insektisida, dan aromaterapi merupakan beberapa sektor yang memerlukan minyak nilam. Bahkan dalam industri parfum tidak ada...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img