Sunday, June 7, 2026

Filter Zeolit Antimikrob Tekan Bakteri Patogen di Air Minum Ayam

Rekomendasi
- Advertisement -

Trubus.id-Kontaminasi bakteri patogen pada air minum menjadi salah satu tantangan utama dalam industri peternakan ayam. Kondisi sanitasi yang kurang baik kerap memicu berkembangnya mikroorganisme berbahaya yang dapat menurunkan produktivitas hingga menyebabkan kematian ternak.

Guru Besar Departemen Ilmu Produksi dan Teknologi Peternakan Fakultas Peternakan IPB University, Prof. Dr. Irma Isnafia Arief, S.Pt., M.Si., menjelaskan bahwa bakteri Escherichia coli menjadi salah satu penyebab berbagai penyakit pada unggas. Bakteri tersebut dapat memicu peritonitis pada ayam petelur, yakni peradangan pada lapisan kuning telur.

Peritonitis biasanya diawali kondisi ovulasi ektopik yang menyebabkan folikel pecah atau gagal masuk ke saluran telur secara normal. Kondisi itu membuka peluang infeksi bakteri E. coli. Dampaknya tidak hanya menurunkan produksi telur, tetapi juga berpotensi menyebabkan kematian ayam.

Selain peritonitis, bakteri E. coli juga berperan dalam kasus omfalitis, infeksi saluran pernapasan, septikemia, dan colibacillosis. Bahkan bakteri tersebut berkontribusi hingga sekitar 70% terhadap kematian anak ayam yang menunjukkan gejala colibacillosis.

Selama ini peternak mengandalkan antibiotik dan disinfektan berbasis klorin untuk mengendalikan bakteri patogen. Namun, penggunaan yang berlebihan berisiko meningkatkan resistensi bakteri. Sejumlah penelitian menunjukkan resistensi E. coli dapat meningkat hingga 1,8 kali lebih tinggi akibat penggunaan antibiotik yang tidak tepat.

Kondisi itu mendorong dosen Departemen Kimia Fakultas MIPA IPB University, Dr. Zaenal Abidin, S.Si., M.Agr., bersama tim mengembangkan filter zeolit antimikrob. Inovasi tersebut dirancang untuk mengurangi cemaran bakteri pada air minum ayam tanpa meninggalkan residu berbahaya.

Filter memanfaatkan zeolit, batuan aluminosilikat yang melimpah di Indonesia, terutama di kawasan pantai selatan Pulau Jawa. Material itu memiliki kemampuan mengikat dan menukar ion sehingga dapat dimodifikasi sesuai kebutuhan, termasuk sebagai media antimikrob.

“Zeolit memiliki struktur mikropori yang memungkinkan proses pertukaran ion, penyerapan, dan difusi berlangsung efektif,” ujar Zaenal.

Untuk meningkatkan daya bunuh terhadap bakteri, zeolit dikombinasikan dengan tembaga yang dikenal memiliki sifat antimikrob. Hasilnya berupa komposit yang digunakan sebagai media penyaring air.

Penelitian yang dipublikasikan dalam Jurnal Pengelolaan Lingkungan Berkelanjutan Volume 9 Nomor 1 Tahun 2025 menunjukkan hasil menjanjikan. Jumlah bakteri E. coli dalam air minum sebelum filtrasi mencapai 4,03 Log CFU/ml dan 2,50 Log CFU/ml. Setelah melewati filter zeolit antimikrob, jumlah bakteri turun menjadi 1,16 Log CFU/ml pada hari pertama dan tidak terdeteksi lagi pada hari ke-9.

Penurunan serupa terjadi pada bakteri Salmonella sp. yang semula mencapai 5,57–5,94 Log CFU/ml. Setelah proses filtrasi, bakteri tersebut tidak lagi terdeteksi dalam sampel air.

Hasil penelitian menunjukkan filter zeolit antimikrob berpotensi menjadi solusi alami untuk meningkatkan kualitas air minum di peternakan ayam sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap antibiotik dan disinfektan berbasis klorin.


Artikel Terbaru

Cangkang Udang Jadi Sumber Astaxanthin Bernilai Tinggi

Cangkang udang yang selama ini terbuang sebagai limbah ternyata menyimpan potensi ekonomi besar. Melalui inovasi berbasis bioteknologi, limbah tersebut...

More Articles Like This