Fitobiotik untuk Peternakan

Rekomendasi
- Advertisement -

Trubus.id – Lonjakan permintaan produk ternak mendorong dunia peternakan mencari cara agar tetap menghasilkan pangan sehat. Situasi ini semakin menantang karena industri harus memenuhi standar tanpa bergantung pada antibiotik.

Peternak dituntut menghasilkan daging, susu, dan telur yang aman dikonsumsi tanpa residu obat. Selain itu, praktik peternakan pun harus memperhatikan kesejahteraan hewan dan dampaknya terhadap lingkungan.

Menanggapi tantangan tersebut, kalangan akademisi dan industri mulai meneliti bahan alami pengganti antibiotik. Salah satu hasil riset yang kini mencuat adalah penggunaan fitobiotik dalam pakan ternak.

Fitobiotik berasal dari senyawa tanaman yang punya sifat antibakteri dan antioksidan. Bahan ini tidak hanya menyehatkan ternak, tapi juga meningkatkan kualitas produk peternakan.

Prof. Dr. Ir. Chusnul Hanim, Guru Besar Fakultas Peternakan UGM, menyampaikan hal itu dalam pidato pengukuhan di Balai Senat UGM. Ia menegaskan bahwa fitobiotik bisa menjadi pengganti antibiotik dalam usaha peternakan modern.

Melansir pada laman UGM menurutnya, penggunaan antibiotik secara berlebihan justru menimbulkan resistensi obat pada hewan. Fitobiotik hadir sebagai alternatif yang lebih aman dan ramah lingkungan.

Pada ayam petelur, penambahan fitobiotik dalam pakan bisa meningkatkan warna kuning telur. Sedangkan pada ayam pedaging, bahan ini menjaga performa meski kandungan protein pakan lebih rendah.

Fitobiotik dalam bentuk premix herbal juga mampu berfungsi sebagai antioksidan alami. Hal ini memungkinkan ternak tetap sehat meskipun tanpa pakan tinggi protein.

Dari sisi kesejahteraan hewan, fitobiotik membantu menekan stres oksidatif. Itu terlihat dari meningkatnya aktivitas enzim antioksidan dalam tubuh ayam.

Manfaat lain dari bahan ini adalah menurunkan emisi amonia di kandang. Pakan dengan kandungan fitobiotik menurunkan kadar amonia pada litter yang bisa membahayakan kesehatan.

Lingkungan kandang yang lebih bersih berdampak positif pada kesehatan ayam dan pekerja. Selain itu, kondisi kandang yang ideal juga mendukung produktivitas peternakan secara keseluruhan.

Industri peternakan juga menghadapi tekanan karena dianggap menyumbang emisi gas rumah kaca. Gas seperti metana, karbon dioksida, dan nitrogen oksida berasal dari aktivitas fermentasi pakan di perut ternak ruminansia.

Fitobiotik berpotensi menekan emisi metana melalui mekanisme antimetanogenik. Bahan ini membantu menyeimbangkan mikroorganisme di rumen agar emisi gas bisa dikurangi.

Dengan strategi pemberian pakan berbasis fitobiotik, fermentasi tetap optimal tanpa menghasilkan gas berlebihan. Hasilnya, peternakan bisa lebih ramah lingkungan tanpa mengorbankan performa ternak.

Prof. Hanim menegaskan bahwa manfaat fitobiotik berlaku untuk berbagai jenis ternak, baik ruminansia maupun nonruminansia. Ia mendorong agar riset dan implementasi bahan ini terus dikembangkan untuk masa depan peternakan berkelanjutan.

https://trubus.id/wp-content/uploads/2026/08/spanduk-roll-banner-website.jpg.jpeg
Artikel Terbaru

Jambu Biji Muda Berpotensi Jadi Bahan Teh Fungsional

Jambu biji muda ternyata berpotensi diolah menjadi teh fungsional. Pemanfaatan buah yang masih muda tersebut bahkan menarik perhatian di...

More Articles Like This