Saturday, August 13, 2022

Floriade: Firdaus 65 Hektar

- Advertisement -spot_img
Must Read
- Advertisement -spot_img

Taman aster, warna putih bunga Aster alpinus 'albus' kontras dengan hijaunya lapangan rumput dan pepohonan di sekitarnyaSpektakuler! Itu kata yang tepat untuk menggambarkan pesta florikultura dunia Floriade 2012 di Venlo, Belanda.

Menghabiskan waktu tiga puluh menit di anjungan Bulgaria sungguh jauh dari menjemukan. Anjungan negara beribukota Sofia itu menampilkan taman minimalis nan menawan. Empat kotak tanam berbentuk motif sulaman khas Bulgaria seluas kira-kira 4 m2 tepat setelah pintu gerbang berbentuk pergola berhias geranium berbunga merah di dalam pot langsung menyambut pengunjung. Masing-masing dua kotak tanam di kanan dan dua di kiri jalan setapak yang menghubungkan pintu gerbang dengan rumah kayu dan halamannya.

Melihatnya segera saja bola mata kita dimanjakan pemandangan elok nan mengagumkan. Pada setiap kotak tanam yang berbentuk pola geometris itu tumbuh rumpun-rumpun bunga menyerupai krisan berwarna kuning dan jingga yang kontras dengan rumpun-rumpun aster berbunga putih atau kembang serupa verbena berwarna ungu. Sosok tanaman hanya setinggi kepalan tangan, tapi berbunga penuh.

Krisantemum yang kita kenal di tanahair berupa tanaman semak hingga setinggi bahu orang dewasa. Bunga seruni itu lebih populer sebagai bunga potong. Pantas berpuluh-puluh orang pun berhenti menikmati keindahan taman bermotif ala kostum penari tradisioal Bulgaria itu. Mereka berpose dan mengabadikan taman unik itu.

Lalu masuklah ke dalam menuju taman di depan rumah kayu. Taman terlihat meriah dengan geranium berwarna merah cerah dan merah jambu tua dalam pot-pot dari tanah liat, berpadu dengan lavender berbunga ungu. Di dekat situ ada rumpun-rumpun tanaman bunga herba seperti Matricana reculita dan jombang Taraxacum officinale. Di Kanada kembang dandelion T. officinale kerap dimanfaatkan sebagai diuretik alias peluruh urine. Keindahahan taman Bulgaria kian sempurna dengan rumpun-rumpun mawar tipe grandiflora-berbunga besar dan petal berlapis-lapis-mengelilingi taman. Suara gemercik terdengar dari air yang jatuh dari pancuran kayu.

Panggung dunia

Keelokan taman bermotif itu hanya salah satu wahana dari firdaus bernama Floriade 2012. Pesta sepuluh tahunan industri florikultura itu mengisi lahan seluas 65 ha di kota Venlo, Belanda. Venlo berjarak sekitar dua jam bermobil melalui jalan bebas hambatan dari Amsterdam ke arah tenggara. Kota kecil di Provinsi Limburg itu salah satu sentra hortikultura di Belanda. Hutan kayu seluas 25 ha di dalamnya masih dipertahankan. Sisanya merupakan bekas lahan pertanian.

Sebelumnya Floriade diselenggarakan di Rotterdam (1960), Amsterdam (1972 dan 1982), Zoetermeer (1992), dan Harlemmermeer (2002). Pesta flora dunia ke-6 itu menawarkan lima tema besar: Environtment, World Show Stage, Education & Innovation, Relax & Heal, dan Green Engine. Taman Bulgaria menjadi salah satu bagian dari tema World Show Stage, antara lain terdiri dari deretan paviliun dari berbagai negara.

Berdampingan dengan Bulgaria, kita bisa menikmati keindahan taman khas Mediterania di paviliun Italia. Atau taman Turki yang didominasi warna biru ornamen keramik. Setiap negara tidak hanya menyuguhkan keindahan taman, tapi juga budaya dan komoditas unggul masing-masing. Saat memasuki anjungan Kenya, misalnya, pengunjung dimanjakan dengan suguhan kopi khasnya yang maknyus di lidah. Di paviliun Ekuador alunan alat musik khas seperti seruling yang direndengkan dan ditiup dari atas membahanakan nada-nada indah yang enak didengar.

Pertunjukan budaya juga yang menyambut ketika Trubus mampir ke anjungan Indonesia pada 15 Juli 2012. Alunan sasando dari Nusa Tenggara Timur dan angklung dari Jawa Barat yang menjadi salah satu bagian dari pentas the Wonderful Rhythm of Indonesia mempesona para pengunjung dari berbagai negara. Sobat Trubus dari Rotterdam, Belanda, Henk van Staalduinen dan pengunjung lain dengan antusias mengikuti sesi main angklung bersama. Harap mafhum lagu-lagu yang dibawakan akrab di telinga mereka. Sembari menggoyang angklung mereka pun menyanyikan Que Sera Sera yang dipopulerkan oleh Doris Day dan James Stewart pada era 1950-an.

Pada Floriade 2012 Indonesia “memboyong” antara lain rumah adat Toraja (Sulawesi Selatan), Lombok (Nusa Tenggara Barat), rumah panjang Kalimantan, dan pendopo rumah Jawa untuk mewakili keragaman budaya Nusantara. Pintu masuk berupa gerbang dari tumpukan batu bata merah khas Jawa. Di bagian tengah terdapat miniatur Borobudur. Di sanalah pengunjung banyak mengabadikan kedatangan mereka di paviliun Indonesia.

Ketika Floriade ke-5 pada 2002 di Haarlemmermeer rumah adat Betawi beserta ondel-ondelnya menjadi daya tarik utama               paviliun Indonesia. Singkong dan tebu, tanaman pekarangan yang sengaja dibawa sang perancang, Anggia Murni Soetopo, pun mengundang rasa ingin tahu. Pada 2012 salah satu tanaman yang menonjol ialah pisang merah. Tanaman khas lain bambu, palem-paleman, dan sikas haji Cycas revoluta.

Mobil hijau

Tema Green Engine menyuguhkan inovasi terbaru dalam energi hijau, seperti rumah mandiri energi dengan memanfaatkan sinar surya sebagai sumber energi. Sinar matahari itu ditangkap melalui panel-panel kaca. Energi panas itu yang kemudian diubah menjadi energi listrik untuk aktivitas di rumah dan menyalakan mobil hibrida. Atap dan dinding rumah ditumbuhi aneka tanaman untuk meredam hawa panas. Dengan taman atap dan taman vertikal itu penghuni rumah tak perlu pendingin udara untuk mendapatkan hawa dingin di dalam rumah. Tema taman atap dan taman vertikal cukup dominan terlihat pada pameran yang berlangsung sejak 5 April hingga 7 Oktober 2012 itu. Harap mafhum taman tak biasa itu memang tengah populer di dunia.

Suasana hijau juga hadir dengan dipertahankannya hutan seluas 25 ha terdiri dari oak, birch, currant, dan bird cherry. Pada musim panas itu rerumputan dan aneka bunga seperti dahlia, lili, dan geranium menghias hampir setiap sudut area Floriade, mulai pintu masuk hingga bagian paling belakang. Sementara lima minggu pertama sejak pembukaan pada April tulip dan daffodil yang mendominasi.

Konsep terbaru dalam menata taman dan tanaman hadir di sebuah gedung megah bernama Villa Flora. Bangunan berdinding dan beratap kaca seluas 7.500 m2 karya arsitek Jon Kristinsson itu merupakan pusat ekshibisi dalam ruangan. Di sana pengunjung akan dimanjakan dengan pameran aneka gaya rangkaian flora termutakhir. Pernahkah membayangkan kantong belanja menjadi pot? Nyatanya dengan sentuhan artistik kantong belanja menjadikan tanaman biasa tampil lebih menarik.

Kalau pada Floriade 2002 taman karnivora menjadi pusat perhatian pameran indoor, kini sepertinya taman vertikal jadi primadona. Aneka bromeliad misalnya, ditanam di atas panel berbentuk seperti saku baju yang disusun ke atas. Atau pot-pot berisi kalanchoe disusun di atas penyangga khusus berbentuk seperti bangku yang bisa ditumpuk hingga 17 tumpuk.

Di arena sama pengunjung dapat menyaksikan para pemenang lomba tanaman hias indoor yang ditata dalam wadah-wadah unik, misal potongan boks kayu. Pantas jika Yos Sutioso, pemilik nurseri anggrek, pekebun sayuran hidroponik, dan konsultan pertanian yang hadir bersama Trubus ke Floriade 2012 berujar, “Di sini banyak ide yang bisa didapat para pemain florikultura.”

Puas mengelilingi arena pameran dunia itu marilah beristirahat sejenak sambil duduk-duduk menikmati bunga, rerumputan, dan tanaman perdu yang dipadu-padan laksana taman surga. Sebelum pulang mengapa tak mampir ke toko serbaada untuk membeli oleh-oleh aneka tanaman sampai pin Floriade 2012 supaya teringat selalu pameran florikultura sepuluh tahunan nan spektakuler itu. (Evy Syariefa)

Keterangan Foto :

  1. Taman aster, warna putih bunga Aster alpinus ‘albus’ kontras dengan hijaunya lapangan rumput dan pepohonan di sekitarnya
  2. Bunga mirip krisan dan aster tapi bersosok pendek di taman Bulgaria
  3. Floriade 2012 seluas 65 ha dari atas sky train
  4. Mobil hibrida bertenaga listrik asal surya
  5. Greenhouse dari awal abad ke-20
  6. Tampil cantik dengan kantong belanja
  7. Rumah hijau memadukan roof dan vertical garden serta energi hijau dari sinar matahari
  8. Taman mediterania di paviliun Italia
  9. Paviliun Indonesia hadirkan rumah adat Nusantara
  10. Elok taman geometris Bulgaria dengan krisan dan aster
  11. Rerumputan dan bunga musim panas, dominan pada Juli
  12. Villa Flora, ajang pameran indoor Floriade 2012
Previous articleSebuah Taman Paling Berbeda
Next articleBETERNAK ELANG
- Advertisement -spot_img

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img
Latest News

Organik Tinggikan Produksi

Industri parfum, kosmetik, insektisida, dan aromaterapi merupakan beberapa sektor yang memerlukan minyak nilam. Bahkan dalam industri parfum tidak ada...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img