Monday, August 8, 2022

Fulus dari Daun Bungkus

- Advertisement -spot_img
Must Read
- Advertisement -spot_img
Ma’ruf mengelola kebun pisang batu di Kabupaten Malang, Jawa Timur.
(foto : Ahmad Chabib Alfiansyah)

TRUBUS — Omzet bisnis daun pisang sangat besar. Pekebun hanya mengembangkan satu jenis pisang batu untuk memasok pasar.

Ahmad Nuryadi memotong 4.000—5.000 pelepah daun pisang setiap hari. Di pekarangan warga Desa Bojongpandan, Kecamatan Tunjungteja, Kabupaten Serang, Banten, itu memisahkan helaian daun dari pelepah dan menggulung menjadi satu bal. Satu bal setara 200 pelepah. Jadi, 4.000—5.000 daun setara 20—25 bal. Menurut Nuryadi harga satu bal daun Rp120.000—Rp150.000.

Omzet perniagaan daun pisang mencapai Rp2 juta—Rp2,5 juta per hari. Laki-laki yang akrab disapa Yadi itu generasi kedua dalam bisnis daun pisang di keluarganya. “Orang tua mulai bisnis daun pisang pada tahun 1990-an sampai 2011. Setelah itu diserahkan ke saya,” kata Yadi. Nuryadi memasok para pedagang besar di beberapa pasar tradisional di Jakarta seperti Tanahabang, Kebayoran Baru, Palmerah, Kemayoran, dan Muaraangke.

Hanya pisang batu

Yadi bukan satu-satunya pengusaha yang menangguk laba dari daun pisang. Di Kota Surabaya, Ahmad Chabib Alfiansyah rutin memasok daun pisang untuk para pedagang di Surabaya, Kabupaten Sidoarjo, Kabupaten Kediri, Kabupaten Gresik, dan Kabupaten Malang, semua di Provinsi Jawa Timur. Setiap hari Chabib memasok 1—1,5 ton daun.
Chabib membagi daun-daun itu dalam bentuk gepit. Satu gepit berisi 14 lembar dengan bobot sekitar 1,1—1,2 kg. Harganya Rp8.000 per gepit. Setiap hari ada kiriman satu mobil bak terbuka sebanyak 2.000 gepit. Praktis omzet Chabib mencapai Rp16 juta per hari. Dalam sebulan, ia tak punya libur sebab pasokan mesti ada setiap hari. Daun pisang yang dianggap remeh oleh sebagian orang itu, justru berpeluang bisnis bagus.

Daun pisang batu bertekstur lembut dan tidak mudah robek.
(foto : Ahmad Chabib Alfiansyah)

Sayang, tidak semua jenis pisang daunnya layak memasok pasar. CV Dopang Indonesia, perusahaan milik Nuryadi, hanya memasok daun pisang batu Musa balbisiana. Demikian juga Chabib, hanya memasok daun pisang batu. Kelebihan daun pisang batu bertekstur lebih lembut, tidak mudah sobek, dan lebih tahan saat diolah baik melalui pembakaran atau pengukusan.

Lebih dari itu, daun pisang batu turut menambah cita rasa makanan. Nuryadi memperoleh pasokan daun dari kebun milik keluarga seluas 10 hektare. Selain itu, setidaknya ada 15 petani bermitra dengan laki-laki berusia 31 tahun itu. Total lahan mitra mencapai 30 hektare. Kebun-kebun itu hanya ditanami pisang batu. Populasi 4.000—5.000 tanaman per hektare.

“Sistemnya langganan. Dalam keadaan apa pun hasil kebun mereka harus kita ambil sebagai bentuk tanggung jawab,” kata Nuryadi. Sementara itu standar kualitas berdasarkan lebar daun. Menurut Chabib lebar daun berkisar 27—30 cm dengan panjang rata-rata 1,5 m. Chabib mengatakan, target pasar daun pisang cukup besar. Banyak orang mulai menerapkan konsep back to nature dan gaya hidup sehat termasuk untuk pembungkus makanan.

Lebih alami

Bagi penjual, penggunaan daun pisang turut menjadi pembeda produk dan dapat menambah nilai jual terutama bagi pelaku usaha kuliner. Daun pisang menjadi pilihan yang lebih alami dan ramah lingkungan dibandingkan plastik atau kertas minyak. Chabib menerapkan standar kualitas berdasarkan lebar daun. Lazimnya lebar berkisar 27—30 cm dan panjang rata-rata 1,5 m.

Menurut Chabib target pasar daun pisang cukup besar. Banyak orang mulai menerapkan konsep back to nature dan gaya hidup sehat termasuk untuk pembungkus makanan. Daun pisang menjadi pilihan yang lebih alami dan ramah lingkungan dibandingkan plastik atau kertas minyak.

Tak hanya pasar tradisional, pasar modern dan ekspor turut melirik daun pisang. Ukuran daun
(foto : Ahmad Chabib Alfiansyah)

Nuryadi menggolongkan produk daun berdasarkan bentuk dan ukuran untuk pasar modern. Ada dua bentuk yakni kotak dan bulat. Daun bulat, misalnya, berdiameter 10—25 cm. Perlakuan pascapanen meliputi pembersihan dengan kain basah dan pengemasan dalam plastik vakum. Itu bisa membuat daun bertahan hingga berbulan-bulan. Syaratnya suhu penyimpanan stabil -18ºC dan cara kemas sesuai standar.

Yadi membanderol daun bulat Rp200—Rp1.200 per lembar bergantung diameter. Lain halnya dengan perlakuan produk untuk pasar tradisional. Perlakuan pascapanen hanya pemotongan dan penggulungan. Tak heran bila daun gulungan hanya bertahan dengan baik selama tiga hari. Berbisnis daun pisang bukannya tanpa hambata. Nuryadi menghadapi masalah saat pandemi korona, permintaan anjlok signifikan.

Pada awal pandemi pasar tradisional hanya mampu menyerap 600—1.000 pelepah per hari. Itulah sebabnya pemasok daun pisang sejak 2011 itu mulai merintis peluang pasar modern seperti restoran dan retail modern. Nuryadi baru menjajaki penjualan daring. Perbedaannya ada pada jenis produk dan harga.

Pekebun lain, Ma’ruf, mengelola lahan pisang batu seluas 20 hektare di Malang, Jawa Timur, sejak 2000. Tak hanya itu, ia juga bermitra dengan setidaknya 20 petani. Luas kebun petani mitra mencapai 50 hektare. Lokasinya tersebar di Malang dan Lumajang. Di luar mitra itu, ada pula petani lain yang menjual putus. Sejatinya Chabib dan Yadi juga memperoleh permintaan dari luar kota bahkan luar negeri. Namun, mereka masih terkendala perlakuan pascapanen seperti pengemasan dan penyimpanan termasuk perizinan dan kargo.

Menurut dosen di Departemen Agribisnis Universitas Padjadjaran Bandung, Dr. Iwan Setiawan, S.P., M.Si., sejatinya peluang pasar daun pisang dalam negeri masih tinggi. Bahkan, bukan hal mustahil untuk meningkatkan peluangnya beberapa kali lipat bila perilaku ramah lingkungan melembaga di masyarakat. Iwan menekankan itu bisa terwujud jika penggunaan bungkus plastik, kertas, dan stirofoam direduksi. (Sinta Herian Pawestri)

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Organik Tinggikan Produksi

Industri parfum, kosmetik, insektisida, dan aromaterapi merupakan beberapa sektor yang memerlukan minyak nilam. Bahkan dalam industri parfum tidak ada...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img