Thursday, December 8, 2022

Galeri sang Primadona

Rekomendasi

Panjang daun mencapai 1,5 m dan lebarnya 2 jengkal tangan dewasa. Helaian daun keras dan gagah dengan urat-urat jelas. Waktu ada yang menawar Rp200-juta, Yoe menggeleng. Pemilik perusahaan jamu pelangsing tubuh itu baru mau melepas dengan bandrol Rp400-juta.

Bukan tanpa alasan anggota famili Araceae itu dipertahankan. Si cantik menyimpan 9 tongkol buah yang siap masak. Hitung-hitungan di atas kertas, setiap tongkol menghasilkan 1.000 biji. Dengan harga saat ini sekitar Rp30.000/biji, berarti A. jenmanii itu memendam Rp270-juta dalam tongkoltongkolnya. Itu belum termasuk harga tanaman, ujar pria berkulit putih itu.

Lagipula Yoe masih sayang pada kerabat aglaonema itu. A. jenmanii koleksinya boleh jadi terbesar di antara anthurium daun. Untuk mendapatkan yang seperti itu sulit. A. jenmanii kini tengah digandrungi. Banyak hobiis yang mencari. Dibanding jenis lain, A. jenmanii paling gagah, ujar Ir Sugiono Budhiprawiro, kolektor di Bogor. Apalagi banyak variasi bentuk yang dimiliki.

Menurut Sugi 5-10% biji dari 1 tongkol menghasilkan bentuk daun berbeda. Itu karena faktor-faktor silangan alami dengan bantuan serangga. Maka muncullah nama-nama seperti A. jenmanii cobra-karena bentuk daun seperti kepala ular sendok yang siaga, A. jenmanii wayang, dan mangkok mini.

Diminati

Yang tengah jadi primadona tak hanya A. jenmanii, A wave of love juga banyak dicari. Maklum penampilan anthurium berdaun seperti daun pisang bergelombang terlihat cantik. Sebut saja black wave milik Horas Pardomuan Batubara di Ciputat, Tangerang. Daunnya tebal dan bergelombang. Warna hijaunya pun mengkilap. Gara-gara menggondol peringkat ketiga pada lomba anthurium Trubus Agro Expo 2006, si ombak hitam jadi incaran.

Jenis lain yang naik daun adalah A bintang kejora. Anthurium bersosok tinggi tegak itu bersinar pada lomba anthurium Trubus Agro Expo 2006 sebagai juara ke-2. Gradasi tinggi mulai daun bawah hingga teratas bak pohon cemara. Bentuk daun pun unik dengan membentuk segitiga sama sisi nan lebar, wajar bila Pardomuan memberi nama bintang kejora domunium. Keunggulan lain, lebar daun mencapai 30 cm. Serangkaian keunggulan itu membuat bintang kejora kembali jadi incaran.

Tak ingin ketinggalan A reflexinervium pun maju ke tengah pentas. Anthurium itu istimewa, daun muda yang baru keluar sudah berkerut. Kelangkaan dan keunikan itu membuat tanaman dengan 7 daun itu dipatok lebih dari Rp12-juta. Pantas Agus Ridwanto, hobiis di Solo tergila-gila. Pertengahan 2006, Agus menemukan sang idaman dari salah satu nurseri di Bogor. Ini jenis langka sekali. Belum banyak yang punya, ujarnya bangga. Maklum, tanaman itu terbilang sulit dirawat. Ia butuh suhu dingin. Perkara daun-daun cantik itu jadi primadona tak lepas dari tren anthurium sejak setahun belakangan. Tak ingin ketinggalan, para kolektor pun berlomba mendapatkan. Ini dia anthurium yang paling dicari. (Lastioro Anmi Tambunan/Peliput: Syah Angkasa dan Evy Syariefa)

 

Previous articlee-book untuk Member
Next articleExtensions
- Advertisement -spot_img
Artikel Terbaru

Potensi Pemanfaatan Limbah Ceker Ayam sebagai Obat

Trubus.id — Mahasiswa Universitas Gadjah Mada menciptakan collagen tripeptide yang dihasilkan dari limbah ceker ayam sebagai alternatif pengobatan aterosklerosis.  Fitria Yuliana,...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img