Wednesday, August 10, 2022

Gamma Ditembakkan, Abnormal Didapat

- Advertisement -spot_img
Must Read
- Advertisement -spot_img

Kalau mendengar penuturan Ita, adenium yang Trubus temukan di kebun Suttikarn Jiamrattanaprateep di Bungkasam, Nongsua, Pathumthani, Thailand, tidak akan ada. Koong, sapaannya, punya adenium bersosok kerdil, cabangnya banyak, dan daun kecil lancip-lancip berwarna merah. Ketika digrafting, magic red dragon-begitu nama adenium hasil radiasi itu-menularkan sifat kerdil pada batang bawah. Akibatnya obesum yang dipakai sebagai batang bawah berubah menjadi tanaman bercabang dan berdaun banyak dengan ukuran kecil. Jika obesum yang tertular diambil pucuknya lalu digrafting ke obesum lain, obesum sambungan itu juga ikut mengerdil.

Perkara hasil radiasi tak dapat ditularkan diamini Prempree Na Songkhla. ‘Radiasi gamma yang dihasilkan dari cobalt-60 tak akan berpengaruh lagi ketika proses selesai,’ kata pimpinan redaksi majalah pertanian Kehakaset di Bangkok itu. Lazimnya penurunan sifat akan diwariskan pada anakan atau biji yang dihasilkan oleh tanaman hasil radiasi.

Namun, tidak tertutup kemungkinan hal itu tak terjadi sama sekali. ‘Secara umum, sifat tanaman hasil radiasi tidak bisa menular ke tanaman lain bila digrafting, tapi setiap peraturan punya pengecualian. Bisa saja diperoleh mutasi akibat grafting,’ kata Surawit Wannakrairoj, Ph.D, asisten professor di Biotechnology for Crop Improvement, Kasetsart University, Thailand. Faktor lain, akibat DNA tanaman itu sendiri. ‘Tanaman mutasi itu menghasilkan hormon penghambat tumbuh dalam jumlah besar. Hormon itu menekan pertumbuhan cabang dan daun sehingga urung membesar. Hanya saja, semua itu masih dugaan yang harus dibuktikan secara ilmiah,’ lanjut Surawit.

35 tahun

Di Indonesia sendiri belum pernah ditemukan kasus penularan sifat tanaman hasil radiasi ke tanaman lain. Di tanahair pemanfaatan radiasi pada tanaman dilakukan sejak 35 tahun silam oleh Batan. Pelaksananya Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknik Nuklir, Puslitbang Teknologi Isotop dan Radiasi. Namun, waktu itu aplikasi masih dikhususkan pada tanaman pangan seperti padi, kedelai, kacang hijau, dan gandum. Pemuliaan dengan teknologi radiasi hingga 2005 menghasilkan 12 varietas padi unggul. Sebut saja atomita 1, 2, 3, 4, cilosari, woyla, situgintung, kahayan dan winongo. Kedelai 4 varietas, seperti muria, tengger, meratus, dan rajabasa.

Radiasi tanaman hortikultura baru dilakukan 7 tahun lalu. Melalui radiasi, Batan menghasilkan pisang barangan dengan kulit kuning mulus tanpa bercak hitam. Dari krisan yang diradiasi sejak 2000 dihasilkan bunga beraneka warna: ungu, kuning, putih, dan merah jambu. Selain itu juga dihasilkan krisan yang toleran terhadap fotoperiodisitas dan bisa tumbuh serta berbunga di dataran rendah.

Selain krisan, anthurium, anggrek, euphorbia, dan aglaonema juga mulai diradiasi. Tujuannya agar didapatkan keberagaman. Dengan radiasi dihasilkan tanaman mutasi yang sifatnya berbeda dengan induk. Semakin besar variasi tanaman kian mudah seorang pemulia untuk menciptakan kultivar unggul.

Dr L Hartanto Nugroho M Agr, staf pengajar di Fakultas Biologi, UGM, pernah meradiasi tomat pada 1980-an. Tujuannya mendapatkan jenis yang tahan virus. Namun, dari 10.000 benih yang diradiasi dengan sinar gamma, hanya 1 yang tahan virus. Sedangkan radiasi pada tebu untuk mendapatkan jenis yang tahan penggerek tak berhasil. Dari 500 tunas yang diradiasi tak ada satu pun hasil yang sesuai keinginan.

‘Karena probabilitas mendapatkan jenis yang diharapkan rendah, teknik radiasi untuk menemukan varietas baru sudah lama ditinggalkan,’ kata Hartanto. Selain itu muncul teknik yang lebih maju, yaitu transgenik. Namun, pemanfaatan teknik radiasi pada tanaman hias masih terbuka lebar. Toh, untuk tanaman hias, keberagaman justru yang diinginkan.

Sumber

Radiasi dapat dilakukan dengan memanfaatkan sinar gamma, sinar-X, neutron, dan sinar beta. Namun, yang paling banyak dipakai adalah sinar gamma yang berasal dari cobalt-60 lantaran mudah diaplikasikan dan menghasilkan frekuensi mutasi yang tinggi.

Tanaman yang diradiasi tidak terbatas pada biji, tapi juga setek, capitulum, maupun tanaman utuh itu sendiri. Batan menyediakan fasilitas berupa Gamma chamber model 4000A bersumber sinar gamma dari cobalt-60 dengan aktivitas awal sebesar 3474.6632 curies dan Gamma cell model GC-220, 10.697 curies.

Pada umumnya Gamma chamber dan Gamma cell digunakan untuk penelitian yang memerlukan perlakuan radiasi akut, radiasi dengan laju dosis tinggi, seperti pada biji-bijian. Sedangkan radiasi kronik, radiasi dengan laju dosis rendah, terhadap tanaman pot atau tanaman dalam media kultur jaringan seperti kalus dan suspensi sel, digunakan Gamma room. Batan memiliki Gamma room model Panoramic Batch Irradiator bersumber sinar gamma dari cobalt-60 dengan aktivitas awal sebesar 75.000 curies.

Dengan radiasi, berbagai karakter tanaman diperbaiki, seperti produktivitas, pertumbuhan, umur, ketahanan terhadap hama dan penyakit, warna bunga, ukuran buah atau bunga, kandungan nutrisi, dan rasa. Tak heran bila teknik itu banyak dipakai di luar negeri. Thailand memanfaatkan sinar radiasi untuk menghasilkan beragam jenis dragon fruit.

Pada 1993, Malaysia mengeluarkan pisang novaria hasil induksi mutasi pada kultivar grande naine. Keunggulan cepat berbuah, tanamannya lebih pendek, potensi hasil tinggi, dan memiliki rasa yang enak. Austria menghasilkan apel golden haidegg yang lebih tahan simpan sekitar tiga minggu dan warna buahnya menjadi menarik. Semua kelebihan itu didapat dari hasil radisi gamma dengan cobalt-60. (Rosy Nur Apriyanti/Peliput: Evy Syariefa dan Destika Cahyana)

 

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Organik Tinggikan Produksi

Industri parfum, kosmetik, insektisida, dan aromaterapi merupakan beberapa sektor yang memerlukan minyak nilam. Bahkan dalam industri parfum tidak ada...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img