Thursday, August 11, 2022

Gandaria Manis Mayongchid di Thailand, Sotar di Kalimantan Barat

- Advertisement -spot_img
Must Read
- Advertisement -spot_img

Trubus menghitung, buah seukuran telur ayam kampung itu dijajakan di 13 stan penjual bibit buah-buahan. Buah dipajang sekadar contoh, bukan untuk dijual. Maklum pada Januari-saat liputan-musim raya belum tiba. Menurut Pichai Manichote, kenalan Trubus di Bangkok, kerabat mangga itu mulai panen raya pada April. Toh, tak mudah mendapatkan Bouea burmanica griff itu.

‘Saat sedang musim pun buah ini hanya ada di pasar-pasar swalayan, jarang ada di pedagang kakilima karena harganya mahal,’ ungkap Wassana Piroontorn, penyedia bibit di Prachinburi. Di pasar buah Otokok, Chatuchak, Bangkok, terlihat hanya ada 2 kios yang menyediakan mayongchid. Harganya 300-400 baht, sekitar Rp75.000-Rp100.000/kg, berisi 8-14 buah.

Mayongchid rasanya manis sedikit asam, menyegarkan. ‘Lebih enak ketimbang mangga. Manis sekali,’ ucap Mubin Usman, penangkar buah di Depok, saat mencicipi mayongchid di pasar Otokok. Teksturnya lembut.

Dua jenis

Menurut Pichai, ada dua jenis mayongchid yang dikenal di Thailand: yang asamnya dominan dan manis. Yang disebut pertama namanya mayonghang atau maprangmayong. Yang manis, ya mayongchid itu. Mayonghang biasanya dijadikan batang bawah karena perakarannya lebat dan kokoh. Mayongchid perakarannya kurang baik. Dilihat dari sosok buah keduanya hampir sama, sulit dibedakan.

Juk, wartawati majalah pertanian terkemuka Thailand Kehakaset, mendapati mayongchid tersebar di Provinsi Nakhonnayok dan Prachinburi-sebelah timur Bangkok; Uttaradit, Sukhothai, serta Pichit. Penanaman terbanyak di Nakhonnayok yang memproduksi hampir separuh pasokan ke Bangkok. Di sana buah yang bijinya kempes itu mulai dikebunkan intensif. ‘Mayongchid sangat menguntungkan karena selain cepat berproduksi juga harganya stabil tinggi,’ kata Wassana.

Anggota famili Anacardiaceae itu cocok tumbuh di tanah berpasir. Dengan perawatan intensif tanaman belajar berbuah umur 3 tahun dengan produksi 3-5 kg/pohon. Pada umur 5 tahun produksi meningkat drastis menjadi 20-30 kg. Produksi stabil di angka 80-120 kg ketika tanaman berumur di atas 10 tahun. ‘Setiap ranting mengeluarkan buah. Makanya buah lebat meski setiap dompol hanya digelayuti 1-5 buah,’ tutur Prasong Pumma, pekebun di Thasai Muang, Nakhonnayok.

Buah mayongchid keluar serentak sehingga musimnya sangat singkat, hanya sekitar 1 bulan. Namun, ‘Setahun bisa berbuah 2 kali yaitu pada Maret dan Oktober,’ tambah Prasong. Pekebun yang menanam mayongchid sejak 4 tahun silam itu mengaku belum pernah mengalami gagal panen. Tanaman yang bisa mencapai umur lebih dari 20 tahun itu pun tidak punya banyak musuh. ‘Di sini lalat buah tidak ada,’ ujarnya.

Ada di Kalimantan

Wajar jika Mubin Usman langsung kepincut membeli beberapa batang bibit seharga Rp70.000-Rp300.000/tanaman. ‘Ini (mayongchid, red) kalau ada di Jakarta pasti laku,’ kata pemilik nurseri Wijaya Tani itu. Maklum, di tanahair yang banyak beredar gandaria berkulit hijau yang masam untuk bahan sambal.

Pelacakan Sardi Duryatmo dan Dian Adijaya Susanto, wartawan Trubus, ke Kabupaten Melawi, Provinsi Kalimantan Barat, buah serupa mudah ditemukan. Rasanya manis tapi lebih kecil, hanya sebesar bola pingpong dan bentuknya bulat. Di Bumi Khatulistiwa itu gandaria manis disebut sotar.

Buah sotar banyak dijajakan di tepi jalan daerah Nanga Serawai, Kabupaten Sekadau. Harganya cuma Rp5.000/ kg, jauh lebih murah ketimbang di Bangkok. Bahkan saat panen raya, harga anjlok hingga separuhnya. Itu lantaran para pedagang cukup memungutnya dari hutan. Penduduk setempat belum ada yang berpikir untuk mengebunkan. Jadi, tidak perlu ke Bangkok mencari gandaria manis. Di Kalimantan juga ada. (A. Arie Raharjo/Peliput: Lastioro Anmi Tambunan, Sardi Duryatmo, dan Dian Adijaya Susanto)

 

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Organik Tinggikan Produksi

Industri parfum, kosmetik, insektisida, dan aromaterapi merupakan beberapa sektor yang memerlukan minyak nilam. Bahkan dalam industri parfum tidak ada...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img