Wednesday, August 10, 2022

Garis Baru di Tangan sang Guru

- Advertisement -spot_img
Must Read
- Advertisement -spot_img

Sisa batang bagian bawah dibagi lagi hingga berjumlah 8 buah. Batang-batang nan hijau segar itu lantas ditempelkan berjejer menyelimuti kayu penyangga oasis. Supaya susunan itu kuat melekat, seutas daun ilalang diikatkan mengelilingi batang.

Berikutnya giliran 10 batang futoy ruas Hippochaetes lymenalis yang dipenggal-penggal. Lidi air itu ditata serupa papyrus di oasis berbeda. Penampilan terlihat cantik dengan aksen cincin berwarna cokelat yang membatasi setiap ruas. Sebagai “pita” pengikat dililitkan sehelai dracaena berwarna hijau kuning.

Masing-masing oasis yang disangga kayu itu ditancapkan pada pot terbuat dari batang kelapa yang bagian tengahnya diisi oasis serupa. Kedua pot itu lantas diletakkan berjejeran di atas meja. Tak sampai semenit, tangan cekatan Andy Djati Utomo—perangkai bunga di Jakarta—menari-nari memilah, memotong, dan menancapkan puluhan daun potong lain.

Tiga helai puring berdaun merah tua dengan tulang merah cerah digulung membentuk lingkaran. Lalu ditancapkan pada oasis di bawah papyrus. Lalu satu per satu kuping gajah mini, homalomena kuning, dracaena putih, bromelia daun, puring kuning, cenescio berwarna keperakan, dan potongan asparagus bintang mengisi ruang oasis yang kosong. Sebagai sentuhan akhir digantungkan potongan futoy yang dibentuk seperti seikat sumpit.

4 sehat 5 sempurna

Pada pot batang kelapa lain, giliran tombak irian, dracaena hijau, pakis kristata, hanjuang merah, ekor tupai, dan anthurium bunga yang menemani batang-batang futoy ruas. Yang menarik, di tengahtengah rangkaian ditancapkan daun-daun calathea yang digulung membentuk setangkai bunga.

Bukan tanpa alasan bila Andy memilih tema daun untuk rangkaian yang dibuat. “Konsep fl oral design kan sebetulnya tidak melulu ‘bermain’ dengan bunga. Batang, akar, daun, dan buah pun termasuk fl ora yang bisa indah bila dirangkai dengan apik,” tutur pengajar di sekolah merangkai bunga Newline itu.

Kalau selama ini rangkaian bunga yang lebih populer, itu lantaran bunga potong punya banyak pilihan warna dan beraroma. “Sementara pilihan warna daun hanya berkutat pada gradasi warna hijau, merah, jingga, dan abu-abu,” lanjut pemegang sertifi kat American Institute of Floral Designer yang di tanahair hanya dimiliki oleh 2 perangkai itu.

Pot serasi

Agar rangkaian daun kian atraktif, pemilihan pot menentukan. Sebaiknya pilih pot berkesan alami seperti, batang kelapa, bambu, dan rotan. Pot kaca tembus pandang pun pantas digunakan. Itulah yang digunakan Teresa Maria Ineke Turangan—rekan Andy di Newline—untuk membuat rangkaian tanaman sukulen.

Segerombol kaktus opuntia kristata berwarna hijau dipadukan dengan 2 echevaria bertipe seperti bunga mekar dan saint paulia berbunga ungu dalam pot bening ceper berbentuk bulat. Supaya media tanam yang digunakan terlihat cantik dari balik pot kaca, potongan batu-batu hias berwarna-warni ditabur di bagian permukaan.

 

emilih pot bernuansa warna serasi dengan corak daun pun membuat rangkaian semakin memikat. Jengger ayam merah dan jingga, amaranthus hijau dengan aksen merah kekuningan, dan lolipop variegata berbunga jingga terlihat serasi di atas wadah bergradasi merah bata dan jingga. Untuk mempermanis, 3 tangkai anggrek epidendron—juga berbunga jingga—ditambahkan. Maka rangkaian daun pun tampil mempesona. (Evy Syariefa)

 

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Organik Tinggikan Produksi

Industri parfum, kosmetik, insektisida, dan aromaterapi merupakan beberapa sektor yang memerlukan minyak nilam. Bahkan dalam industri parfum tidak ada...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img