Tuesday, July 23, 2024

Gaya Minimalis sang Delapan Dewa

Rekomendasi
- Advertisement -

Sebatang euphorbia berbunga lebat di wadah pot keramik tampak anggun di atas meja. Sosok kompak, pendek, dan bertaburan bunga mungil berwarna merah. “Euphorbia berbunga mini mulai digandrungi hobiis. Ia multifungsi, bisa mempercantik teras dan ruangan,” tutur Franciscus Kusdianto, kolektor tanaman hias di Semarang.

Tidak ada yang menyangkal dompolan bunga euphorbia berwarna-warni memang cantik. Ukuran petal besar dan penuh corak. Sayang tanaman asal Madagaskar itu semula hanya bisa dinikmati di teras. Maklum, sosoknya besar dan cenderung nglancir. Kini dengan kehadiran si mini bunga delapan dewa itu ruang tamu tampak cantik.

Euphorbia mini cocok untuk dipajang di atas meja tamu. Bentuk tanaman pendek, kompak, rimbun, dan selalu memamerkan bunga mungil seukuran kancing baju. Duri yang menyelimuti batang bukan penghalang. “Mereka lebih tertarik dengan keindahan bunganya. Lagipula duri tertutupi daun dan bunga,” ungkap Chandra Gunawan, kolektor tanaman hias di Sawangan, Depok.

Bervariasi

Euphorbia berbunga mungil bukan tanaman baru di Indonesia. Delapan tahun silam ia pernah ngetren di kalangan hobiis. Namun, saat itu penampilan tanamankurang atraktif. Tangkai bunga pendek sehingga bunga tenggelam di balik daun. Warna bunga pun kebanyakan merah polos. Daun tipis membuat tanaman tidak tahan lama di dalam ruangan.

Kini si mungil tampil beda. Tajuk tanaman kompak dan tangkai bunga panjang sehingga bunga tersembul di selasela daun. Bentuk daun beragam dari bulathingga lanset, lebih tebal, dan mengkilap.Itu sebabnya ia tahan seminggu di dalam ruangan.

Penampilannya pun lebih glamour. Warna bervariasi: merah, merah muda,putih, jingga, dan kuning. Bahkan beberapa tanaman memiliki corak pada petalnya. Siapa tak terpikat euphorbiamini berbunga merah mencolok denganstrip putih tipis di tengah petal. Penampilan kian elok kala 8 kuntumberbunga serempak. Di antara rekanrekannya, jenis somonas paling unik.Tanaman itu mengeluarkan bunga dengan 4 warna berbeda. Merah, merah muda, putih, dan jingga.

Elemen taman

Para mini teranyar itu antara lain didatangkan Chandra Gunawan dari Taiwan. Di sana ia juga favorit hobiis karena lebih tahan banting saat musim dingin. Beda dengan euphorbia asal Thailand yang pertumbuhannya lambat kala musim dingin tiba. Lagipula pilihan dari negeri Siam terbatas. Misal red pearl berwarna merah dan merah muda dengan pinggir putih.

Di Pulau Formosa euphorbia mini dimanfaatkan sebagai border dangroundcover taman-taman kota. Maklum euphorbia itu tak berhenti berbunga.“Selama ini ngga ada tanaman groundcover yang bisa berbunga sepanjang tahun,” ujar Chandra. Selain euphorbia Taiwan dan Thailand, penggemar di tanah air punya pilihan jenis lokal. Gunawan Widjaya, perancang taman di Sentul, Bogor, giat mempoduksi euphorbia mini dari biji. Hasilnya tak kalah cantik. Petal berukuran kurang dari 1 cm berwarna merah ngejreng mirip red pearl. Apapun yang dipilih, belilah euphorbia yang sudah berbunga agar Anda tak kecewa. (Bertha Hapsari)

 

- Advertisement -spot_img
Artikel Terbaru

Pakai IoT di Kebun Jeruk, Hasil Panen Optimal

Trubus.id—Penggunaan internet of things (IoT) untuk pertanian turut membantu meningkatkan hasil panen dan kualitas produk. Pekebun jeruk di...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img