Sunday, November 27, 2022

Gaya Toshio di Serpong

Rekomendasi

Toshio lain di Serpong itu juga memiliki kolam koi tak kalah besar. Dibangun di atas tanah seluas 400 m2, ukuran petaknya mencapai 11 m x 8 m berkedalaman 2,5 m. Seperti Toshio, sang empunya kolam juga menggandrungi koi. Di kolam yang dibangun selama 3 bulan itu, sekitar 50 kohaku, sanke, showa, hingga utsurimono, semua beranjak jumbo di atas 65 cm, hilirmudik berenang.

Selain dapat dinikmati seluruh keluarga, kolam besar itu membuat koi dapat tumbuh cepat, kata Husin Arief, sang pemilik. Bagi alumnus Carrier Business College di Sydney, Australia, memiliki kolam sebesar itu impian sejak 10 tahun lalu. Maklum awalnya Husin hanya memiliki satu kolam ukuran 2 m x 3 m. Saat koleksi bertambah, kolam itu jadi kelihatan sempit, katanya.

Beratap polikarbonat

Menurut Winarso Tanuwidjaja, konsultan kolam koi di Jakarta Barat, di negeri Sakura sekalipun, membuat kolam besar di belakang rumah tidak lazim. Di Jepang kolam besar hanya ada di farm atau di tempat umum, katanya. Begitu juga di tanahair. Kecuali penyedia ikan, jarang ada kolektor memiliki kolam koi besar. Rata-rata ukuran kolam itu berkisar 2 m x 2 m hingga 4 m x 4 m.

Untuk membangun kolam dengan desain persegi panjang itu Husin berhitung cermat. Tanah digali dan dicor hingga menyerupai kolam sesungguhnya. Kemudian direktur perusahaan desain interior di Tangerang itu melapisi dinding kolam dengan beton water proofing setebal 5 cm. Kolam ini harus kuat tidak bocor hingga puluhan tahun, paparnya.

Dasar kolam koi pun dibuat cekung dengan sudut sekitar 30o. Dengan kemiringan itu, sampah dari sisa-sisa pakan dan kotoran ikan akan menggelinding lalu berkumpul di tengah-tengah cekungan. Tugas selanjutnya, sebuah pipa menyedot bahan organik itu ke dalam sistem filterisasi yang memiliki empat belas chamber. (baca: Empat Belas Petak Penjernih)

Tidak seperti Toshio Fukuda yang membiarkan kolamnya beratapkan langit, Husin memilih memakai atap. Atap setinggi 4 m itu berbahan polikarbonat yang bisa meloloskan 60% sinar matahari. Husin memang menginginkan air hujan sedapat mungkin tidak masuk ke dalam kolam. Air hujan di sini sifatnya asam sehingga bisa mempengaruhi kualitas air, ucap penggemar tunggangan Mercedes Benz itu.

Puas

Memberi pakan koi serta-merta menikmati liukan koi menjadi keasyikan tersendiri bagi Husin. Apalagi suami Hendrawati Johan itu suka sekali memberi sayuran: selada air dan jagung manis, di luar pelet sebagai menu utama. Sayuran itu diberikan sebatas untuk menguras sisa-sisa kotoran yang tertinggal dalam usus ikan.

Seperti Toshio, lupa waktu saat bercengkerama dengan koi juga terjadi pada Husin. Kalau lepas kontrol bisa sampai tengah malam di kolam, ujarnya. Maklum parameter air tak bosan-bosannya diukur. Suhu air tak boleh lebih dari 24oC. Demikian pula pH dan kesadahan air yang disesuaikan pakem di Jepang, 7 dan 1. Dengan semua itu Husin tak merasa rugi membangun sebuah kolam koi raksasa. (Hermansyah)

 

- Advertisement -spot_img
Artikel Terbaru

Empat Gabus Hias yang Cocok untuk Pemula

Trubus.id — Pehobi pemula perlu memahami jenis gabus hias atau channa. Hal ini karena masing-masing gabus hias memiliki tingkat...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img