Friday, December 2, 2022

Gelegar Kontes di 3 Kota

Rekomendasi

Itulah detik-detik terakhir penentuan juara kontes anthurium Trubus Agro Expo 2009 di Taman Rekreasi Wiladatika, Cibubur, Jakarta Timur. Sebanyak 38 kontestan beradu penampilan memperebutkan yang terbaik pada awal Maret 2009. ‘Meski gairah anthurium tak meledak seperti 2 tahun lalu, sosok peserta kontes bagus-bagus,’ kata Ukay. Ia menyebut di kelas madya yang dihuni 14 kontestan paling menarik. Delapan puluh persen peserta masuk kualitas kontes. Artinya, perawatan hobiis tak menurun meski tren anthurium sudah lewat setahun silam.

Tengok saja penampilan 3 juara di kelas madya. Sang kampiun, jenmanii koleksi Anugerah Firmanto, gagah karena daun yang cekung terlihat kekar. Itu karena daun tebal dan tulang daun besar. Pesaingnya, sang runner up tak kalah menawan. Jenmanii milik Rusli itu sebetulnya jauh lebih memikat dan bongsor ketimbang lawan yang mengalahkan. Sayang, koleksi Rusli mesti takluk karena beberapa titik cacat terlihat di daun muda. Di posisi ketiga bertengger jenmanii bertekstur kasar koleksi Maryadi. ‘Selisih nilai ketiganya tipis, tak sampai 1,5 poin,’ kata Ukay.

Persaingan di kelas prospek pun tak kalah seru. Yang menarik jenmanii variegata koleksi Anugerah Firmanto masuk menjadi runner up. Selama ini jenmanii variegata tergolong langka dan sulit memenangkan kontes karena sulit kompak. ‘Karena kurang klorofil biasanya pertumbuhan variegata tak bisa maksimal,’ kata Nurdi. Menurut Nurdi jenmanii berdaun belang dan bersosok kompak itu layak menjadi juara ke-2 karena betul-betul sehat. Sedangkan sang kampiun ialah jenmanii kerdil koleksi Rusli.

Concord

Di hari itu tak hanya anthurium yang bertarung seru, sebanyak 39 puring berlomba menjadi yang tercantik. Di arena itu puring concord koleksi nurseri Niki Sae, Bogor, menjadi pusat perhatian pengunjung. Musababnya, 3 juara di kelas di atas 75 cm direngkuh concord. Kampiun dan runner up direbut concord exotica dan posisi ketiga concord kuning. ‘Sosok concord menonjol karena daun lebar dan warna mencolok,’ kata Achmad Zulfikar, juri dari Komunitas Puring Indonesia.

Nama Niki Sae mencorong karena berhasil mengawinkan gelar juara dan runner up di kedua kelas: kurang dari 75 cm dan di atas 75 cm. ‘Semua tanaman juara asal Niki Sae sudah matang. Semua potensi warna merah bisa muncul,’ kata Heri Syaefudin, juri asal Sawangan, Depok. Di kelas kurang dari 75 cm, Niki Sae menang berkat red dragon. Sedangkan juara ke-2 merupakan hibrid.

Menurut Kuwadi, pemilik nurseri Niki Sae, kemenangan 4 klangenannya berkat perawatan yang panjang, 1,5 tahun. Setiap minggu ia memindahkan keempat puringnya dari tempat ternaungi dan terbuka secara bergantian. ‘Terlalu teduh kurang baik, dan terlalu panas juga jelek. Sama-sama gampang rontok, jadi mesti seimbang,’ katanya. Pada musim hujan Kuwadi mesti menutup pot dan media dengan plastik agar air hujan tidak menggenangi media.

Sansevieria

Iingar-bingar kontes pun terdengar di Surabaya, Jawa Timur. Bedanya di sana sansevieria yang menggegerkan Kota Buaya. ‘Tercatat 104 peserta berkompetisi. Kualitasnya pun di atas rata-rata karena peserta banyak yang juara di daerah asal,’ kata Atex Wiyono, panitia. Perang sansevieria di Surabaya Flora Festival itu dimeriahkan peserta dari Tangerang (Banten); Wonosobo, Pati, Solo (Jawa Tengah); DIY Yogyakarta; dan Jember, Banyuwangi, Ponorogo, Kediri, Probolinggo, dan Gresik (Jawa Timur).

Menurut Atex di arena kontes itu nama Tangerang Sansevieria Club (TSC) berkibar. TSC merebut 4 gelar kampiun dari 9 kelas yang dipertandingkan. Keempat kampiun itu patens variegata (unik warna), aubrytiana kristata (unik bentuk), boncel (daun bulat majemuk), dan pinguicula (daun bulat tunggal). ‘Dari 14 tanaman yang dibawa, 4 tanaman merebut juara ke-1. Sebanyak 3 tanaman mendapat juara ke-2 dan 3,’ kata Surianto Kartaatmadja, anggota TSC. Nama Tangerang pun berkibar di Kota Buaya.

Heboh kontes tanaman hias juga terjadi di Pati, Jawa Tengah. Di Kota Bandeng itu 100 bonsai meramaikan Pesona Bonsai Pati 2009. Menurut Y Gatot Paryadi SH, panitia kontes, pemenang diambil 3 yang terbaik di setiap kategori-mame, kecil, sedang, dan besar. Lazimnya kontes bonsai hanya memilih 10 besar. (Destika Cahyana/Peliput: Imam Wiguna, Rosy Nur Apriyanti, dan Tri Susanti)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img
Artikel Terbaru

Tips Mengatur Pola Pakan Tepat untuk Kuda

Trubus.id — Berbeda dengan sapi, kuda termasuk hewan herbivora yang hanya mempunyai satu lambung (monogastrik) sehingga kuda sangat membutuhkan...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img