Wednesday, April 17, 2024

Geliat Bisnis Sayuran Kering Berpeluang Ekspor

Rekomendasi
- Advertisement -

Trubus.id— Pasar sayuran kering sangat prospektif di masa mendatang. Bahkan, pasar ekspor pun terbuka lebar. Salah satu produsen aneka sayur kering yakni Kuntadi. Pria asal Desa Siwodipuran, Kecamatan Boyolali, Kabupaten Boyolali, Provinsi Jawa Tengah itu bermitra dengan dua perusahaan yang meminta pasokan aneka jenis sayuran kering.

Lima jenis sayuran kering yang paling banyak diminati yakni wortel, brokoli, daun bawang, labu parang, dan tomat. Ia membutuhkan 200 kg wortel segar yang menghasilkan 16—18 kg wortel kering (rendemen 8—9%) yang berharga Rp200.000—Rp240.000 per kg. Kuntandi dapat meraup omzet  Rp3,2 juta—Rp3,84 juta per bulan hanya dari wortel kering.

Pendapatan Kuntadi lebih banyak karena ia mengolah hingga 5 ton aneka sayuran segar, beras, dan tanaman bumbu (seasoning) per bulan. Tanaman bumbu kering olahan Kuntadi antara lain oleander, parsley, dan daun jeruk purut.

Kuntadi sudah mengurus izin untuk memproduksi 32 jenis sayuran dan tanaman bumbu. Harga tiap jenis sayuran berbeda tergantung harga bahan baku dan rendemen. Misal brokoli Rp400.000—Rp450.000 per kg. Sementara labu parang lebih merah yakni Rp160.000—Rp180.000 per kg, dan daun bawang Rp300.000 per g, dan tomat Rp500.000 per kg.

“Rendemen tomat hanya 3%,” kata Kuntadi. Artinya 100 kg tomat segar hanya menghasilkan 3 kg tomat kering. Keruan saja harga nya lebih mahal. Bagaimana caranya membuat sayuran kering? Kuntadi mengeringkan sayuran dengan alat food dehydrator.

Keunggulan alat itu tidak membuat produk mengalami kerusakan fisik maupun kimia secara berlebihan. Prinsip kerja food dehydrator yaitu beroperasi menggunakan elemen pemanas untuk menyebarkan hawa panas.

Kemudian kipas angin di dalam alat itu berfungsi menyebarkan udara panas pada bahan makanan yang dikeringkan. Cukup potong-potong sayuran sesuai permintaan perusahaan mitra.

“Permintaan mitra berubah-ubah. Pertama pesan minta ukurannya 3—4 mm. Sekarang berubah menjadi 1,5 mm. Ada juga mitra yang minta menjadi tepung dengan tingkat kehalusan berbeda,” ujar Kuntadi.

Sejatinya terdapat produsen lain yang memasok sayuran kering. Baca selengkapnya pada Majalah Edisi 652 Maret 2024  yang mengupas tuntas Inovasi Pupuk : Tingkatkan Produksi Hingga 100%. Dapatkan Majalah Trubus Edisi 652 Maret 2024 di Trubus Online Shop atau hubungi WhatsApp admin pemasaran Majalah Trubus.

- Advertisement -spot_img
Artikel Terbaru

Peternak di Kabupaten Magelang Sukses Silangkan Ayam Poland

Trubus.id—Penggemar ayam poland di Indonesia berasal dari berbagai daerah. Alasannya karena sosok ayam poland sangat unik. Muhammad Doni Saputra...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img