Friday, December 2, 2022

Generasi Ketiga Soya

Rekomendasi

Bakpia ampas tahu sebagai pengganti isi kacang hijauAmpas tahu menjadi bahan baku bakpia dan selai yang lezat.

Pejabat di Kabupaten Bantul, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, itu mengambil sebuah bakpia di sebuah paviliun ekshibisi ketahanan pangan. Ia lalu mengunyah penganan itu dan berkata kepada penjaga stan, Ira Widanarti, “Enak, ya Bu.” Ia kembali mengambil sebuah bakpia lezat itu. Ira membuat sendiri kudapan itu. Yang membedakan bakpia bikinan Ira dengan bakpia lain adalah isinya berupa olahan ampas tahu.

Lazimnya penganan khas Kota Gudeg itu berbahan kumbu alias kacang hijau lepas kulit. Bagi sebagian orang, tekstur ampas tahu tetap terasa karena lebih kasar ketimbang kacang hijau. Menurut Ir Siti Rahayu, mantan peneliti pascapanen di Balai Penerapan Teknologi Pertanian Yogyakarta, pemanfaatan ampas tahu di tanahair sebagai bahan makanan masih minim.

Padahal, sisa perasan kedelai itu masih mengandung gizi, seperti protein, lemak, karbohidrat, energi, dan mineral. Sayang, bahan itu justru banyak terbuang sehingga mencemari lingkungan. Produsen tahu membuang ampas ke selokan karena menganggap tidak berguna.

Ampas segar

Walau bergizi, untuk membuat isi bakpia, Ira Widanarti hanya menggunakan ampas tahu segar atau paling lama 2 jam pascapengolahan tahu. Maklum, ampas tahu kaya protein sehingga bakteri dari udara yang hinggap segera berkembang biak. Akibatnya ampas menjadi cepat masam dan menguarkan bau tidak sedap. Selain itu, ampas yang tak lagi segar menyebabkan kualitas organoleptik menurun.

“Bila tidak dikukus, makanan berbahan dasar ampas tahu akan memiliki aroma khas ampas dan rasanya masam,” tutur Retno Utami Hatmini ST, peneliti pascapanen di Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Yogyakarta. Itulah sebabnya, Ira mengukus ampas padat itu selama 2 jam sebelum mengolah menjadi isi bakpia. Saat aroma khas tahu menguar, pengukusan pun berakhir. Selain mengurangi kadar air, pengukusan sekaligus menekan jumlah mikroba pengurai yang menurunkan citarasa dan daya simpan.

Hasilnya, bakpia ampas tahu tanpa pengawet makanan itu tahan simpan sampai 4 hari, tidak kalah dengan produk sejenis berbahan kacang hijau. Menurut Ira biaya produksi bakpia berbahan ampas tahu terpangkas hingga 50%. Sebab, harga bahan baku relatif murah, hanya Rp500 per kg. Ira tertarik membuat bakpia ampas tahu saat mengikuti pelatihan dari Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Yogyakarta pada 2008.

Kini Ira membuat bakpia ampas tahu berdasarkan pesanan. Biasanya jumlah sekali memesan 100-200 buah bakpia. Konsumen memesan bakpia ampas tahu itu sebagai penganan saat acara arisan, peringatan 17 Agustus, atau pertemuan lain.

Selai

Selain untuk isi bakpia, ampas tahu bahan potensial untuk selai roti. Dian Purnami dan rekan dari Jurusan Teknik Kimia Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, mengolah ampas tahu menjadi selai dalam tiga varian rasa yakni apel, jambu biji, dan pisang. Untuk menghilangkan rasa tawar ampas, Dian dan rekan-rekan menambahkan jus buah segar sebanyak 2 kali bobot ampas tahu ke dalam adonan.

Proses pembuatannya mudah. Mula-mula mereka mengukus 0,5 kg ampas tahu segar selama satu jam. Selanjutnya mereka memblender sekilo buah segar dan menambahkannya ke dalam adonan bersama 0,5 kg gula pasir dan perisa makanan. Keempat mahasiswi itu lalu memasak semua bahan dengan api sedang. Saat adonan menjadi kecokelatan, selai bisa dinikmati.

Dengan pengemasan yang baik dalam botol tertutup, selai tanpa pengawet itu tahan simpan hingga dua pekan. Menurut Dian, tekstur ampas yang berserat itu cocok bila dibuat selai. Pembuatan sekilo selai hanya memerlukan biaya sekitar Rp20.000 sehingga relatif murah. Menurut Eddy Setyo Mudjajanto MS, ahli pangan dari Institut Pertanian Bogor, ampas tahu berpotensi menjadi salah satu solusi gizi masyarakat. Harga sangat murah dengan kandungan gizi memadai.

Yang  penting, perajin memperhatikan kebersihan bahan, terutama penggunaan air, selama proses pengolahan tahu. Tidak kalah penting, “Panaskan ampas sebelum digunakan untuk meminimalkan kontaminasi mikroba,” kata Eddy. Jika kedelai merupakan generasi pertama, olahan kedelai menjadi tahu merupakan generasi kedua, maka bakpia dan selai berbahan ampas tahu menjadi generasi ketiga.  (Andari Titisari)

Kedelai & Turunannya


 

 

Keterangan Foto :

  1. Bakpia ampas tahu sebagai pengganti isi kacang hijau
  2. Ampas tahu selama ini menjadi limbah padahal masih mengandung gizi
  3. Ira Widanarti memperkenalkan bakpia ampas tahu dengan nama bakpia prima tani
  4. Selai ampas tahu tanpa pengawet tahan 2 minggu

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img
Artikel Terbaru

Balitbangtan Menjajaki Kolaborasi dengan Turki atas Keberhasilannya Sertifikasi Varietas

Trubus.id — Balitbangtan yang telah bertransformasi Badan Standarisasi Instrumen Pertanian (BSIP) mulai memperkuat jejaring internasional salah satunya dengan kunjungan ke...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img