Thursday, December 8, 2022

Gepeng atau Bulat Sama Uniknya

Rekomendasi

Sepintas koleksi Husny Bahasuan, hobiis tanaman hias di Surabaa, itu menyerupai tanaman mati. Tak sehelai daun pun tumbuh dari bonggol gepeng itu. Hanya bekas potongan batang yang telah mengering di bagian tengah. Maklum, saat dibeli setahun silam cabang dipangkas untuk mempermudah pengemasan.

Husny lalu mengorek jaringan kayu dengan ujung kuku jari telunjuk. ‘Masih basah bukan? Artinya masih hidup,’ kata pengusaha kain sarung itu. Penyebab daun tak muncul hingga kini belum diketahui. Menurut Ir Edhi Sandra MS, ahli fisiologi tanaman Fakultas Kehutanan Institut Pertanian Bogor, tanaman berada dalam kondisi dorman. Artinya, pada masa itu pertumbuhan organ tanaman berhenti, tapi tanaman tetap hidup. Organ tanaman yang kerap mengalami dorman biasanya berupa biji atau umbi.

Batu fosil

Walau seperti mati, Husny rela merogoh jutaan rupiah demi mengoleksi Raphionacme procumbens. Ia kepincut lantaran tanaman asal Afrika Selatan itu berbonggol unik. Biasanya anggota famili Apocynaceae itu berbonggol bulat. Contohnya seperti yang dikoleksi Didi Permadi, hobiis di Serpong, Tangerang.

Keunikan Raphionacme procumbens sebetulnya tak hanya terlihat pada bonggol. Penampilannya kian menawan bila tanaman asal Afrika Selatan itu semarak bunga. Kerabat adenium itu bunganya berbentuk bintang. Warnanya hijau dengan semburat ungu di bagian tengah.

Tanaman yang ditemukan Friedrich Richard Rudolf Schlechter pada 1895 itu hanya salah satu di antara 40 jenis caudiciform alias tanaman berbonggol yang dikoleksi Husny. Koleksi istimewa lainnya adalah Sinningia leucotricha. Daun yang diselimuti bulu-bulu halus tebal berwarna perak membuat Husny jatuh hati pada kerabat gloxinia Sinningia speciosa itu.

Tanaman asal Brasil itu diperoleh dari nurseri di kawasan Lembang, Bandung. Ancaman kemat ian akibat perbedaan suhu ekstrim antara Lembang dan Surabaya tak menyurutkan Husny memboyong anggota famili Gesneriacea itu. Maklum, gloxinia lazimnya dijajakan di sentra-sentra tanaman hias beriklim sejuk seperti Bandung dan Cipanas.

Meski satu famili dengan gloxinia, Sinningia leucotricha memiliki daya adaptasi luas. Rambut yang menyelimuti daun menjadi penyelamat dari ancaman kematian akibat udara panas Surabaya. Bulu-bulu halus itu menghambat penguapan air dari jaringan tanaman. Persis seperti peran duri pada kaktus. Itulah sebabnya tanaman gurun itu bertahan hidup di lingkungan panas.

Daya tahan brazilian edelweiss itu juga berkat bonggol dan daun yang tebal. Kedua organ itu berperan menyimpan cadangan air. Mirip unta yang memiliki kantong air pada pencernaannya sehingga tahan kekeringan. Berbeda dengan gloxinia yang hanya memiliki rimpang dan berdaun tipis sehingga rentan hawa panas. Pantas bila hobiis di daerah panas seperti di Jakarta sulit menikmati kecantikan bunga gloxinia yang beraneka warna.

Kerabat ubijalar

Sukulen yang tak kalah cantik ialah Ipomoea bolusiana. Di habitat aslinya di Madagaskar, Afrika Selatan, kerabat ubijalar itu hanya tanaman semak. Keberadaannya di alam sulit diidentifikasi karena berbaur dengan tanaman semak lain. Kehadirannya baru dikenali bila sedang berbunga ketika menjelang musim panas. Bunganya yang berwarna merah muda dengan semburat ungu tampak menyolok di antara hamparan semak.

Di kebun Husny bolusiana berbalut pot cantik. Bonggol bulat yang di habitat aslinya kerap terpendam dibiarkan menyembul di permukaan media tanam. Daunnya yang merambat dibiarkan menjuntai. Penampilan kerabat ubijalar Ipomoea batatas itu kian menawan karena sedang berbunga. Kerabat kangkung lain yang juga dikoleksi Husny adalah Ipomoea cairica. Bentuk bonggolnya mirip I. bolusiana. Hanya saja berdaun lebih pendek.

Madagaskar memang surga sukulen berbonggol unik. Itulah sebabnya nurseri-nurseri di tanahair kerap mendatangkannya lewat Thailand. Negeri Seribu Candi itu memang menjadi persinggahan tanaman-tanaman eksotis dari negara kepulauan di Samudera Hindia itu. ‘Meski tidak tren, tetapi peminatnya selalu ada,’ ujar Boen Soediono, pemilik nurseri Bloomfield.

Contohnya ketika Boen mendatangkan aneka spesies euphorbia endemik Madagaskar. Belasan koleksinya langsung diborong habis seorang kolektor di Surabaya. Padahal harganya minimal Rp1-juta/tanaman.

Itulah sebabnya Boen selalu memajang sukulen unik asal Madagaskar pada setiap pameran. Pada Trubus Agro Expo 2008 di Senayan, Jakarta, ia memajang Commiphora orbicularis. Anggota famili Burseraceae itu menarik perhatian lantaran kulit batang tanaman setinggi 40 cm itu mengelupas sehingga tampak seperti tanaman purba. Di mancanegara tanaman itu kerap dijadikan bahan bonsai.

Bola duri

Sukulen lain yang dijajakan Boen adalah Operculicarya decaryi. Anggota famili Anacardiaceae itu berbonggol mirip adenium obesum. Bagian akar membentuk kaki-kaki yang menggelembung sehingga tampak berotot. Sedangkan daunnya mirip asam jawa Tamarindus indica. Keluarga Fabaceae itu juga kerap dijajakan sebagai tanaman bonsai di mancanegara.

Tanaman di salah satu sudut nurseri Watu Putih mencuri perhatian wartawan Trubus, Nesia Artdiyasa ketika berkunjung kesana pada September 2007. Di dalam pot berdiameter 40 cm menyembul bonggol menyerupai gbola duri. Duri itu sebetulnya kulit bonggol yang pecah. Penampang kulit tebal yang pecah itu menarik karena berwarna-warni seperti lapisan batu fosil kayu. Di habitatnya di beberapa kawasan di Afrika Selatan, keliling bonggol bisa mencapai 3 m dan tinggi 1 m dari permukaan tanah.

Keunikan Dioscorea elephantipes nama tanaman itu, membuat jatuh hati Jeanne Wenas, kolektor asal Surabaya. Harganya di atas Rp1-juta. Kini tak perlu menempuh perjalanan ribuan kilometer untuk menyaksikan sukulen asal Madagaskar yang eksotis. Begitu banyak tanaman unik asal bekas jajahan Perancis itu dikoleksi hobiis di tanahair. (Imam Wiguna/Peliput: Destika Cahyana)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img
Artikel Terbaru

Potensi Pemanfaatan Limbah Ceker Ayam sebagai Obat

Trubus.id — Mahasiswa Universitas Gadjah Mada menciptakan collagen tripeptide yang dihasilkan dari limbah ceker ayam sebagai alternatif pengobatan aterosklerosis.  Fitria Yuliana,...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img