Monday, August 15, 2022

Gurami? Tak Melulu Sente

- Advertisement -spot_img
Must Read
- Advertisement -spot_img

Jamak bagi peternak gurami untuk menanam sente 2-3 bulan sebelum menebar bibit gurami. Daun kerabat keladi itu sebagai pakan utama gurami. ‘Sente wajib ada dalam pembesaran gurami,’ ujar H Suryadi, peternak di Desa Pabuaran, Kabupaten Bogor. Menurut Suryadi, daun sente kaya serat yang dapat memperlancar pencernaan gurami.

Atau simaklah pengalaman Mohamad Sulhi Spi, peternak di Bogor. Pria yang juga periset di Balai Penelitian Perikanan Air Tawar, Bogor, itu membandingkan pertumbuhan gurami di dua kolam pembesaran yang letaknya bersebelahan. Ikan di kolam pertama diberi pakan pelet apung 100%. Sedangkan ikan di kolam kedua selain diberi pelet, juga daun sente sebanyak 5% dari bobot tubuh 2 hari sekali.

Pertumbuhan ikan dengan pakan pelet lebih cepat. Namun, setelah 4 bulan diamati, 5-10% populasi di kolam itu mengalami bisul dan mata belo. Sementara gurami yang diberi pakan tambahan daun sente pertumbuhannya normal dan sehat. Kandungan senyawa saponin, flavonoid, dan polifenol yang terdapat pada tangkai dan daun sente diduga mampu meningkatkan daya tahan ikan terhadap serangan penyakit.

Adaptasi fisiologis

Pengalaman Sulhi sejalan dengan penelitian yang dilakukan Susilo dan Hariyadi dari Fakultas Biologi, Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto. Mereka membagi 4 kelompok gurami yang masing-masing diberi pakan 75% daun sente, 25% pelet-50% daun sente, 50% pelet-25% daun sente, dan 75% pelet. Hasilnya, gurami yang diberi pakan 75% pelet menunjukkan efisiensi pakan tertinggi, tetapi angka kematian ikan sangat tinggi.

Susilo dan Hariyadi menyarankan kombinasi pakan 50 % pelet 25% daun sente untuk efisiensi pakan terbaik. Itu didasarkan gurami memiliki kemampuan untuk beradaptasi dengan kondisi lingkungan. Maksudnya, Osphronemus gouramy itu dapat mengalokasikan sumber pakan yang ada untuk diubah menjadi energi. Sejalan dengan riset yang dilakukan oleh Ir Petrus Hary Tjahja Soedibya, dari Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto.

Dalam tesisnya, Hary membandingkan pencernaan gurami yang diberi pakan cacing beku tubifex dan tepung daun sente. Gurami yang diberi pakan tubifex mengalokasikan 64,69% energi yang terserap dari pakan untuk proses metabolisme, 20,46% untuk pertumbuhan. Sisanya 14,72% dan 0,13% dikeluarkan melalui feses dan urin. Gurami yang mengkonsumsi sumber pakan tepung daun sente malah hanya mengalokasikan 58,44% energi yang terserap untuk metabolisme, 7,52% untuk pertumbuhan, dan 33,93% energi terekskresi melalui feses serta 0,11% lewat urin.

Menurut Hary fenomena itu membuktikan gurami mengalokasikan energi untuk beradaptasi secara fisiologis terhadap ketersediaan sumber pakan. Pengeluaran energi melalui feses dan urin pada gurami yang diberi pakan tepung sente lebih tinggi dibandingkan yang diberi pakan tubifex. Tingginya tingkat pengeluaran energi secara langsung akan mengurangi alokasi energi yang dibutuhkan untuk proses metabolisme dan pertumbuhan.

Laju pertumbuhan gurami yang diberi tubifex terlihat lebih baik, sebesar 0,84% per hari; tepung daun sente 0,43% per hari. Rendahnya laju pertumbuhan gurami yang mengkonsumsi tepung daun sente karena pakan sulit dicerna sehingga butuh energi lebih banyak untuk metabolisme. Itu tercermin pada pengukuran konsumsi oksigen yang tinggi yaitu sebesar 0,76 mg/g/j.

Alternatif sente

Oleh karena itu peternak tidak perlu menganggap sente sebagai menu utama bagi gurami. Sente yang diberikan sebanyak-banyaknya tidak akan memacu produktivitas. Makanya salah besar beberapa peternak tradisional di Jawa Barat tabu memberi pakan selain sente pada masa pemijahan induk gurami. Saat memijah induk gurami butuh asupan nutrisi dan protein tinggi. ‘Itu tak akan tercukupi oleh pemberian pakan berupa daun sente saja,’ ujar Sulhi.

Penelitian Sulhi bersama Hidayat Djajasewaka, rekan sejawatnya, pada 2002 menunjukkan hasil yang bertolak belakang. Saat itu Sulhi menambahkan pakan daun sente bervariasi antara 2-5% dan pelet berprotein 35% sebesar 1% dari bobot tubuh per hari pada induk gurami yang tengah memijah. Ternyata induk gurami yang diberi tambahan pakan daun sente terendah, 2% per hari, memperlihatkan kecepatan tumbuh, produksi telur, dan sarang isi tertinggi. ‘Artinya pemberian terlalu banyak sente tidak akan berdampak positif,’ kata Sulhi.

Sente sah-sah saja diberikan sebagai pakan tambahan untuk menyiasati harga pakan buatan yang semakin mahal, tapi bukan yang utama. Apalagi kini sente semakin sulit didapat. Suryadi mengaku harus membeli daun sente dengan harga Rp250/lembar. Padahal, ‘Seribu ekor gurami setiap harinya dapat menghabiskan 10 lembar daun,’ kata Suryadi. Menurut Sulhi selain sente masih banyak tanaman lain yang bisa dijadikan pakan tambahan untuk gurami. Contohnya caisin. ‘Kesehatan dan pertumbuhan gurami yang diberi caisin tak kalah dengan yang diberi sente,’ ujar Sulhi.

Jika caisin tak ada, Sulhi menyarankan kangkung darat juga bisa diberikan sebagai alternatif. ‘Kangkung lebih cepat tumbuh ketimbang sente,’ ujar Sulhi. Jika sente butuh tempat sedikit terlindung dan kelembapan tinggi untuk dapat tumbuh, kangkung darat adaptif di lingkungan tanpa naungan.

Kimpul atau talas, Xanthosoma violaceum, juga baik bagi gurami. Namun, lantaran bergetah peternak sebaiknya melayukan daun kimpul sebelum memberikannya pada gurami. Daun pepaya tak disarankan lantaran kandungan getah papain tinggi akan merusak kualitas air. ‘Gurami malah stres,’ tambahnya. Menurut Sulhi apa pun jenis dedaunan yang diberikan sebaiknya masih muda dan mudah dicerna. Pun, pemberian dedaunan itu tak lebih dari 2% dari bobot tubuh per hari. (Andretha Helmina)

 

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Organik Tinggikan Produksi

Industri parfum, kosmetik, insektisida, dan aromaterapi merupakan beberapa sektor yang memerlukan minyak nilam. Bahkan dalam industri parfum tidak ada...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img