Saturday, June 22, 2024

Hanya Ekspor 20 Tanaman Hias Per Bulan, Omzet Muhamad Rusli Ratusan Juta Rupiah

Rekomendasi
- Advertisement -

Trubus.id — Muhamad Rusli, penyilang sekaligus penjual tanaman hias di Ciapus, Kecamatan Tamansari, Kabupaten Bogor, rutin mengekspor kuping gajah ke Amerika Serikat. Volume ekspor rata-rata 10–20 tanaman per bulan.

Sedikit? Jumlah tanaman memang sedikit. Namun, harga jual fantastis, Rp30 juta per tanaman. Ia rutin mengekspor tanaman hias anggota famili Araceae itu sejak 2020. Menurut pemuda 33 tahun itu, pasar ekspor menghendaki tanaman yang sehat, berkarakter, dan jenis baru.

Konsumen kuping gajah di Negeri Paman Sam umumnya adalah pehobi. Rusli mendapat pasar ekspor dari relasi sesama penjual tanaman hias. Nurseri Rusli di Ciapus bernama Frisha Flora kerap menjadi tujuan kunjungan para pehobi tanaman hias dari mancanegara.

Perniagaan kuping gajah hasil silangan Rusli juga ramai di pasar domestik. Konsumen Rusli di pasar lokal adalah para pengepul dan pedagang tanaman hias. Mereka memasarkan kembali ke para pehobi. Serapan pasar lokal rata-rata 100–300 tanaman per bulan.

Adapun harga tanaman koleksi rata-rata Rp1 juta–Rp10 juta. Artinya, omzet dari perniagaan kuping gajah di pasar domestik minimal Rp100 juta saban bulan. Keruan saja Rusli mendapat rezeki “gajah” alias besar dari perniagaan kuping gajah.

“Jika harga tanaman terlalu tinggi, konsumen meminta per satu daun atau bonggol,” tutur Rusli.

Kuping gajah-kuping gajah itu hasil silangan Rusli. Sejak 2011 ia rajin menyilangkan beragam induk kuping gajah. Ia lantas menyeleksi dan membesarkan hasil silangan di dua rumah tanam masing-masing seluas 600 m2 dan 500 m2.

Pekebun itu menghasilkan ribuan jenis kuping gajah yang tertata mulai dari persemaian hingga siap jual. Kuping gajah yang populer antara lain, Anthurium king of spades atau (HU)—singkatan dari Haji Ulih atau nama ayah Rusli.

Anthurium itu kembali tren pada tiga tahun terakhir. “Jenis itu nyaris terjual setiap bulan di pasar ekspor,” kata Rusli. Harga jualnya mencapai Rp30–Rp50 juta. Anak ke 3 dari 5 bersaudara itu juga mengoleksi kuping gajah king of spades hasil silangan sejenis.

Hasil silangan tersebut melahirkan tanaman mutasi yang unik. Berdaun lebih tebal dan berwarna keemasan. Ia juga menyilangkan king of spades dengan red crystallinum. Karakter daun bulat dan warna merah pada daun baru. Koleksi lainnya adalah kuping gajah variegata seperti Anthurium silver variegata.

“Kebanyakan masih dijual sesama kolektor harga bervariasi Rp1 juta–Rp30 juta,” tutur pekebun kuping gajah sejak 2019 itu.

Sementara itu, yang paling banyak menghuni rumah tanam Rusli yakni jenis Anthurium papillilaminum. Jenis lain yang laku di pasaran adalah A.veitchii. “Makin panjang dan banyak kerutan makin bagus dan terbilang ekstrem,” tutur Rusli.

Panjang daun bisa sampai 1,5 meter berharga Rp10 juta. Wajar saja jika rumah tanam yang berisi ribuan kuping gajah itu mendatangkan omzet besar.

- Advertisement -spot_img
Artikel Terbaru

Ingin Tanam Alpukat? Catat Jenis Alpukat Menurut Permintaan Pasar

Trubus.id—Alpukat premium menjadi incaran pasar. Menurut Manajer Pengembangan Bisnis PT Laris Manis Utama Vendi Tri Suseno, S.T.P., kriteria alpukat...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img