Tuesday, November 29, 2022

Harum Mawar di Salak Juara

Rekomendasi

Satu dasawarsa silam salak mawar mesti puas di posisi pemenang harapan IV di bawah mangga manalagi, durian hepe, dan belimbing. Pada LBUN 1994 itu seluruh buah memang dilombakan tanpa dikelompokkan. Kejadian serupa berulang setahun kemudian. Lagilagi mawar cuma sebagai pemenang harapan III. Waktu itu nangka yang menjadi jawara diikuti belimbing wulan dan mangga arumanis.

Pengategorian setiap jenis buah dalam 1 kelompok sejak LBUN 2003 membuat pertandingan berjalan lebih fair. Salak diadu dengan salak, belimbing dengan belimbing. Mangga pun hanya diperbandingkan dengan sesamanya. Hasilnya, mawar sukses menggenggam gelar sebagai yang terbaik.

Harum

Memang pantas mawar menjadi pemenang. Tak hanya manis, silangan induk betina gulopasir dan jantan sidempuan yang dikawinkan dengan pondoh itu juga renyah, juicy, dan tebal. “Kelebihan lain, mawar beraroma harum,” tutur Rudi Sendjaja, juri wakil praktikus pemasar buah-buahan. Dengan segala keistimewaan itu, buah yang dipetik dari pohon induk berumur 10 tahun itu mengalahkan 8 rivalnya.

Rasa manis diturunkan dari induk pondoh dan gulopasir. Sementara sifat juicy diwarisi dari sidempuan. Aroma harum yang tercium mengingatkan Greg pada bunga kesayangan: mawar. Jadilah s a l a k y a n g “lahir” pada 1991 itu menyandang nama si ratu bunga. Kelebihan lain, produktivitas mawar cukup tinggi. Satu tandan pohon dewasa berumur 2 tahun menghasilkan hingga 6—8 tandan. Satu tandan berisi 40-an buah bila tidak dijarangkan, dengan bobot total di atas 5 kg. Toh, itu tak menyurutkan tekad Greg untuk terus melakukan penyilangan. “Impian saya menghasilkan mawar berdaging merah,” tutur kelahiran Sukabumi 56 tahun silam itu. Impian itu sebuah keniscayaan bila mawar dikawinkan kembali dengan sidempuan yang memang berdaging merah.

Lantaran memiliki sejumlah kelebihan, sekitar 2 tahun silam salak mawar dikembangkan secara luas di Riau. Total populasi sekitar 1.000 pohon—sesuai jumlah bibit yang keluar dari kebun Greg. Saat ini mestinya tanaman sudah dewasa dan berbuah.

Silangan pondoh

“Perlawanan” cukup ketat diberikan oleh salak kiriman Sumarji dari Bontang, Kalimantan Timur. Sosok anggota famili Arecaceae itu menarik, bulat dengan sisik berbaris rapi yang mengkilat. Sama seperti mawar, bontang juga berdaging tebal, manis, dan juicy dengan kulit tipis yang agak lekat. “Rasanya seperti salak bali,” ujar Drs Hendro Soenarjono, juri lain. Sayang, aroma kurang tercium. Buah yang dipetik dari tanaman berumur 7 tahun itu mesti puas di posisi pemenang harapan.

Peserta lain pun sebenarnya tak kalah enak. Sebut saja salak pondoh bulan yang beraroma harum dan manis. Sayang, ukuran biji snakefruit hasil silangan pondoh super dan bangkalan itu agak besar. Begitu pula salak degan—hasil perkawinan pondoh hitam dengan bangkalan—meski manis segar tapi masih kalah daripada mawar dan bontang. (Evy Syariefa)

 

- Advertisement -spot_img
Artikel Terbaru

Robusta Rasa Kelapa

Trubus.id — “Kopi arabikanya enak.” Itulah yang kerap terucap dari para penikmat kopi ketika mencicipi kopi asal Desa Tamansari,...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img