Tuesday, November 29, 2022

Harum Selembar Papan

Rekomendasi

Habis wangi, sepah tak dibuang.

Para penyuling akarwangi Andropogon zizanioides memang membuang limbah setelah memperoleh minyak asiri. Rendemen penyulingan hanya 1,5-3% sehingga 97% bobot akarwangi menjadi limbah. Jika penyuling mengolah 1 ton akarwangi maka 970 kg menjadi limbah. Padahal, sampah penyulingan itu mengandung lignoselulosa yang berpotensi sebagai bahan papan partikel.

Guru besar di Fakultas Teknologi Pertanian Insitut Pertanian Bogor, Prof Dr Erliza Hambali, membuktikan bahwa limbah akarwangi itu bermanfaat untuk papan. Menurut Dr Ir Dede Hermawan MSc dari Departemen Teknologi Hasil Hutan, Institut Pertanian Bogor, semua bahan yang berserat dapat dijadikan papan partikel. “Yang penting bahan papan partikel mengandung lignoselulosa,” tutur Dede.

Multiguna

Prof Erliza merendam limbah dalam air bersuhu kamar selama 3 hari. “Tujuannya mengurangi zat ekstraktif yang menghalangi lem masuk ke pori-pori partikel,” tutur doktor alumnus Institut Pertanian Bogor itu. Hasil perendaman belum mencukupi syarat bahan. Itu karena keteguhan rekat internal papan masih rendah, yaitu 1,21 kg/cm2, standar minimal 2,04 kg/cm2. Keteguhan rekat internal adalah satuan yang menunjukkan kekuatan tarik papan tegak lurus dengan permukaan.

Untuk mengatasi hal itu, Erliza merendam limbah akarwangi pada air mendidih selama 3 jam. Tujuannya menghilangkan lemak dari permukaan partikel. Berkurangnya zat ekstraktif meningkatkan kandungan lignoselulosa dan kekasaran permukaan akibat terdegradasinya lemak pada permukaan partikel. Perendaman dengan air mendidih mendongkrak zat ekstraktif yang terlarut, yakni 11,05%. Bandingkan dengan perendaman dengan air dingin, hanya 8,78% zat ekstraktif yang terlarut.

Selanjutnya, Erliza merajang limbah menjadi 4 ukuran partikel: 6-10 mesh, partikel sedang ukuran 10-18 mesh, partikel halus 18-32 mesh, dan debu berukuran kurang dari 32 mesh. Ia merekatkan partikel menjadi papan dengan perangkat glue spreader dan perekat urea formaldehida (UF). Lem jenis UF lazim digunakan untuk pembuatan interior dalam ruangan dan tidak mendapat pengaruh langsung oleh cuaca.

Setelah melewati mesin pengempa panas selama 10 menit itu menghasilkan papan partikel yang secara kasat mata tidak berbeda dengan material sejenis dari bahan bubur kayu. Untuk membuat papan berukuran 30 cm x 30 m x 10 m, Erliza memerlukan 1 kg akarwangi bekas sulingan. Jika produksi minyak akarwangi nasional 1,8 ton per tahun, maka terdapat 1,7 ton limbah setara 1.700 buah papan partikel berukuran 30 cm x 30 cm x 10 cm.

Ide membuat papan muncul saat Erliza mengunjungi sentra penyulingan minyak akarwangi di Kabupaten Garut, Jawa Barat. Tumpukan limbah akarwangi sisa penyulingan menarik perhatiannya. Limbah itu hanya berakhir di tungku sebagai bahan bakar penyulingan. Padahal, sebagai bahan papan partikel, akar  tanaman anggota famili Poaceae itu punya banyak keunggulan, seperti menguarkan aroma harum lantaran masih mengandung minyak asiri.

Pemilik rumah pun tak perlu pengharum ruangan. Tidak cuma itu, “Aromanya tidak disukai nyamuk,” kata Erliza. Apalagi masa produksi akarwangi singkat lantaran panen dalam 8-12 bulan pascatanam. Bandingkan dengan kayu sengon, jabon, atau karet yang perlu minimal 5 tahun.

Papan semen

Selain papan partikel, limbah akarwangi juga potensial sebagai papan semen partikel. Bedanya adalah papan itu memerlukan semen sebagai perekat antarpartikel. Yumila Kartini dari Fakultas Teknologi Pertanian, Institut Pertanian Bogor, membuat papan semen partikel dari limbah akarwangi. Ia merendam limbah akarwangi dalam air bersuhu 24°C selama 3 hari lalu mengeringkan hingga berkadar air 10,96%. Berikutnya ia mencampurkan 784 g limbah akarwangi dengan 2.516 g semen, 1,6 l air, dan 78,4 g katalisator.

Katalisator berfungsi untuk meningkatkan daya ikat antarpartikel. Setelah mengaduk bahan-bahan itu hingga tercampur sempurna, Yumila memasukkan dalam cetakan 35 cm x 35 cm x 2 cm. Papan partikel mengeras dalam 2 pekan. Setiap ton limbah akarwangi menghasilkan 957 lembar papan semen partikel. Menurut Dede, papan semen partikel awet karena tahan serangan rayap. Papan semen juga multiguna dalam pembangunan hunian antara lain bermanfaat untuk eksterior dan interior yang tahan air.

Faedah lain akarwangi adalah meredam bunyi sebagaimana riset Tatus Tresna Daris dari Departemen Teknologi Industri Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Institut Pertanian Bogor. Ia mencuci bersih dan mengeringkan akarwangi di bawah sinar matahari hingga berkadar air  8-10%. Berikutnya ia menganyam limbah akarwangi membentuk balok berukuran 20 cm x 15 cm x 5 cm.

Untuk memperkuat dan membuat bentuk jalinan teratur serta rapi, ia mengikatkan benang nilon berukuran 0,5 mm ke dalam jalinan.Selanjutnya ia meningkatkan daya redam bunyi balok itu dengan melekatkan balok gipsum berukuran sama setebal 9 mm. Balok akarwangi menyerap gelombang bunyi yang pertama datang. Sementara balok gipsum memantulkan rambatan gelombang sisa kembali ke balok akarwangi sampai bunyi habis terserap.

Menurut Titus, penambahan balok limbah akarwangi menggantikan rongga udara meningkatkan nilai sound transmission class (STC) sebesar 7-10. Sound transmission class adalah nilai yang menunjukkan seberapa baik suatu partisi meredam suara. Semakin besar nilai STC, berarti semakin baik peredam suara dari suatu partisi. Sebaliknya, nilai STC nol mengindikasikan bahwa partisi tidak memiliki kemampuan meredam suara.

Nilai STC balok limbah akarwangi berdasarkan ketebalan berturut-turut adalah 50 mm, 40; 100 mm, 45, dan 150 mm, 46. Artinya semakin tebal balok akarwangi semakin baik untuk meredam suara. (Pranawita Karina)


 

 

Keterangan Foto :

  1. Erliza Hambali, manfaatkan limbah penyulingan akarwangi menjadi papan partikel
  2. Papan partikel biasa dibuat dari bahan yang mengandung lignoselulosa seperti bubur kayu atau cocopeat
  3. Limbah akarwangi bisa dimanfaatkan menjadi papan partikel, papan semen dan peredam suara
  4. Akarwangi biasa dimanfaatkan untuk minyaknya, menghasilkan limbah sebanyak 97%
  5. Masa panen akarwangi singkat 8-12 bulan, dapat menggantikan komposisi kayu papan partikel yang berumur panen panjang
Previous articleBisnis Basah Nata Kelapa
Next articleAlga Jadi Bensin

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img
Artikel Terbaru

Robusta Rasa Kelapa

Trubus.id — “Kopi arabikanya enak.” Itulah yang kerap terucap dari para penikmat kopi ketika mencicipi kopi asal Desa Tamansari,...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img