Wednesday, August 10, 2022

Hasilkan Buah Keju Bermutu

- Advertisement -spot_img
Must Read
- Advertisement -spot_img
Buah mengkudu semakin banyak dikebunkan untuk memenuhi permintaan perusahaan herbal.
Buah mengkudu semakin banyak dikebunkan untuk memenuhi permintaan perusahaan herbal.

Budidaya mengkudu secara organik lebih efisien dan menghasikan produk aman konsumsi.

Buah mengkudu menguarkan aroma tajam ketika matang. Itulah sebabnya buah anggota famili Rubiaceae itu mendapat julukan buah keju. Aroma khas itu belum muncul ketika buah masih mentah—lazim menjadi santapan masyarakat Aborigin, Australia. Tanaman kerabat kopi itu multikhasiat. Buahnya mengandung senyawa skopoletin yang manjur melebarkan pembuluh darah ke jantung yang tersumbat.

Kandungan lain adalah senyawa xeronine yang bertugas membersihkan sel dan memperbaiki sel rusak. Khasiat terbaik buah—juga daun mengkudu—hasil budidaya organik. Harap mafhum, tanaman anggota famili Rubiaceae itu mudah menyerap polutan. Menurut General Affair PT Trias Sukses Dinamika, Dani Syaifudin sejak penanaman, perawatan tanaman, sampai penanganan hama penyakit terlarang menggunakan bahan kimia sintetis.

Dani Syaifudin mengubah bukit penuh semak belukar menjadi kebun mengkudu.
Dani Syaifudin mengubah bukit penuh semak belukar menjadi kebun mengkudu.

Adaptasi tinggi
Menurut Dani tujuan akhir budidaya organik mendapatkan buah bermutu yang siap olah tanpa residu bahan kimia. PT Trias Sukses Dinamika memerlukan pasokan mengkudu 2 ton per bulan. Sayangnya kualitas buah pasokan petani dari berbagai daerah beragam. Perusahaan itu membutuhkan mengkudu matang sempurna, buah berwarna putih mengilap dan merata, transparan, dan daging buah masih keras.

Untuk menjamin kualitas perusahaan itu membudidayakan mengkudu di lahan 2 ha. Di lahan berketinggian 450 meter di atas permukaan laut itu, 1.000 pohon yang kini berumur 11 tahun berjajar rapi. Tinggi pohon rata-rata 3 meter. Mengkudu mudah tumbuh di mana saja dengan berbagai jenis tanah dan bentuk tofografi lahan. Menurut peneliti dari Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat, Endjo Djauhariya, mengkudu tanaman tropis yang dapat tumbuh di berbagai tipe lahan dan iklim.

“Ketinggian tempat bervariasi dari rendah sampai tinggi, sampai dengan 1.500 meter di atas permukaan laut. Toleran terhadap berbagai jenis tekstur tanah, tetapi akan tumbuh maksimal pada tekstur tanah liat dan liat berpasir,” ujar Djauhariya. Tanaman mengkudu menyukai tanah yang lembap, tetapi tidak becek. Ketersediaan sumber air yang cukup dan drainase tanah yang baik adalah hal vital dalam budidaya tanaman mengkudu.

Endjo Djauhariya mengatakan, perbanyakan tanaman mengkudu secara tradisional dengan menanam bijinya. Namun, untuk mempertahankan sifat genetis dari induk yang terseleksi, petani menggunakan bibit hasil perbanyakan vegetatif seperti setek, sambung, dan cangkok. “Bibit hasil perbanyakan vegetatif memiliki potensi keberhasilan tumbuh lebih dari 80%,” ujar peneliti budidaya tanaman obat itu.

Pohon mengkudu selalu dipangkas untuk mempertahankan ketinggian 3—4 m supaya mudah memanen buah.
Pohon mengkudu selalu dipangkas untuk mempertahankan ketinggian 3—4 m supaya mudah memanen buah.

Dani juga menggunakan bibit hasil setek berukuran 30 cm. “Penggunaan bibit hasil setek mempercepat waktu produksi dibandingkan menggunakan biji,” ujar Dani. Hal penting selanjutnya adalah mempersiapkan lahan. Menurut Dani lahan harus bersih dari semak belukar agar mudah dalam membuat lubang tanam dan saat perawatan tanaman. Itu sekaligus mencegah serangan penyakit tular tanah pada tanaman mengkudu muda.

Monokultur
Dani membuat lubang tanam berukuran 40 cm pada 15 hari sebelum penanaman. Jarak tanam 3—4 meter supaya daun-daun antar tanaman tidak saling menutupi. “Mengkudu memerlukan cahaya matahari untuk fase vegetatif dan pematangan buah. Dalam budidaya tanaman mengkudu secara intensif, selalu diupayakan menghasilkan produk secara maksimal mulai dari pengaturan jarak tanam,” ujar ayah 2 putra itu.

Jarak tanam bisa diperlebar pada lahan yang miring dan tanah yang lebih subur. Isi lubang tanam dengan pupuk kandang 5 kg atau sekitar sepertiga ruangan. Tanam bibit terdiri atas 12 daun pada awal musim hujan. Tambahkan campuran arang sekam dan tanah di sekitar bibit agar tegak. Sekam menjaga kelembapan tanah. Ketersediaan sumber nutrisi dari pupuk kandang sejak awal penanaman bertahan sampai tanaman berumur 2 tahun.

Mengkudu siap panen ditandai oleh kulit yang putih mulus tapi daging buahnya masih keras.
Mengkudu siap panen ditandai oleh kulit yang putih mulus tapi daging buahnya masih keras.

Dalam kurun 2 tahun itu, petani hanya merawat. Sejatinya budidaya mengkudu dapat secara tumpangsari dengan tanaman lain. Namun, Dani menghindarinya. “Dari awal pembukaan lahan itu fokus memenuhi pasokan mengkudu untuk perusahaan pengolahan saja. Jadi dalam jarak tanam 4 meter itu sengaja tidak ditanam tanaman lain. Dengan demikian juga akan menghemat energi dan biaya perawatan tanaman utama,” ujar Dani.

Perawatan tanaman Morinda citrifolia itu tergolong mudah. Apalagi jika pekebun menerapkan sistem budidaya organik. Dani mengatakan perawatan lebih banyak untuk membersihkan lahan sekitar tanaman dari gulma dan menjaga ketersediaan air bagi tanaman. Penyiraman tanaman hanya saat kemarau untuk menjaga produksi buah pada musim berikutnya.

Selain itu perlu penambahan 20 kg pupuk kandang per tanaman, yakni masing-masing 10 kg pada awal dan akhir musim hujan. Mengkudu dapat mencapai ketinggian 7 meter sehingga menyulitkan panen. Dani rutin memangkas tanaman untuk mempertahankan ketinggian 3—4 meter. Mengkudu tanaman genjah yang menghasilkan buah pada umur 1 tahun.

Namun, untuk menghasilkan buah sesuai kebutuhan industri Dani baru memanen saat tanaman berumur 3—4 tahun. Saat musim hujan, dari 1.000 tanaman menghasilkan 2 ton segar. Adapun pada musim kemarau produksi turun 30% karena terbatasnya pasokan air. Untuk mencukupi kebutuhan, perusahaan itu tetap menerima pasokan dari para petani dengan syarat ketat untuk menjaga kualitas.

Lahan kebun mengkudu PT Trias Sukses Dinamika berada di lahan berbukit.
Lahan kebun mengkudu PT Trias Sukses Dinamika berada di lahan berbukit.

Mengkudu tidak mengenal musim berbuah karena buah selalu ada setiap saat, bahkan dapat panen setiap 2 pekan sekali. PT Trias Sukses Dinamika mengolah mengkudu organik berkualitas tinggi menjadi minuman kesehatan dengan merek Javanoni. Menurut dosen Agroteknologi Universitas Pembangunan Nasional Veteran Yogyakarta, Dr Ir Budyastuti PH M.Agric.Sc, budidaya tanaman secara organik baik untuk lahan dan produk pertanian.

“Bagi lahan, jelas menguntungkan karena terjaga kesehatan tanahnya dan dapat dipakai untuk proses budidaya untuk jangka panjang. Produk budidaya secara organik lebih aman untuk dikonsumsi maupun sebagai bahan olahan karena tidak ada residu kimia sintetis yang berbahaya bagi kesehatan,” ujar Budyastuti. (Muhammad Hernawan Nugroho)

Previous articlePenawar Anyar Asam Urat
Next articleDadap Demi Kanker
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Organik Tinggikan Produksi

Industri parfum, kosmetik, insektisida, dan aromaterapi merupakan beberapa sektor yang memerlukan minyak nilam. Bahkan dalam industri parfum tidak ada...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img