Tuesday, November 29, 2022

Hasrat Mingxing di Balik Nama

Rekomendasi

Dari ujung selang cairan ekstrak buah makassar Brucea javanica mengisi botol hingga penuh. Setelah terisi dan mulut botol ditutup dengan segel, mereka terus berjalan tertib dan berkumpul kembali di sebuah papan baja.

Itulah proses pembuatan Yadanziyou (baca: yatanci) yang Trubus saksikan di PT Mingxing Pharmaceutical di Guangzhou, Cina Selatan. Segalanya berjalan otomatis lantaran digerakkan oleh mesin canggih. Walau namanya obat tradisional, jangan bayangkan proses pembuatannya sekadarnya, misalnya ditumbuk dengan antan di dapur yang kumuh.

Mingxing mengolah sekitar 102 jenis obat tradisional di ruang yang amat steril,berpendingin ruangan, dan dikerjakan oleh mesin modern. Bahan baku obat tradisional berupa herbal atau satwa yang juga banyak ditemukan di Indonesia. Contoh buah makassar alias walot, aneka rimpang temu-temuan, tanduk kerbau, dan madu. Bentuk obat tradisional yang diolah beragam, yakni kapsul, pil, seduhan, injeksi, dan cairan.

Anjuran Menkes

Salah satu andalan Mingxing meraup omzet adalah Qingkailing Koufuye. Obat yang antara lain berbahan baku madu, gardenia, dan baicalin—tumbuhan khas Cina—itu ampuh menangkal virus dan melindungi hati. Saat SARS (Severe Acute Respiratory Syndrome) mengamuk, Qingkailing direkomendasikan oleh Menteri Kesehatan Cina untukdikonsumsi.

Wajar bila, “Jatah produksi sebulan, langsung habis hanya dalam waktu 2 hari,” ujar Vice President Mingxing, Zhang Die Zhong. Di Cina terdapat 6 produk sejenis. Penguasaan Qingkailing injeksi di pasar dalam negeri mencapai 30%; Qingkailing kapsul, 80%. Obat itu tak hanya dikonsumsi di dalam negeri, tetapi juga diekspor ke Amerika Serikat, Kanada, Indonesia, dan Singapura.

Dari perniagaan satu merek saja, Qingkailing, Mingxing meraup omzet Y140-juta (satu Yuan setara Rp1.038) per tahun. Merek lain juga turut andil atas menggelembungnya pundi-pundi perusahaan yang mempekerjakan 750 karyawan itu. Yadanziyou yang berfaedah untuk mengatasi kanker yang metastesis, umpamanya. Setiap bulan Mingxing memproduksi 50-juta botol.

Ekspansi

Menurut Zhang Die Zhong total jenderal pendapatannya Y350-juta per bulan. Separuhnya disumbangkan oleh penjualan obat tradisional. Sedangkan pertumbuhan pendapatan rata-rata mencapai 80% per tahun. Perusahaan di Jl. Gongye Utara itu terbantu oleh kebijakan pemerintah Cina yang menganjurkan 40 jenis obat keluaran Mingxing untuk dikonsumsi masyarakat.

Harap mafhum, obat herba produksi Mingxing terbukti ampuh meningkatkan daya tahan tubuh dan mencegah serangan penyakit. Zhong mengisahkan, seorang pasien dari Inggris selama 3 bulan menderita demam sehingga panas tinggi. “Dari Inggris pasien di bawa ke Cina dan diberi obat ang gung nio keluaran Mingxing. Hanya selang beberapa hari panas tubuhnya normal. Pasien itu akhirnya terselamatkan,” kata pengagum lagu Bengawan Solo itu.

Pantas bila ia terus berekspansi. Belum lama ini ia membangun pabrik baru di lahan 50.000 ha di Tai Ping, sebelah barat daya Guangzhou yang dapat ditempuh sejam dengan bermobil dari pabrik lama. Sebab, lokasi lama di Gongye seluas 2 ha tak lagi mampu menampung aktivitas Mingxing. Di tempat baru ia juga membuka kebun tanaman obat.

Rakyat bahagia

Mingxing didirikan oleh mantan walikota Guangzhou, Liang Bei Qi pada 1900 sehingga sekarang berumur 104 tahun. Produsen obat sebaya banyak yang gulung tikar. Pada awalnya Mingxing memproduksi aspirin dan obat-obatan kimia lain. Obat-obatan kimia—sekarang mempunyai 100 merek—tetap diproduksi. Jadi total jenderal Mingxing menghasilkan 202 merek obat, lebih dari separuhnya produk herbal. Saat ini tercatat 500 distributor di mancanegara yang membantu pemasaran.

Ia baru memproduksi obat herba pada 1980 setelah muncul regulasi pemerintah agar warganya mengkonsumsi obat tradisonal. Konsekuensi dari regulasi itu adalah pemerintah terus melakukan riset guna mengetahui kandungan bahan baku obat tradisional. Hasilnya dimanfaatkan oleh industri seperti Mingxing. Hambatannya yang kadang dihadapi adalah sulitnya memperoleh bahan baku herba tertentu. Soalnya, di negeri yang mengalami 4 musim seperti Cina, tanaman obat tak dapat tumbuh sepanjang tahun.

Contoh ban lan thien yang tumbuh hanya pada September—Oktober. Sementara Cordysep chinensis yang tumbuh di Himalaya hanya dapat dipanen pada Mei. Seluruh bahan baku dipenuhi dari pasokan dalam negeri. Berkat dukungan pemerintah Mingxing mampu mewujudkan harapan seperti makna dalam namanya yang berarti demi kebahagiaan rakyat. Kesehatan—antara lain dengan mengkonsumsi obat tradisional—memang kebahagiaan yang tak ternilai. Bagi siapa pun. (Sardi Duryatmo)

 

- Advertisement -spot_img
Artikel Terbaru

Mencetak Petani Milenial, untuk Mengimbangi Perkembangan Pertanian Modern

Trubus.id — Perkembangan pertanian modern di Indonesia harus diimbangi dengan sumber daya manusia (SDM) yang mumpuni. Dalam hal ini...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img