Monday, August 8, 2022

Hati-hati Hip Displasia!

- Advertisement -spot_img
Must Read
- Advertisement -spot_img

Tujuh hari berlalu kaki golden retriever umur 7 bulan itu semakin parah. ‘Toasty tidak dapat bermain dengan temannya, seekor anjing kampung. Bahkan berjalan saja sulit,’ kenang Tamara. Karena itu pertengahan 2004, Tamara memutuskan membawa Toasty ke dokter hewan di Jakarta Selatan. ‘Dokter langsung melakukan rontgen,’ tambah wanita 21 tahun itu.

Berdasarkan foto rontgen tampak femur (tulang besar) Toasty bergeser dari acetabulum (mangkuk tulang pinggul). Selain itu femur tampak bergerigi. Dokter memvonis Toasty terkena hip displasia-pertumbuhan sendi pinggul (kaki belakang) yang tidak normal.

Musababnya, ‘Karena Toasty sering berlari di lantai licin dan aktif bermain,’ ujar Tamara menirukan ucapan dokter. Menurut drh Clementinus Koesharyono, veteriner di Fatmawati, Jakarta Selatan, lantai licin membuat kaki belakang sebagai penyeimbang harus beradaptasi. ‘Bila salah melangkah, sendi panggul itu bergeser,’ ujar Koes.

Bobot tubuh

Sejatinya hip displasia bukan monopoli golden retriever. Lazimnya trah besar seperti AGJ (anjing gembala jerman), rottweiler, dan doberman rentan terkena hip displasia. Bila dihitung Koes menangani 7 ekor trah besar penderita hip displasia setiap bulan. Harap mafhum, trah-trah itu aktif berlari dan melompat. Tulang pinggul yang bergeser dari mangkuk atau tumbuh membesar mengakibatkan anjing kesakitan. Hip displasia jarang dialami trah sedang dan nyaris tidak menyerang trah kecil. ‘Trah sedang yang pernah saya tangani adalah chow-chow dan samoyed,’ ungkap lulusan Kedokteran Hewan Universitas Indonesia-kini IPB itu.

Selain latihan keras, kelebihan bobot tubuh juga jadi biang kerok. ‘Tulang pinggul tak kuat menahan bobot tubuh,’ ujar Koes. Idealnya, golden retriever dewasa berbobot 25-34 kg. Sedangkan herder 29-40 kg, rottweiler 32-50, doberman 30-41 kg, dan labrador 23-32 kg. Sebab lain, kelainan (deformitas) tulang belakang (lumbo sacral), penyakit sumsum tulang belakang, trauma, dan kelainan persendian kaki belakang.

Namun, penyebab utama hip displasia adalah genetik alias keturunan. ‘Jantan atau betina yang terkena hip displasia memiliki regulasi kalsium yang tak beraturan sehingga tulang tampak bergerigi. Regulasi kalsium itulah yang diturunkan,’ ungkap drh Aditya Kusnoadi, SE, SSos, MSi, MM. Menurut dokter yang berpraktek di Yogyakarta, itu 100% anak anjing dapat terkena hip displasia. ‘Bisa saja ada seekor yang tidak kena, tapi dia membawa gen displasia,’ tambah Aditya. Karena itu anjing yang terkena hip displasia dilarang kawin.

Pincang

Gejala hip displasia muncul saat anjing berumur 7 bulan. Pada anjing muda seperti Toasty gejala ditandai dengan degenerative joint disease (DJD), dimulai dari terbatasnya gerakan sendi pinggul. Urat kaki bagian belakang mengecil-atropi-sehingga terjadi perubahan bentuk seperti bengkok. Pada anjing dewasa, penyakit itu bergerak progresif menuju kronis. Kedua kaki belakang kifosis (melengkung) sehingga sakit saat kaki diluruskan-extention. Rasa sakit kuat mendera kala anjing melompat dan naik tangga, sehingga anjing tampak menyeret kaki. Bila tidak ditangani, kaki belakang lain ikut terserang.

Meski demikian, tak serta-merta anjing yang kesakitan saat berjalan, melompat, atau naik pasti menderita hip displasia. ‘Bisa saja itu karena terkilir,’ kata Koes. Hasil pasti diperoleh dari hasil rontgen persendian pinggul (coxo formalis) dengan posisi anjing telentang dan kaki diluruskan. Anjing positif hip displasia jika terdapat subluxatio (pergeseran) dari kepala tulang paha (caput formalis) dan pinggir cranial acetabulum (bagian depan mangkuk sendi) datar.

Selain itu terdapat pertumbuhan tulang baru di dalam dan belakang acetabulum, serta di kepala dan leher tulang femur. Sudut norberg ollson pun menunjukkan kurang dari 105°. Normalnya sudut norberg sebesar 105°. Itu diukur dengan membuat garis lurus dari pertengahan kepala tulang femur kaki kiri dan kepala tulang femur kaki kanan kemudian ditarik garis ke sudut bagian depan acetabulum.

Dari hasil rontgen itu dapat diketahui tingkat keparahan. Displasia ringan, terjadi saat pinggir bagian depan acetabulum datar dan timbul subluxatio dari kepala tulang femur serta femur masih 40-50% dalam acetabulum. Displasia sedang, saat acetabulum dangkal dan subluxatio dari kepala tulang femur parah, tinggal 20-40% dalam acetabulum. Hip displasia parah ketika setengah atau seluruh kepala tulang femur ke luar dari acetabulum. Saat itu banyak pertumbuhan tulang baru di sekitar persendian pinggul.

Dibedah

Dalam kedokteran hewan hip displasia dapat disembuhkan dengan 3 cara: konservatif, operasi (femoral head ostectomy), dan penggantian sendi (hip replacement). Penyembuhan konservatif biasanya dilakukan pada anjing muda dengan mengontrol pertumbuhan. Contohnya membatasi jumlah pakan tak lebih dari 1 kg per hari dan tidak memaksakan olahraga. ‘Tidak berlari, tapi jalan santai,’ kata Koes. Selain itu berikan suplemen yang mengandung glukosamin dan chondroitin. Kedua suplemen itu memperhalus tulang yang bergerigi. Vitamin C dan obat antiradang nonsteroid juga diberikan untuk memperbaiki stamina anjing.

Anjing mengalami hip displasia parah harus dioperasi. Syaratnya, bobot tak lebih 30 kg. Itulah yang terjadi pada Toasty. Seminggu setelah didiagnosis, Toasty yang berbobot 25 kg menjalani operasi pemotongan kepala tulang femur. Sedangkan penggantian sendi di Indonesia belum dilakukan karena butuh biaya tinggi dan dokter ahli.

Agar terhindar dari hip displasia, di negeri Paman Sam, pembiak melakukan tes DNA. Hasilnya tertulis dalam stambum-akte lahir anjing. Tak hanya itu saja, Kolombia malah membuat sertifikat bebas hip displasia melalui Orthopedic Foundation for Animal (OFA). Itu hasil dari x-ray yang dilakukan pada anjing umur 24 bulan. Begitu pula di Jerman melalui Deutscher Schaeferhund Verein (SV) melakukan x-ray pada anjing umur 12 bulan. ‘Itu juga yang harus dilakukan para pembiak di tanahair agar hip displasia tidak merajalela,’ kata Koes. (Lastioro Anmi Tambunan)

 

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Organik Tinggikan Produksi

Industri parfum, kosmetik, insektisida, dan aromaterapi merupakan beberapa sektor yang memerlukan minyak nilam. Bahkan dalam industri parfum tidak ada...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img