Monday, August 8, 2022

Hemat Karena Azolla

- Advertisement -spot_img
Must Read
- Advertisement -spot_img

Muhammad Apriza Suska menghemat pakan kelinci hingga 1/6 dari jumlah kebutuhan pakan rata-rata 50 g per hari.

 

Belasan wadah berdiameter 30 cm dan tinggi 15 cm berjejer di samping kandang kelinci. Hampir seluruh permukaan wadah tertutup daun-daunan mungil berwarna hijau. Itulah azolla. Muhammad Apriza Suska memanfaatkan paku-pakuan air itu sebagai pakan kelinci.

Dalam sehari ia memberikan 100 g azolla per ekor. Dengan memberikan pakan itu, peternak kelinci di Desa Ciderem, Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat, itu, dapat menghemat biaya pakan. Harga azolla hanya Rp700-Rp1.000 per kg. Artinya, Suska hanya mengeluarkan biaya pakan Rp100 per hari untuk setiap ekor. Bandingkan bila menggunakan pakan pelet, seekor kelinci menghabiskan 50 g per hari. Bila  harga pelet di pasaran Rp 15.000/kg, biaya pakan mencapai Rp750/ekor/hari.

Selain hemat biaya, Suska juga tak khawatir kelinci bakal kekurangan minum. “Kelinci tidak perlu diberi air minum lagi karena azolla banyak mengandung air,” kata Sarjana Pertanian alumnus Institut Pertanian Bogor itu. Penyajiannya juga gampang. “Tinggal panen, cuci, tiriskan, lalu  berikan ke kelinci,” ujarnya.

Bernutrisi tinggi

Menurut pengamatan Suska, pertumbuhan kelinci yang mengonsumsi azolla sama dengan kelinci yang memakan pelet. “Saya belum membandingkan secara detail pertumbuhan keduanya. Namun, dari kasat mata tak ada perbedaan,” ujar pria yang juga hobi mengoleksi nepenthes itu.

Suska memberikan pakan azolla setelah memperoleh informasi bahwa para peternak di India menggunakan tanaman anggota famili Salviniaceae itu sebagai pakan ternak. Ia pun mencobanya pada beberapa kelinci ternak miliknya. “Ada kelinci yang suka, ada juga yang tidak suka,” ujarnya. Agar kelinci menyukainya, Suska mencampur azolla dengan pelet. Perbandingannya 25 g pelet dan 125 g azolla. Bila kelinci mulai terlihat suka, ia mengurangi porsi pelet sedikit demi sedikit.

Menurut Dr Ir Maftuchah MP dan peneliti azolla dan dosen Universitas Muhammadiyah Malang, Dr Ir Aris Winaya MM MSi, azolla cocok sebagai pakan ternak karena memiliki nutrisi tinggi. “Azolla memiliki protein dan serat tinggi sehingga bagus untuk ternak,” ujar Aris Winaya. Selama hidupnya azolla bersimbiosis mutualistis dengan ganggang hijau biru Anabaena azollae. Ganggang itu mampu mengikat nitrogen di udara. “Simbiosis itulah yang membuat kandungan protein azolla tinggi,” kata alumnus Institut Pertanian  Bogor itu. Hasil penelitian Dr Ir Maftuchah MP pada 1998 menyebutkan azolla mengandung 24–30% protein dan 9,1% serat dari total bahan kering.

Dwi Retno Lukiwati dan Prianto Ristiarso dari Fakultas Peternakan, Universitas Diponegoro, Semarang, Jawa Tengah, serta Hanny Indrat Wahyuni dari Dinas Peternakan Kabupaten Semarang, meriset faedah Azolla microphylla sebagai sumber protein untuk kelinci. Mereka meneliti kelinci lokal yang mengonsumsi campuran azolla, dedak, dan limbah tahu dengan komposisi masing-masing 90%, 5%, dan 5%. Mereka memberikan pakan itu ke kelinci hamil, muda, dan anakan yang sedang menyusu. Setiap ekor mendapat asupan rata-rata 360-400 g hari (total biaya Rp125/ekor/hari) selama 2 pekan.

Hasilnya, tak satu pun kelinci yang terserang diare. Itu pertanda kelinci aman mengonsumsi azolla. Pertumbuhan anakan yang sedang menyusu juga normal. Pada kelinci muda (jantan maupun betina) tidak ada rambut rontok akibat tingginya protein pada azolla. Libidonya juga stabil. Pada kelinci hamil, tiga hari sebelum persalinan mengalami aborsi tanpa tanda klinis. Karena itu hindari pemberian azolla pada kelinci hamil.

Pakan tambahan

Hingga kini para peternak belum banyak mengetahui potensi azolla untuk pakan ternak. Selain untuk kelinci, pakan azolla juga cocok sebagai pakan hewan lain. Contohnya peternak di Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Muhammad Jusuf Randy, yang memanfaatkan Azolla microphylla sebagai pakan tambahan lele. “Saya memperoleh informasi itu dari buku,” ujar peternak lele yang memiliki 86 kolam itu. Ia memberikan 1 kg azolla untuk 1.000 lele berukuran 5-9 cm. Jusuf mencacah azolla hingga halus, lalu menaburkan ke dalam kolam.

Menurut Jusuf, daya tahan lele yang mengonsumsi azolla terhadap penyakit lebih tinggi ketimbang yang tanpa azolla. “Kalau ada lele yang sakit, saya pindahkan ke dalam kolam lain yang sudah ditumbuhi azolla berumur minimal 2 pekan menghuni kolam lele,” ujarnya. Pada umur itu akar-akar azolla sudah banyak mengandung pakan-pakan alami seperti plankton, rotifer, dan bakteri-bakteri lain yang menyehatkan lele. Alhasil, “Jumlah kematian akibat penyakit 50% lebih rendah ketimbang bila dipindahkan ke kolam yang tanpa azolla,” katanya.

Menurut Aris Winaya, salah satu penyebabnya adalah kandungan serat dan protein yang tinggi pada azolla. “Protein itu menjadi salah satu zat penyusun pada antibodi ikan,” tuturnya. Ikan pun memiliki daya tahan tubuh yang lebih bagus jika dibanding tanpa pemberian azolla.

Kombinasi

Aris menuturkan mineral azolla rendah sehingga peternak perlu menambahkan mineral dari bahan lain, seperti tepung mineral. Suska mengungkapkan hal senada. “Biasanya saya tambahkan tepung mineral sapi,” kata pria 38 tahun itu. Dosisnya 0,5-1% dari total bobot azolla. Harga tepung mineral sapi di pasaran Rp5.000/kg. Jadi, untuk seekor kelinci ia mengeluarkan biaya tambahan Rp5. Ditambah dengan azolla, total biaya Rp105 rupiah per ekor. Itu masih ekonomis jika dibandingkan dengan  pakan pelet.

Di alam sejatinya terdapat aneka jenis azolla: Azolla japonica, A. filiculoides, A. nilotica, A. caroliniana, A. mexicana, A. pinnata, dan A. microphylla. Dua spesies yang disebutkan terakhir, lazim sebagai pakan ternak. Suska dan Jusuf lebih memilih Azolla microphylla karena lebih efisien dibandingkan dengan Azolla pinnata. “Daun Azolla microphylla lebih tebal sehingga produktivitasnya lebih tinggi,” kata ayah satu anak itu.

Azolla termasuk tanaman yang pertumbuhannya cepat dan mudah dirawat. Bila membudidayakan di sawah, tambahkan pupuk kandang ayam setengah kg/m2 atau 3 gram SP-36/ m2. “Azolla mampu melipatgandakan dirinya 4-7 hari setelah tanam,” ujar Suska. Saat ini Suska baru memiliki kolam dengan total luasan 50 m2. Dalam setiap meter persegi diisi 200 g azolla. Dalam jangka waktu 4-7 hari, Suska memanen 10 kg azolla. Harga murah, budidaya mudah, dan bernutrisi tinggi, itulah kelebihan pakan hijauan itu. (Bondan Setyawan)


Hara Azolla


Keterangan Foto :

  1. Pemberian azolla kepada kelinci dilakukan secara bertahap
  2. Lele ukuran 5-9 cm bisa mengonsumsi azolla yang sudah dicacah
  3. Azolla cocok untuk ternak karena berprotein tinggi

 

 

Previous articlePatin Perlu Vitamin E
Next articleSATWA PUSAKA
- Advertisement -spot_img

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img
Latest News

Organik Tinggikan Produksi

Industri parfum, kosmetik, insektisida, dan aromaterapi merupakan beberapa sektor yang memerlukan minyak nilam. Bahkan dalam industri parfum tidak ada...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img