Wednesday, August 10, 2022

Hemat Pakan Lele 50%

- Advertisement -spot_img
Must Read
- Advertisement -spot_img
Dengan menggunakan ramuan organik tingkat kepadatan kolam bisa mencapai 200—1.000 ekor per meter kubik
Dengan menggunakan ramuan organik tingkat kepadatan kolam bisa mencapai 200—1.000 ekor per meter kubik

Pemanfaatan pakan organik dalam budidaya lele mampu menghemat hingga 50%.

Ali Shidqi Fathan memanen hingga 800 kg lele dari kolam berukuran 4 m x 6 m dan ketinggian air 1 m. Dengan harga jual Rp14.000 per kg, omzetnya Rp11,2-juta. Panen itu lebih tinggi karena jumlah populasi saat tebar mencapai 350 ekor berukuran 4—6 cm per meter kubik. Sebelumnya Ali hanya menebar 100 ekor per m3 karena khawatir tingkat kematian tinggi.

Meski lebih padat, Ali memanen lele lebih cepat yakni 60 hari. “Pada teknik budidaya konvensional dengan ukuran bibit 4—6 cm biasanya siap panen pada umur 80—90 hari,” ujar pria asal Desa Sukamulya, Kecamatan Cigugur, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, itu. Yang menggembirakan, Ali juga menghemat biaya pakan karena pemberian pelet hanya 30% dari total pakan sebelumnya.

Ali Shidqi Fathan menghemat biaya produksi hingga 50% setelah menggunakan ramuan organik.
Ali Shidqi Fathan menghemat biaya produksi hingga 50% setelah menggunakan ramuan organik.

Efek ganda
Dalam satu periode produksi, Ali biasanya memberikan 800 kg pelet atau feed convertion ratio (FCR) 1. Artinya, untuk menghasilkan 1 kg lele membutuhkan 1 kg pakan. Dengan harga pakan berupa pelet Rp9.000 per kg, maka Ali mengeluarkan biaya pakan mencapai Rp7,2-juta. Kini ia hanya mengeluarkan biaya pakan Rp2,1-juta. “Jika dihitung total biaya produksi, saya bisa menghemat biaya hingga 50%,” ujar Ali.

Mahasiswa Fakultas Pertanian Universitas Swadaya Gunungjati, Cirebon, Jawa Barat, itu berhasil meningkatkan produksi lele, memangkas waktu panen, dan menghemat biaya produksi. Itu setelah ia menerapkan teknik budidaya lele ala Dr Nurzaman, ahli budidaya organik asal Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat. Dengan teknik budidaya itu Ali mengganti pakan pelet dengan pakan alami yang tersedia di kolam dan pakan berbahan limbah.

Untuk membuat stok pakan alami, Ali memfermentasi kotoran hewan (kohe) selama 30 hari menggunakan larutan roter, singkatan dari ramuan organik untuk ternak. “Inilah yang membuat biaya produksi lele lebih hemat karena larutan untuk fermentasi bisa diproduksi sendiri oleh peternak,” ujar Ali. Sebelumnya, Ali membeli larutan untuk fermentasi yang beredar di pasaran.

550_ 19_2

Menurut Ali peternak bisa membuat sendiri larutan roter. Bahan bakunya seperti rumput laut (jika tidak ada bisa diganti azola), buah pisang, nanas, kangkung air, usus ikan nila, dan kepiting batu (lihat tabel). “Untuk bahan baku pembuatan roter hanya menghabiskan biaya Rp300.000,” ujar Ali. Setelah itu peternak bisa memperbanyak larutan. “Dari 5 liter larutan roter sebelumnya bisa diperbanyak menjadi 70—100 liter larutan baru,” kata Ali.

Ali mencampur kotoran hewan yang telah difermentasi dengan tanah dengan perbandingan sama. Jumlah kotoran hewan 500 g per meter persegi. “Bisa juga ditambahkan limbah sayuran dan buah-buahan busuk atau apkir yang telah dihancurkan,” ujar Nurzaman. Setelah mengaduk campuran, ia menyiramkan 0,5 liter larutan roter yang sudah dicampur dengan 250 g gula merah.

Ia menebarkan seluruh bahan secara merata di dasar kolam, kemudian rendam dengan air hingga ketinggian 5 cm. Biarkan selama dua pekan sampai air kolam berubah menjadi cokelat kehijauan. “Itu pertanda sudah ada plankton yang tumbuh,” kata Ali. Setelah itu tambah air kolam hingga 25—30 cm dan kolam pun siap diisi bibit lele.

550_ 19Perlakuan bibit
Agar bibit sehat, tidak stres, dan lebih tahan terhadap kondisi air yang baru, Ali memasukkan bibit ke dalam 10 liter air yang sudah diberi 100 ml alkohol 70% selama 3—5 menit. “Tujuannya untuk mematikan bakteri atau virus yang terbawa bibit,” katanya. Setelah itu ia memasukkan bibit ke dalam 10 liter air yang telah diberi 10 tutup (sekitar 100 ml) larutan roter dan 3—4 sendok makan gula selama 3—5 menit.

Ketersediaan pisang sebagai bahan pakan alami cukup melimpah.
Ketersediaan pisang sebagai bahan pakan alami cukup melimpah.

Selanjutnya masukkan bibit dalam 5 liter air bawaan bibit sebelumnya, lalu tambahkan secara bertahap menggunakan gayung air dari kolam baru hingga wadah penuh. Biarkan selama 30—60 menit, lalu masukkan bibit ke dalam kolam. “Sebaiknya masukkan bibit pada sore hari agar suhu air tidak terlalu panas,” ujar Ali. Setelah itu tambahkan air hingga ketinggian maksimal 1 m.

Sebagai sumber nutrisi Ali memberikan pakan berupa campuran pelet, dedak halus, dan ampas tahu kering yang telah disiram larutan roter. “Sebaiknya biarkan 24 jam sebelum diberikan ke lele,” kata Ali. Menurut Nurzaman, penyiraman larutan roter pada pakan berfaedah mengurai bahan organik dan protein pakan sehingga lebih siap dan mudah dicerna lele. Jumlah pakan disesuaikan dengan fase pertumbuhan lele.

Ketika 15 hari menjelang panen, ia juga menambahkan kepala ayam yang telah dihaluskan sebagai tambahan protein (lihat tabel). Menurut Nurzaman teknik budidaya lele itu akan membuahkan hasil optimal jika peternak mampu mempertahankan suhu air kolam 24°C pada malam dan maksimal 33°C ketika siang. “Jika perbedaan suhu air saat malam dan siang terlalu ekstrem, lele banyak yang mati,” ujar Ali.

Kotoran hewan yang telah disiram larutan roter ditaburkan di dasar kolam.
Kotoran hewan yang telah disiram larutan roter ditaburkan di dasar kolam.

Minat masyarakat
Nurzaman mengatakan idealnya konstruksi kolam tetap mengupayakan adanya air mengalir walau sedikit. Dengan begitu maka jumlah oksigen terlarut lebih banyak sehingga memungkinkan populasi lele dalam kolam bisa lebih padat. Pastikan juga bibit yang digunakan benar-benar sehat. “Sebaiknya membeli bibit dari peternak yang sudah dikenal dan kita mengetahui perlakuan selama memproduksi benih,” kata Nurzaman.

Ia juga menyarankan sebaiknya roter diberikan secara rutin ke kolam setiap pekan minimal 10 tutup botol atau sekitar 100 ml. Jika teknik budidaya itu dilakukan dengan tepat, maka tingkat kematian pun rendah. “Di kolam saya tingkat kematian lele kurang dari 5%,” ujar Ali. Menurut Ketua Umum Jaringan Komunitas Masyarakat Peduli Perikanan, (JKMPP), Sumadi, teknik budidaya lele dengan pemanfaatan ramuan organik ternak itu kini makin banyak dikenal masyarakat.

Azola bahan baku pembuatan pakan alami lele.
Azola bahan baku pembuatan pakan alami lele.

Contohnya di Kabupaten Kuningan, Sumadi menuturkan pada 2004 tidak ada satu pun peternak lele di sana. Pada 2010 Sumadi bersama tim aktif memberikan pelatihan budidaya lele ramah lingkungan kepada masyarakat secara gratis. “Kami ingin memperkenalkan bahwa budidaya lele bisa dilakukan di halaman rumah tanpa menghasilkan bau dan terkesan jorok,” kata pria yang juga guru Sekolah Menengah Kejuruan itu.

Lele siap panen pada umur 60 hari dari bibit ukuran 4 cm.
Lele siap panen pada umur 60 hari dari bibit ukuran 4 cm.

Berkat pelatihan itu kini hampir di setiap kecamatan di Kabupaten Kuningan terdapat peternak lele. Bahkan para peternak dari berbagai daerah di Indonesia datang untuk ikut pelatihan. “Mereka tertarik menimba ilmu karena teknik ini menekan biaya pakan yang menjadi komponen biaya terbesar dan harga pakan yang cenderung naik,” kata Sumadi. (Imam Wiguna)

Ternak Lele Organik550_ 20

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Organik Tinggikan Produksi

Industri parfum, kosmetik, insektisida, dan aromaterapi merupakan beberapa sektor yang memerlukan minyak nilam. Bahkan dalam industri parfum tidak ada...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img