Saturday, August 13, 2022

Hemat Setengah Triliun

- Advertisement -spot_img
Must Read
- Advertisement -spot_img

Pemerintah memberikan subsidi Urea Rp400 per kg. Kebutuhan Urea per ha mencapai 250 kg. Jika dikalikan dengan 780.000 ha (10% dari total luas sawah yang mencapai 7,8-juta ha) maka penghematan subsidi mencapai Rp78.000.000.000. Selain itu petani yang menerapkan SRI meninggalkan Urea. Artinya penghematan mencapai Rp224.250.000.000 bila harga Urea Rp1.150 per kg.

Sistem SRI juga hemat benih karena hanya menghabiskan 4 – 5 kg; sistem konvensional, 40 kg per ha. Itu berarti penghematan benih mencapai 35 kg per ha. Jika harga benih Rp4.000 per kg, penghematan mencapai Rp109.200.000.000. Sistem SRI ternyata juga menghemat pestisida hingga Rp117.000.000.000. Itu karena padi di lahan yang mengadopsi SRI relatif resistan terhadap serangan hama dan penyakit. Kebutuhan pestisida petani padi konvensional mencapai Rp150.000 per ha.

Penggunaan air pun hemat hingga 46%. Pada budidaya padi sistem konvensional, kebutuhan air mencapai 15.000 m3. Volume air yang dihemat mencapai 5.382-juta m3. Walau hemat di sana-sini, produksi padi sistem SRI rata-rata meningkat 4,6 ton per ha. Dengan demikian total penambahan produksi padi – jika 10% lahan sawah mengadopsi SRI – sebnayak 262.000 ton. Jika 10% saja sawah di Indonesia ‘menerapkan’ sistem SRI, total jenderal penghematan mencapai Rp528.450.000.000. (Sardi Duryatmo)

 

- Advertisement -spot_img

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img
Latest News

Organik Tinggikan Produksi

Industri parfum, kosmetik, insektisida, dan aromaterapi merupakan beberapa sektor yang memerlukan minyak nilam. Bahkan dalam industri parfum tidak ada...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img