Wednesday, September 28, 2022

Hidroponik dan Memorabilia

Rekomendasi

Memanfaatkan halaman dan balkon untuk menanam sayuran hidroponik.

Selada romaine di Hijos Farm. (Dok. Trubus)

Trubus — Beragam sayuran seperti kangkung, kale, selasih, selada romaine tumbuh subur di meja tanam hidroponik rakit apung berwarna perak. Total 10 meja berjejer rapi setinggi pinggang orang dewasa dengan luasan 4 meter x 1,7 meter. Satu meja tanam menampung hingga 250 tanaman. Rumah tanam seluas 250 meter persegi itu beratap transparan tanpa dinding sehingga semilir angin masuk ke area rumah tanam.

Itulah kebun hidroponik Hijos Farm, di Kelurahan Bojongnangka, Kecamatan Kelapadua, Kota Tangerang, Banten, milik Harti Kurniawan. Ia membuka Hijos Farm pada Februari 2017. Menurut Harti desain kebun disesuaikan dengan keadaan iklim sekitar yang panas. Harap mafhum, ketinggian lahan hanya sekitar 100 meter di atas permukaan laut (dpl). Atas saran rekannya, Ronny Tanumihardja, ia memilih teknik rakit apung dengan meja warna perak.

Olah sendiri

Kelebihan rakit apung, tanaman masih tergenang meski listrik padam. Adapun balutan warna perak pada meja tanam menjaga suhu dan mencegah penguapan berlebih. Perempuan 39 tahun itu mengelola kebun hidroponik sejak 2017. Harti menamai kebunnya Hijos Farm. Dalam bahasa Spanyol kata hijos berarti anak-anak, digabungkan dengan bahasa Sunda hejo atau hijau. “Kebun ini terinspirasi dari hobi masa kecil saya yang senang berkebun,” kata Harti.

Hijos membidik pasar masyarakat umum. “Animo tinggi justru lewat daring, sehingga pembeli atau pengunjung tergerak datang langsung ke kebun,” katanya. Nama ibarat doa hingga kini kebun hidroponik garapan Harti kerap dikunjungi siswa yang hendak belajar berkebun. Selain itu ibu-ibu juga kerap mengunjungi kebun hidroponik itu. Bisanya, pengunjung mempercayakan urusan konsumsi kepada sang pemilik kebun.

Daun tanaman laksa atau daun kesum Persicaria odorata koleksi Hijos Farm. (Dok. Trubus)

“Padahal semula saya kurang percaya diri menjual hasil olahan. Namun, setelah mencoba banyak juga yang suka,” kata Harti. Ia mengolah sayuran hasil kebun ketika panen perdana pada Februari 2017. Saat panen perdana semua meja tanam terisi penuh sayuran. Saat itu produksi berlebih. Harti mengolahnya menjadi salad. Sejak saat itu permintaan salad dan aneka olahan sayuran terus meningkat.

Cara itu juga yang kerap digunakan Harti untuk mengenalkan jenis sayuran anyar. Misalnya mengolah mi tumisan daun tanaman laksa atau daun kesum Persicaria odorata. Ia mengunggah foto hasil olahan di media sosial. Pembeli memesan terlebih dahulu kemudian barang baru tersedia. Harap mafhum, Harti hanya sendiri memasarkan produk hasil pertaniannya sehingga masih terbatas.

Hidroponik buah

Salad kreasi Harti Kurniawan. (Dok. Trubus)

Harti rata-rata menjual 25 kg sayuran per pekan. Baik menjual dalam bentuk salad atau segar. Harga jual salad per kemasan 150 gram Rp30.000. Adapun harga jual sayuran segar per 250 gram Rp15.000. Sudah lama Harti gandrung pada dunia pertanian. Ia rajin membaca Majalah Trubus. Menurut Harti Trubus majalah pertanian sohor nomor satu di tanah air. Media itu kerap memberikan ragam informasi dan inovasi di dunia pertanian termasuk hidroponik.

Menurut Harti Majalah Trubus terus berinovasi dalam menyajikan hal baru dan memberi inspirasi bagi pembaca. Harapan Harti agar Majalah Trubus terus mengedukasi pembaca. Selain itu Harti juga mengikuti beragam pelatihan seperti bertanaman sayur organik serta membuat pupuk organik dan pestisida alami yang diadakan Majalah Trubus. Harti makin gandrung dunia pertanian.

Anak ke 6 dari 7 bersaudara itu juga bergabung dengan komunitas hidroponik. Puncaknya memasang sistem hidroponik Nutrient Film Technique (NFT) seluas 3 meter x 1,5 meter di balkon apartemen. Seketika Harti teringat rumah masa kecilnya 4.000 meter persegi di Tangerang. “Dulu aneka jenis tanaman yang mulai langka seperti murbei dan anggur hutan bisa mudah dijumpai di halaman,” kenang Harti.

Ia sulit menemukan tempat untuk mengekspresikan hobi menanam. Oleh karena itu, ia menggarap lahan menjadi kebun hidroponik beragam sayuran. Bagi Harti menekuni hidroponik bagai memorabilia. Peristiwa masa kecil ketika halaman rumah hijau royo-royo itu patut dikenang. Ia melampiaskannya dengan berhidroponik. (Muhamad Fajar Ramadhan)

Previous articleBelaian Merangsang Liur
Next articleMari Makan Gelas
- Advertisement -spot_img
Artikel Terbaru

Cara Menghasilkan Silangan Palem yang Cantik

Trubus.id — Greg Hambali sangat hobi menyilangkan palem. Saking hobinya menyilangkan tanaman palem, Greg mendapatkan hasil silangan terbaru yang...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img