Monday, August 8, 2022

Hijau di Tepian

- Advertisement -spot_img
Must Read
- Advertisement -spot_img

Tentu bukan tanpa alasan jika pemerintah kolonial Belanda memilih anggota famili Burceraceae itu sebagai tanaman tepi jalan. Meski dangkal, perakaran kenari tidak merusak struktur jalan. ‘Bila menemukan hambatan, akar kenari akan berbelok mencari jalan lain,’ tutur Satyadharma, arsitek lansekap pada PT Copylas Indonesia, pengelola perumahan Puri Botanical Residence. Akarnya pun kuat ‘memegang’ tanah sehingga tidak mudah tumbang.

Selain punya perakaran kuat dan tidak merusak, ‘Sebaiknya bukan tanaman berbuah-karena bisa menyebabkan gangguan sosial jika memasuki musim berbuah, red-batangnya tidak gampang patah, dan tidak bercabang di bawah,’ papar alumnus Program Studi Arsitektur Lansekap Institut Pertanian Bogor itu. Baginda Simatupang dari Ikatan Arsitek Lansekap Indonesia mengamini hal itu. Menurutnya tanaman peneduh jalan sebaiknya bebas percabangan sampai ketinggian 4 m dari tanah. Dengan begitu kehadiran tanaman tidak mengganggu aktivitas pengguna jalan.

Alumnus Arsitek Lansekap Universitas Trisakti itu menambahkan syarat bentuk tajuk yang memayung atau menyerupai kubah. Tanaman penghijauan di tepi jalan pun mesti cepat pulih dari kondisi stres-tandanya antara lain mengeluarkan tunas baru. Maklum biasanya tanaman ditanam dengan kondisi minim daun untuk mengurangi penguapan. Idealnya ‘bibit’ yang ditanam setinggi 3-4 m sehingga dalam waktu 4 tahun fungsi sebagai peneduh bisa tercapai.

Cepat tumbuh

Dalam buku Tumbuhan Berguna Indonesia K Heyne menyebut kenari sebagai alleeboom alias tanaman peneduh jalan. Sayang, tanaman asal Maluku itu relatif lamban tumbuh. Bibitnya pun sulit didapat.

Pantas bila perancang taman melirik tanaman lain. Sebut saja angsana Pterocarpus indica, trembesi Samanea saman, flamboyan Poinciana regia, dan cempaka Michelia champaca. Dalam 3 tahun bibit berdiameter 3 cm setinggi 2,5 m membesar jadi tanaman berdiameter batang 15-18 cm dengan tinggi 5 m. Bandingkan dengan kenari yang butuh waktu 5 tahun untuk mencapai kondisi sama.

‘Trembesi merupakan tanaman peneduh tepi jalan yang paling banyak digunakan,’ kata Baginda. Musababnya, ki hujan tajuknya lebar, transparan, berdaun kecil, serta memiliki batang dan perakaran kuat.

Sesuai fungsi

Pemilihan tanaman juga mesti disesuaikan dengan fungsi yang diinginkan. Bila sebagai pengarah jalan, dipilih yang bersifat formal. Misal glodokan tiang Polyalthea sp, kenari, dan palem-paleman.

Bila sebagai peneduh, pilihannya trembesi dan flamboyan. Lain lagi jika ingin menonjolkan aspek dekoratifnya. Untuk tanaman dekoratif berbunga contohnya dadap merah Erithrina crystagali, bungur Lagerstroemia speciosa, tanaman kupu-kupu Bauhinia sp, sikat botol Callistemon sp, dan Spathodea campanulata. Sementara untuk tanaman dekoratif dengan pemangkasan ialah beringin Ficus benjamina dan pucuk merah Syzygium oleina. Yang disebut terakhir punya penampilan cantik. Daun mudanya merah kejinggaan, kontras dengan daun tua yang hijau. Susunan daunnya padat. Pantas jika kerabat jambu air itu jadi tanaman peneduh favorit di Singapura dan Malaysia.

Penanaman untuk tepi jalan besar atau jalanan di dalam lingkungan kompleks perumahan pun mempengaruhi pemilihan tanaman. ‘Untuk tanaman di ling kungan perumahan tidak perlu terlalu besar,’ kata Baginda dan Satya sepakat. Maklum tanaman mesti berbagi lahan dengan hunian. Tanaman beraroma seperti tanjung dan cempaka bisa jadi pilihan. (Evy Syariefa/Peliput: Nesia Artdiyasa)

 

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Organik Tinggikan Produksi

Industri parfum, kosmetik, insektisida, dan aromaterapi merupakan beberapa sektor yang memerlukan minyak nilam. Bahkan dalam industri parfum tidak ada...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img