Wednesday, August 10, 2022

Hitung Untung Produksi Cocofiber

- Advertisement -spot_img
Must Read
- Advertisement -spot_img

Dengan kapasitas 8.000 sabut kelapa per hari, mesin itu menghasilkan 800 kg cocofi ber. Toh pria yang memproduksi sabut kelapa sejak 2003 itu masih kewalahan melayani permintaan dari China dan pengusaha lokal. Volume permintaan mencapai 3—4 kali lipat daripada produksi 2,8 ton cocofi ber per hari—Jahari mengoperasikan mesin lain berkapasitas 20.000 sabut.

Cocofi ber memang salah satu olahan limbah kelapa favorit. Serat sabut kelapa itu multimanfaat. Mulai sebagai bahan pembuatan tali tambang sampai pengisi jok mobil mewah. Pantas permintaannya banyak.

Untuk memenuhi permintaan pasar—mayoritas ekspor—para produsen yang tersebar di Lebak (Banten), serta Ciamis dan Tasikmalaya (Jawa Barat) terus menggenjot produksi. Sampai-sampai mereka melengkapi diri dengan mesin pengelas karena setiap hari ada pisau mesin patah kelelahan mengurai serat. Peluang bagi pemain baru pun masih terbentang.

 

Spesifikasi

– Produksi cocofi ber

– Kapasitas produksi 800 kg/hari

– Hasil sampingan cocodust

A. Investasi

– Sewa hahan 3.200 m2 per tahun Rp 1.000.000

– Saung 6 m x 16 m (masa pakai 7 tahun) Rp 7.000.000

– Mesin pengurai sabut 30 PK (masa pakai 6 tahun) Rp 20.000.000

– Mesin pengelas (masa pakai 15 tahun) Rp 6.000.000

Total investasi Rp 34.000.000

B. Biaya operasional

– Sabut kelapa 8.000 @ Rp35 Rp 280.000

– Transportasi pengumpulan 8.000 sabut @ Rp30 Rp 240.000

– Penyusutan mesin Rp 14.000

– Penyusutan saung Rp 4.273

– Penyusutan mesin las Rp 1.709

– Sewa lahan Rp 4.273

– Solar 25 liter @ Rp5.500 Rp 137.500

– Tenaga kerja 4 orang @ Rp21.000 Rp 84.000

– Pengiriman cocofiber ke konsumen Rp 400.000

Total biaya Rp 1.165.755

C. Penerimaan

– Cocofi ber 800 kg @ Rp2.000 Rp 1.600.000

– Cocodust 800 kg @ Rp150 Rp 120.000

Total penerimaan Rp 1.720.000

D. Keuntungan

– Rp1.720.000—Rp1.165.755 Rp 554.245

Keuntungan yang diperoleh produsen cocofiber Rp554.245 per hari

E. Pertimbangan usaha

1. BEP (Break Even Point)

BEP untuk harga produksi

BEP = Rp1.165.755 : 800 kg = Rp1.457/kg

Titik balik modal tercapai jika harga cocofiber Rp1.457/kg.

2. B/C (Perbandingan Penerimaan dan Biaya)

B/C = Rp1.720.000 : Rp1.165.755 = 1,48

Setiap penambahan biaya Rp1 memperoleh penerimaan Rp1,48

3. NPV (Net Present Value)

NPV = Rp1.720.000 x 1/(1 + 0,1) = Rp1.720.000

Dengan asumsi bunga bank 10% per tahun, penerimaan yang akan diperoleh setiap harinya senilai Rp1.720.000

Keterangan

  • Data dari pengolah cocofiber di Desa Sukatani, Kecamatan Wanasalam, Kabupaten Lebak, Banten
  • Harga-harga diperhitungkan pertengahan November 2008
  • Mesin beroperasi selama 9 bulan dalam setahun dengan hari kerja 6 hari per minggu.

 

- Advertisement -spot_img

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img
Latest News

Organik Tinggikan Produksi

Industri parfum, kosmetik, insektisida, dan aromaterapi merupakan beberapa sektor yang memerlukan minyak nilam. Bahkan dalam industri parfum tidak ada...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img