Monday, November 28, 2022

Hoki dari Nomor 197

Rekomendasi
Eddie Yong bersama buah durian musang king yang tumbuh di cabang rendah
Eddie Yong bersama buah durian musang king yang tumbuh di cabang rendah

Saat tersibuk bagi Eddie Yong adalah ketika musim durian tiba. Musang king jadi andalan.

Pada Senin-Jumat Eddie Yong sibuk mengelola sebuah studio foto di Kota Raub, Pahang, Malaysia. Itu kesibukan Eddie sehari-hari. Namun, ketika musim durian berbuah, dua kali setahun masing-masing selama dua bulan, ia tak memiliki hari libur. Sebab, pada akhir pekan yang mestinya libur, ayah tiga anak itu justru pergi ke kebun durian untuk melayani pelanggan yang berdatangan demi menikmati si raja buah.

Ketika wartawan Trubus berkunjung ke kebun itu, Eddie tengah melayani puluhan mania durian. “Mereka tamu saya dari Kualalumpur. Silakan berkeliling saja dulu, saya masih melayani pengunjung,” ujar pehobi berburu dengan menembak itu menyambut kedatangan Trubus. Ia kembali mendatangi tamu karena durian yang tersaji hampir habis.

Melayani sendiri

Eddie bergegas mengambil sebuah durian jatuhan yang menumpuk di bagian depan kedai bambu. Pria itu memungut sebuah, lalu menempatkan buah di sebuah cincin besi yang ditopang tiga kaki besi.

Posisi buah bagian pangkal menghadap ke bawah. Eddie lalu menusukkan ujung “gunting” besi yang runcing ke bagian dasar buah yang menghadap ke atas. Setelah melesak sekitar 3-5 cm, ia kemudian mendorong kedua gagang “gunting” ke bagian dalam hingga gagang rapat. Sementara ujung alat pembuka durian itu bergerak berlawanan, yakni ke bagian luar dan membelah ujung buah durian. Si raja buah pun akhirnya terbelah. Ia lalu menyodorkannya kepada pengunjung. Para mania durian negeri jiran berdatangan setiap kali musim durian berbuah tiba. Maklum durian di kebun Eddie memang varietas yang sohor akan kelezatannya seperti musang king atau D-197 dan udang merah (D-175).

Total populasi di kebun 10 ha itu hanya 360 pohon durian. Populasi musang king  mendominasi, mencapai 150 pohon. Sisanya durian D-24, thraka, udang merah atau D-175, D-2, D-88, dan labu. Selain durian, Eddie Yong juga menanam manggis, kapulasan, dan markisa. Eddie sengaja menanam beraneka varietas agar konsumen dapat menentukan jenis durian yang disukai. Populasi durian musang king paling banyak karena konsumen memang menyukainya, terutama konsumen pemula.

Thraka menjadi favorit mania durian karena berasa manis dan pahit dengan daging buah yang lembut
Thraka menjadi favorit mania durian karena berasa manis dan pahit dengan daging buah yang lembut

Sosok pendek

Eddie mengebunkan beragam durian secara intensif. Ia rutin melakukan pemangkasan sejak tanaman masih kecil, pada umur 1 tahun. Itulah sebabnya hampir seluruh durian di kebun Eddie memiliki percabangan rendah. Contohnya pohon berumur 26 tahun, misalnya, memiliki percabangan hanya setinggi bahu orang dewasa. Pemangkasan rutin juga memicu tanaman berbuah lebat. Pohon durian udang merah yang sarat buah dari mulai cabang terendah hingga di ujung-ujung tajuk. “Di sini udang merah bisa berbuah hingga 1.000 buah per tahun,” ujarnya.

Padahal, di daerah asalnya yakni di Pulau Pinang, para pekebun kerap mengeluhkan udang merah yang sedikit berbuah, maksimal 200 buah. Keruan saja kunci sukses Eddie bukan hanya pemangkasan, tetapi juga pemberian nutrisi.

Sebagai sumber nutrisi, Eddie rutin memberikan pupuk organik berupa campuran kotoran ayam dan limbah ikan setiap dua bulan dengan dosis 3,5 kg per pohon. “Pupuk organik sangat penting untuk meningkatkan kualitas buah seperti rasa manis dan creamy,” kata pekebun durian sejak 26 tahun lalu itu. Menurut Ayub S Parnata, peramu pupuk organik di Bandung, Jawa Barat, kotoran ayam mengandung protein tinggi karena pakan ayam biasanya mengandung protein tinggi untuk memacu pertumbuhan. Sementara limbah ikan menjadi sumber asam amino.

Saat musim durian jatuh, kebun durian milik Eddie Yong selalu ramai pengunjung
Saat musim durian jatuh, kebun durian milik Eddie Yong selalu ramai pengunjung

Tanaman memerlukan asam amino dalam jumlah besar ketika berproduksi tinggi. Asam amino juga membuat kerja enzim optimal serta meningkatkan kemampuan tanaman berfotosintesis walau kondisi lingkungan memburuk. Eddie juga menambahkan pupuk NPK berimbang setiap tiga pekan setelah musim berbuah usai. Dosisnya 3,5 kg per pohon. “Pupuk tambahan itu untuk memulihkan kondisi tanaman yang energinya terkuras usai memunculkan buah,” ujar pehobi fotografi itu.

Berbukit

Lahan durian Eddi amat khas, berbukit-bukit. Ia memilih lahan yang dicapai 1,5 jam dari Kualalumpur itu bukan tanpa alasan. “Kalau di lahan datar yang rendah biasanya dekat dengan sumber air,” ujarnya. Pada kondisi itu tanaman mudah menyerap air sehingga kadar air pada buah tinggi. “Akibatnya, rasa durian menjadi kurang manis dan creamy,” kata pekebun itu.

Pendapat itu senada dengan opini ahli durian di Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara, Dr Lutfi Bansir SP. “Pada lahan miring saat hujan pohon durian tidak akan tergenang karena air mengalir ke dasar bukit. Oleh karena itu walau saat musim panen turun hujan tidak berpengaruh besar terhadap kualitas rasa buah,” ujar doktor alumnus Universitas Brawijaya itu. Namun, penanaman di lahan berbukit membuat Eddie mesti berupaya ekstra agar dapat memenuhi kebutuhan air tanaman secara kontinu.

Itulah sebabnya Eddie membuat kolam di dasar bukit yang airnya berlimpah. Dari kolam itu Eddie menyedot air ke atas bukit dan menampungnya pada tangki plastik berkapasitas 1.000 liter. Ia menempatkan tangki-tangki itu di beberapa lokasi. Dari sana  ia menyalurkan air melalui pipa yang ujungnya bersprinkler. Eddie menyiram pohon durian pada pagi dan sore hari saat kemarau. “Kalau hujan lebat tidak perlu disiram,” ujarnya.

Pemilik ke Raub Durian Orchard itu menerapkan konsep agrowisata sejak 2009. Sebelumnya Eddie hanya menjual buah pada orang tengah-sebutan pengepul di Malaysia. Namun, rantai perniagaan itu kurang menguntungkan karena si pengepul kerap menekan harga. Kini ia menerapkan strategi penjualan melalui blog dan media sosial. Ia mengutip biaya RM40 setara Rp120.000 (kurs RM1=Rp3.000) per orang untuk mencicipi durian sepuasnya di kebun.

Strategi itu ampuh menyedot pengunjung dari berbagai daerah di Malaysia dan mancanegara. Mereka datang, membayar, menikmati durian sepuasnya. Penjualan Eddie mencapai  800 kg (setara 530 buah) setiap hari selama musim buah durian atau 4 bulan dalam setahun. Seorang pengunjung rata-rata menghabiskan 3 buah. (Imam Wiguna)

Keterangan Foto :

  1. Eddie Yong bersama buah durian musang king yang tumbuh di cabang rendah
  2. Eddi Yong menanam durian di lahan berbukit
  3. Thraka menjadi favorit mania durian karena berasa manis dan pahit dengan daging buah yang lembut
  4. Saat musim durian jatuh, kebun durian milik Eddie Yong selalu ramai pengunjung
  5. Musang king banyak disukai konsumen keturunan Melayu dan pemula
Previous articlePilih Bibit Raja Kunyit
Next articleRival Raja Musang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img
Artikel Terbaru

Cara Membangun Rumah Walet agar Walet Mau Bersarang

Trubus.id — Rumah walet tidak bisa dibuat asal-asalan. Perlu riset khusus agar rumah itu nyaman ditempati walet. Mulai dari...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img