Wednesday, June 17, 2026

HR CPO Juni 2026 Turun, HPE Biji Kakao dan Getah Pinus Naik

Rekomendasi

Trubus.idKementerian Perdagangan menetapkan Harga Referensi (HR) minyak kelapa sawit mentah atau crude palm oil (CPO) untuk periode 1–30 Juni 2026 sebesar USD1.029,51 per metrik ton (MT). Nilai itu turun USD20,07 atau 1,91% dibandingkan periode Mei 2026 yang mencapai USD1.049,58 per MT.

Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan, Tommy Andana, mengatakan penurunan HR CPO dipengaruhi melemahnya permintaan dari sejumlah negara importir utama, terutama India.

“HR CPO periode Juni 2026 turun dibandingkan periode Mei 2026 akibat penurunan permintaan dari negara importir utama seperti India,” ujar Tommy.

Berdasarkan ketentuan yang berlaku, pemerintah mengenakan Bea Keluar (BK) CPO sebesar USD148 per MT. Selain itu, dikenakan Pungutan Ekspor (PE) sebesar 12,5% dari HR CPO atau setara USD128,69 per MT selama Juni 2026.

Penetapan HR CPO berasal dari rata-rata harga selama periode 20 April–19 Mei 2026 yang bersumber dari Bursa CPO Indonesia sebesar USD920,80 per MT, Bursa CPO Malaysia sebesar USD1.138,22 per MT, dan harga CPO Rotterdam sebesar USD1.429,40 per MT.

Mengacu pada Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 35 Tahun 2025, apabila selisih rata-rata harga dari tiga sumber melebihi USD40, maka perhitungan HR menggunakan dua sumber harga yang berada pada posisi median dan paling dekat dengan median. Berdasarkan ketentuan itu, perhitungan HR CPO Juni 2026 menggunakan harga dari Bursa CPO Malaysia dan Bursa CPO Indonesia sehingga diperoleh nilai USD1.029,51 per MT.

Sementara itu, minyak goreng sawit olahan atau refined, bleached, and deodorized (RBD) palm olein dalam kemasan bermerek dengan berat bersih maksimal 25 kilogram dikenakan BK sebesar USD33 per MT.

Harga Kakao Naik

Pada periode yang sama, HR biji kakao ditetapkan sebesar USD3.832,17 per MT. Nilai itu meningkat USD563,48 atau 17,24% dibandingkan periode sebelumnya.

Kenaikan HR tersebut berdampak pada naiknya Harga Patokan Ekspor (HPE) biji kakao menjadi USD3.511 per MT atau meningkat USD549 dibandingkan periode Mei 2026.

Menurut Tommy, kenaikan harga kakao dipengaruhi meningkatnya biaya logistik global akibat penutupan Selat Hormuz. Selain itu, berkurangnya pasokan kakao dari Nigeria turut mendorong kenaikan harga.

“Ada kenaikan pada HR dan HPE biji kakao karena ditutupnya Selat Hormuz yang mengakibatkan peningkatan biaya logistik, biaya asuransi, dan bahan bakar. Selain itu, penurunan suplai dari Nigeria ikut mendorong kenaikan HR dan HPE biji kakao,” katanya.

Untuk Juni 2026, BK biji kakao ditetapkan sebesar 7,5%. Besaran yang sama juga berlaku untuk tarif Pungutan Ekspor komoditas tersebut.

Produk Kulit Stabil, Getah Pinus Menguat

Kementerian Perdagangan menyebutkan HPE produk kulit pada Juni 2026 tidak mengalami perubahan dibandingkan periode sebelumnya.

Beberapa produk kayu juga tercatat stabil, antara lain keping kayu (chipwood), kayu olahan dengan luas penampang 1.000–4.000 mm² dari jenis sungkai, serta kayu olahan khusus jenis merbau dengan luas penampang 4.000–10.000 mm².

Di sisi lain, HPE getah pinus naik menjadi USD980 per MT atau meningkat USD64 (6,99%) dibandingkan Mei 2026.

Kenaikan HPE juga terjadi pada kayu veneer dari hutan alam maupun hutan tanaman. Selain itu, harga kayu olahan dengan luas penampang 1.000–4.000 mm² dari jenis meranti, merbau, rimba campuran, eboni, serta kayu hutan tanaman seperti akasia, sengon, balsa, dan eukaliptus turut mengalami peningkatan.

Sebaliknya, pemerintah mencatat penurunan HPE pada kayu lapis untuk kotak kemasan, kayu keping atau pecahan, serta kayu olahan dari jenis jati dan beberapa jenis kayu hutan tanaman seperti pinus, gmelina, dan karet.

Seluruh ketentuan mengenai HR CPO, HR dan HPE biji kakao, HPE produk kulit, HPE produk kayu, serta HPE getah pinus tertuang dalam Keputusan Menteri Perdagangan Nomor 1414 Tahun 2026 tentang Harga Patokan Ekspor dan Harga Referensi atas Produk Pertanian dan Kehutanan yang Dikenakan Bea Keluar dan Tarif Layanan Badan Layanan Umum.


Artikel Terbaru

Kementan Mulai Salurkan Benih Tebu Unggul untuk Pengembangan Kebun Rakyat

Kementerian Pertanian mulai menyalurkan benih tebu unggul asal Kebun Benih Datar (KBD) secara berjenjang melalui mitra penangkar. Program itu...

More Articles Like This