Tuesday, August 9, 2022

Hujan Datang Ranchu Menang

- Advertisement -spot_img
Must Read
- Advertisement -spot_img

Gaya atraktif ditopang mental juara, ranchu senior berhasil memikat mata juri. “Tubuh dan ekor sangat seimbang saat renang. Hampir tak ada cacat,” ujar Ever Tagoli, juri kontes. Tepat pukul 03.00 dinihari penghuni akuarium RS 05 itu ditahbiskan sebagai grand champion.

 

Keputusan ketiga juri—Ever Tagoli, Fendy, dan Alim—pagi itu di Metro Trade Centre tak salah. Sejak awal, ranchu senior jagoan TM Walet itu memang memancarkan aura kemenangan. Pesona warna merah terang dan mengkilap, ditambah tubuh kekar dan lincah membuat pesaingnya terpesona.

Menurut Ever yang juga peternak maskoki di Bandung, ranchu berukuran di atas 20 cm itu istimewa lantaran tampil dengan performa terbaik. Karena kondisi tubuh fi t, ia mampu berenang elegan. Sirip ekor pun mengembang sempurna. Kesempurnaan itu mendapat ganjaran nilai tertinggi 90.

Ryukin menghadang

Perjalanan sang grand champion menuju kursi terhormat sungguh terjal. Sebelum bertarung melawan jawara ryukin dan oranda senior, ia harus menyingkirkan 6 ranchu lain asal Jakarta, Bandung, Ciganjur, dan Temanggung di kelasnya. Semuanya tampil dengan performa terbaik. Tak pelak, ia berjuang mati-matian mengalahkan kecantikan ranchu lain.

Di sana, ranchu andalan Michelle asal Bandung tampil sebagai saingan terberat. Perolehan nilai penghuni akuarium RS 08 itu mengekor bak bayangan. “Ukuran tubuh dan warna bagus. Proporsional kepala dan ekor lumayan,” kata Ever. Sayang, gaya renang yang tampak malas membuatnya terjungkal dari posisi pertama.

Lolos sebagai kampiun ranchu senior, kampiun ryukin dan oranda menanti di babak grand champion. Ryukin senior jagoan Yopie Samiaji asal Temanggung berusaha tampil jor-joran menghadapi dominasi ranchu. “Tubuhnya sangat bagus. Gaya renangnya pun cantik,” tutur Alim. Menurutnya penghuni akuarium TS 05 itu istimewa lantaran warna merah matang dan menyala. Sayang kesempurnaan itu tidak ditunjang sirip punggung yang terlihat melorot.

Jawara oranda senior pun bukan tanpa perlawanan. Berbekal warna merah terang dan tebal, ia berusaha menyalip perolehan nilai ranchu. “Dari segi warna ia tak kalah. Tubuhnya pun bulat dan bagus,” ucap Ever. Meski demikian, kerusakan pada sirip ekor membuat perolehan nilainya tersendat.

Oranda junior seru

Tak hanya persaingan merebut prestasi gelar yang menyuguhkan tontonan menarik. Di kategori junior pun terjadi pergulatan seru merebut peringkat pertama.Di kelas oranda junior misalnya, 10 ikan asal Depok, Temanggung, Bandung, dan Jakarta tampil cantik. Oranda junior kebanggaan Kiking Zamorano asal Bandung berhasil menyabet grand champion. “Ikan itu sempurna. Kepala besar, warna merah menyala, dan tubuh pun bulat. Ia calon grand champion di masa depan,” tutur Ever. Keistimewaan semakin mentereng lantaran fi n atas dan bawah tak ada yang bengkok. Tak heran bila ia meraup poin tertinggi, 80.

Untuk menjadi terbaik ia harus menyisihkan lawan tangguh, oranda junior andalan Yopie Samiaji. Tampil dengan gaya renang yang antik ia juga memiliki keseimbangan tubuh dan ekor yang prima. Kekurangan, warna kuning pucat yang melekat di tubuh membuatnya bertengger di peringkat kedua.

Di kelas ryukin senior persaingan ketat juga tak dapat dihindari. Diikuti 5 ryukin berkualitas asal Jakarta, Bandung, dan Temanggung, membuat juri sulit menentukan sang pemenang. “Semuanya mendekati sempurna,” ucap Ever.

Ryukin senior jagoan Yopie Samiaji asal Temanggung berhasil menjadi kampiun di kelas itu. Ia tampil meyakinkan dengan tubuh bulat dan kepala kecil khas ryukin. Nilai bertambah lantaran warna oranye terang dan merata di sekujur tubuh.

Ia berhasil menekuk ryukin hitam andalan Kiking Zamorano asal Bandung. “Ikan itu juga layak menang. Tubuh dan kepala juga bagus,” katanya. Sayang, sirip dan ekor kurang maksimal. Ia pun harus puas berada di posisi kedua.

Perhelatan yang diselenggarakan pihak Metro Trade Centre, Bandung, bekerjasama dengan mania maskoki Bandung itu terbilang sukses. Sebanyak 71 maskoki beradu molek untuk meraih peringkat pertama di 9 kelas yang dilombakan. Kelas lion head senior mampu menarik peserta terbanyak, 12 ekor. Kelas lain seperti oranda junior 10 ekor, dan ranchu junior 9 ekor.

Tak hanya kontes maskoki, pameran ikan hias, stan tanaman hias, dan berbagai acara hiburan turut meramaikan pusat perbelanjaan yang terletak di bilangan Soekarno—Hatta, Bandung, itu. Usai pembagian hadiah, hujan kembali mengguyur Kota Kembang mengiringi langkah peserta kontes beranjak pulang. (Rahmansyah Dermawan)

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Organik Tinggikan Produksi

Industri parfum, kosmetik, insektisida, dan aromaterapi merupakan beberapa sektor yang memerlukan minyak nilam. Bahkan dalam industri parfum tidak ada...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img