Thursday, July 25, 2024

HUT ke-53 Kopassus Tornado Guncang Kota Batik

Rekomendasi
- Advertisement -

Ahad itu matahari panas menyengat di lapangan tembak Kandang Menjangan, Solo, Jawa Tengah. Namun, itu tak menyurutkan semangat Tornado dalam bertanding. Sejak lomba dimulai, ia terus menerus mengeluarkan gaya telernya. Kepala bergerak ke kanan dan kiri, seiring kicauannya yang nyaring. Enam juri pun dibuat terkesima mendengar cerecetnya yang khas. Tak heran, begitu digantang, bendera bunyi tertancap di gantangan 15 itu.

Saingan beratnya, Montana milik Martinus asal Kudus, Jawa Tengah di gantangan 38 seolah tak berkutik. Hingga 20 menit babak berakhir, Tornado melenggang ke puncak juara tanpa ada perlawanan dari para pesaing lain. Juara I di kelas anis merah bintang B pun direngkuh burung berumur 1,5 tahun itu.

Prestasi Tornado kian mencorong saat berlaga di kelas anis merah sejati. Sebanyak 59 peserta tak mampu menggunggulinya dalam perolehan nilai. Rival berat datang dari Samurai, jagoan Handoko dari Surabaya, Jawa Timur. Sayang, memasuki 10 menit berakhir, burung di gantangan 12 itu bungkam seribu bahasa. Mahkota juara I kembali direbut burung berharga Rp50- juta itu.

Di kelas anis merah favorit Tornado juga menghempaskan 45 kontestan. “Spektakuler,” kata salah satu peserta memuji keunggulan anis merah milik Raymond dari Yogyakarta. Prestasi yang patut diacungi jempol karena sangat jarang seekor burung mampu menyabet juara 1 sebanyak 3 kali di kontes sama. Sejak di tangan Raymond setahun silam, prestasi Tornado semakin menanjak. “Di kontes ini, ia sangat membanggakan,” kata anggota New Join AB itu. Sayang, di kelas anis merah bintang A gagal direngkuh karena disabet Arimbi milik Dwi H asal Medan, Sumatera Utara.

Terbaik

Kalau Tornado mendominasi kelas anis, Elit, jagoan Anton Yuwono, personil New Join AB, klub ternama asal Yogyakarta, menjadi bintang di kelas murai batu. Turun di kelas murai batu bintang, Elit mengungguli 50 kontestan. Sejak digantang, burung bernomor 28 itu sudah mencuri perhatian sang juri. Wajar, bila 6 juri langsung mengganjar bendera bunyi. Mahkota andalan Joko dari Solo, Jawa Tengah mencoba menyodok Elit dalam perolehan poin.

Sayang, menjelang detik-detik terakhir, Mahkota tak mampu menggungguli keandalan Elit. Enam juri mengganjar bendera kejuaraan di gantangan 28. Juara I pun direngkuhnya. Di kelas murai batu sejati, Elit juga mendapat juara I dengan menghempaskan 48 kontestan. Toh prestasi Elit dan Tornado yang mencorong itu gagal mengantarkan New Join AB sebagai juara umum. Klub burung asal kota gudeg itu harus puas sebagai runner up dengan poin 900. Juara umum klub direbut Putra Bengawan Solo dengan poin 950.

Sukses mengukir prestasi juara juga dialami Badak Laut, pentet jagoan Reog Ponorogo, klub burung asal Ponorogo, Jawa Timur. Burung yang acap juara di berbagai kontes itu menyabet juara I di kelas pentet sejati dan pentet favorit. “Tak sia-sia datang ke sini (Solo, red),” kata Ardian, ketua tim. Selain Badak Laut, Serdadu—nama pentet lain memperoleh posisi ke-6 di kelas pentet favorit.

Persaingan di kelas pentet memang sangat ketat. Contohnya, kelas pentet bintang yang diikuti 42 kontestan. Sejak digantang, burung di gantangan 23 dan 22 bersaing ketat dalam mengumpulkan nilai. Tak heran, bila 6 juri pun langsung memberi bendera bunyi di bawah gantangannya.

Itulah Bajul Ijo, pentet milik Vino dari Damai Indonesia. Kemenangan Bajul Ijo sekaligus mengantarkan hobiis asal Yogyakarta itu sebagai juara umum perorangan. Sementara Bagong yang berada di gantangan 22 milik Reza asal Mahesa Jenar, klub burung di Semarang, Jawa Tengah puas menduduki urutan ke-2.

Sayang, di kontes itu dewi keberuntungan belum berpihak pada Drs Djumadi, yang menjagokan anis merah bernama NewOne. Peraih juara I di kelas bintang di Yogyakarta dan Kediri itu, hanyapuas di urutan ke-10.

Meriah

Kontes burung berkicau yang dibuka Letnan Kolonel Infantri Nunu Nugroho pada pukul 09.30 itu berlangsung meriah. Sebanyak 1.000 peserta datang dari seluruh kota di Jawa, Medan, dan Banjarmasin. Mereka bertanding dalam 32 kelas pertandingan untuk memperebutkan piala prajurit Kopassus Bhirawa Yudha VI. “Even ini berskala nasional dan sudah 6 kali digelar sehingga dibanjiri peserta,” kata Dono Sri Hananto, SE ketua Himpunan Mania Kicauan Indonesia.

Acara yang berlangsung pada awal April 2005 itu melombakan bekisar. Sebanyak 50 peserta bertanding dibagi dalam 3 kelas, utama, madya, dan pemula. Tampil sebagai juara I di kelas utama Hitam Manis, milik H. Mansyur asal Surabaya, Jawa Timur. Bekisar berumur 9 bulan itu menghempaskan 5 rival di babak fi nal. Juara I di kelas madya disabet Lintang Alit, jagoan Ny Mizan Qisthianah asal Kulonprogo, Yogyakarta setelah mengalahkan 10 kontestan di babak fi nal. Sementara Jimmi milik Santoso Tedjo asal Surabaya merebut tahta terbaik di kelas pemula. (Nyuwan SB)

- Advertisement -spot_img
Artikel Terbaru

Kelapa Genjah Merah Bali, Eksotis dan Produktif

Trubus.id—Kelapa genjah merah bali merupakan kelapa baru yang eksotis dan produktif. Secara umum berbunga pada umur 2—2,5 tahun dan...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img