Monday, August 15, 2022

Identitas Budaya Suku Sahu

- Advertisement -spot_img
Must Read
- Advertisement -spot_img
Komunitas petani suku Sahu Jio Tala’i Padusua di Kabupaten Halmahera Barat (Halbar), Provinsi Maluku Utara. (DOk. Peinina Ireine Nindatu)

Trubus — Budidaya padi ladang telah dimaknai sebagai identitas budaya suku Sahu Jio Tala’i Padusua di Kabupaten Halmahera Barat (Halbar), Provinsi Maluku Utara. Kegiatan itu yang membedakan komunitas Sahu Jio Tala’i Padusua dari komunitas suku lain di Kabupaten Halbar. Tolong-menolong, kebersamaan, dan kekeluargaan merupakan sebuah aktualisasi identitas budaya yang melandasi relasi sosial komunitas petani Sahu Jio Tala’i Padusua dalam kegiatan budidaya padi ladang.

Itulah modal sosial yang menjadi kekuatan besar dalam membangun tatanan kehidupan masyarakat yang lebih baik. Terutama untuk melawan wabah virus korona yang mengancam kehidupan warga dunia saat ini, termasuk masyarakat di Kabupaten Halbar. Nilai penting lain yang dapat dipelajari dari titila yaitu kapasitasnya harus diperbesar untuk menampung hasil panen yang lebih banyak jika diusahakan untuk tujuan komersial.

Selama ini petani menanam padi ladang hanya untuk konsumsi keluarga. Padahal usaha tani tidak hanya sekadar memenuhi kebutuhan konsumsi, tetapi juga memperoleh pendapatan. Upaya memperoleh pendapatan perlu dilakukan dengan cara mengoptimalkan kegiatan agribisnis padi ladang pada subsistem agribisnis hulu, budidaya, hilir, dan penunjang.

Mencermati Surat Edaran Sekjen Kementerian Pertanian No. 1056/SE/RC.10/03/2020 tentang strategi Pencegahan dan Perlindungan Covid-19, yakni penyediaan bahan pangan pokok utamanya beras dan pembuatan serta pengembangan pasar tani di setiap provinsi, juga optimalisasi pangan lokal, maka hal itu bisa menjadi peluang usaha bagi masyarakat Sahu Jio Tala’i Padusua.

Mereka bisa mengembangkan padi ladang sebagai salah satu komoditas lokal untuk pemenuhan kebutuhan pangan lokal secara berkelanjutan dan juga keperluan komersial. Khusus subsistem hulu dan budidaya, perlu menggunakan teknologi yang dapat mengefisienkan waktu saat pengolahan dan peningkatan produktivitas. Teknologi dimaksud khususnya pada kualitas benih serta peralatan budidaya dan panen. (Dr. Peinina Ireine Nindatu, S.P., M.Si dan Relanti Irene Sopacua, S.P., M.Si., dosen Program Studi Agribisnis serta Foniike Samad, S.P., M.Si., Mayz Papilaya S.Si., M.Si., dan Injilia Apriani Thenu, S.P., M.Si., dosen Program Studi Agroteknologi, STPK Banau Halmahera Barat, Maluku Utara)

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Organik Tinggikan Produksi

Industri parfum, kosmetik, insektisida, dan aromaterapi merupakan beberapa sektor yang memerlukan minyak nilam. Bahkan dalam industri parfum tidak ada...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img