Wednesday, August 17, 2022

Ilalang Penghalang Hipertensi

- Advertisement -spot_img
Must Read
- Advertisement -spot_img
Akar ilalang membantu pasien hipertensi menormalkan tekanan darah. (foto : dok. Trubus)

TRUBUS — Akar alang-alang ternyata berkhasiat mengatasi hipertensi.

Ilalang bukan hanya soal gulma berdaun tajam yang mudah melukai kulit. Sampai-sampai orang Belanda menyebutnya snijgras (dalam bahasa Belanda snij berarti memotong, gras bermakna rumput). Tanaman anggota famili Poaceae itu berfaedah besar terutama bagi penderita hipertensi atau darah tinggi. Menurut dr. Danang Ardiyanto tekanan darah terbagi dua, sistolik dan diastolik.

Sistolik merupakan tekanan saat jantung memompa darah ke seluruh tubuh, sedangkan diastolik tekanan saat jantung berelaksasi sebelum kembali memompa darah. Seseorang disebut mengidap darah tinggi jika tekanan sistolik mencapai 130 mm/Hg. Adapun tekanan diastolik melebihi 80 mm Hg. Mengonsumsi ilalang salah satu cara menormalkan kembali tekanan darah tinggi.

Antihipertensi

Danang Ardiyanto yang menjadi koordinator Rumah Riset Jamu/Klinik Saintifikasi Jamu Hortus Medicus memberikan alang-alang kepada 105 pasien hipertensi. Saat penelitian itu berlangsung, tekanan darah mereka di atas 140 mmHg. Periset memberikan ramuan yang berbeda. Jadi, ada tiga kombinasi resep yang diberikan kepada para pasien. Pertama periset mengombinasikan ilalang dengan seledri, pegagan, dan kumis kucing. Ilalang dominan mencapai 4 gram.

Koordinator Klinik Saintifikasi Jamu Hortus Medicus, dr. Danang Ardiyanto.

Selain kombinasi itu, Faisal Nur Arib dan rekan dari Rumah Riset Jamu menyatakan, kelompok pasien lain mengonsumsi ramuan seledri, pegagan, kumis kucing, alang-alang, dan tempuyung sebanyak 23 resep (23,5%). Kombinasi ketiga paling sedikit digunakan hanya 10 orang pasien. Kelompok pasien ini mengonsumsi ramuan yang terdiri atas seledri, pegagan, dan alang-alang.

Setiap hari mereka mengonsumsi segelas rebusan tanaman obat itu setara 250 ml. Frekuensi konsumsi rebusan tanaman obat itu dua kali sehari selama 14—20 hari. Hasilnya pada kelompok pertama (terdiri atas 72 orang) 70,9% tekanan darah mereka kembali normal. Artinya pemanfaatan kombinasi pertama lebih banyak digunakan dan memiliki persentase efikasi atau tingkat kemanjuran paling tinggi.

Danang mengatakan, ilalang mengandung senyawa aktif lignin, selulosa, dan hemiselulosa yang tergolong ke dalam serat tidak larut dan bermanfaat bagi tubuh. “Memakan serat dalam jumlah cukup dapat menurunkan kadar kolesterol darah, mencegah terjadinya konstipasi dan memperlambat pencernaan makanan,” kata Danang. Serat dapat membantu makan lebih sedikit dan mengurangi bobot badan.

Meningkatkan asupan serat dari 15 gram menjadi 30 gram sehari mengurangi masukan kalori. Peningkatan asupan serat akan diikuti juga dengan pengurangan distres lambung (gangguan lambung). Jika diikuti dengan mengonsumsi banyak cairan (8 gelas sehari) maka mencegah terjadinya konstipasi,” kata Danang. Adapun kandungan lain tanaman keluarga Poaceae itu yakni tinggi kalium, dan protein.

Diuretik

Danang menjelaskan tekanan darah pasien turun setelah mengonsumsi ilalang karena mampu mengurangi cairan ekstraseluler. Sifat diuretiknya dapat meringankan kerja jantung dalam memompa darah dan membuat efek vasodilator atau memperlebar pembuluh darah sehingga menurunkan tekanan darah. Pria kelahiran 13 Mei 1979 itu mengatakan, Imperata cylindrica itu bagus juga untuk mengurangi edema atau bengkak yang sering muncul pada pasien hipertensi.

Dokter almunus Universitas Gadjah Mada itu mengatakan, alang-alang bersifat diuretik atau peluruh kemih. Artinya pasien yang mengonsumi rebusan ilalang akan sering berurine. “Salah satu patofisiologi hipertensi adalah terjadinya hambatan atau resistensi di pembuluh darah karena retensi air dan garam,” kata Danang. Menurut Danang hampir seluruh pasien hipertensi dapat mengonsumsi rebusan alang-alang.

Herbalis di Kota Tangerang Selatan, Provinsi Banten, Yayuk Ambarwulan.

Rumah Sakit Jamu memanfaatkan alang-alang sebagai tanaman obat terbanyak kedua sebagai resep antihipertensi setelah seledri Apium graveolens. Danang mengatakan, hampir seluruh pasien hipertensi dapat mengonsumsi alang-alang. Masyarakat dapat memetik khasiat tanaman anggota famili Poaceae itu. Bagian tanaman yang dimanfaatkan adalah akar berwarna putih dan beruas.

Mengolah alang-alang juga sederhana, dengan merebus 5—10 gram akar alang-alang kering dalam 5 gelas air atau setara 1,25 liter hingga mendidih. Gunakan api kecil. Saring rebusan dan konsumsi 2—3 kali sehari sebelum makan. Danang menganjurkan kombinasi alang-alang dengan seledri, kumis kucing Orthosiphon aristatus, dan pegagan Centela asiatica.

“Alang alang bahan bakunya sangat mudah didapat, tidak perlu budidaya pun bisa tumbuh dengan mudah. Tanaman itu juga tumbuh baik di daerah kering maupun lembap. Secara ekonomis juga murah,” kata Danang. Adapun potensi lain pemanfaatan alang-alang yakni untuk meluruhkan batu saluran kemih serta mengeluarkan asam urat.

Herbalis di Kota Tangerang Selatan, Banten, Yayuk Ambarwulan biasanya meresepkan alang-alang untuk pasien sariawan, panas dalam, radang tenggorokan, dan hambatan berkemih. Yayuk memilih rumput berdaun tajam itu karena karakternya yang dingin dan diuretik. “Akar alang-alang memberikan rasa nyaman bagi tubuh dan mudah didapatkan,” kata Yayuk.(Hanna Tri Puspa Borneo Hutagaol)

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Organik Tinggikan Produksi

Industri parfum, kosmetik, insektisida, dan aromaterapi merupakan beberapa sektor yang memerlukan minyak nilam. Bahkan dalam industri parfum tidak ada...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img