Wednesday, September 28, 2022

Indonesia Berpotensi Merebut Pasar Vanili Internasional

Rekomendasi

Trubus.id — Potensi Indonesia untuk mengekspor vanili ke pasar internasional masih cukup tinggi. Hal itu mengingat hampir lima tahun terakhir kondisi cuaca di Madagaskar—sebagai produsen utama vanili—kurang baik sehingga menyebabkan produksi vanili terhambat.

Terjangan Topan Enawo di Madagaskar pada Maret 2017 menghancurkan sepertiga populasi vanili di sana. Sayangnya, ketika harga mulai naik, populasi vanili di Indonesia merupakan sisa-sisa tanaman yang ditanam sebelum era 2010 dan tak terurus.

Sejatinya, Indonesia memiliki sentra produksi vanili yang tersebar di berbagai daerah, seperti di Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Sumatera, Bali, Sulawesi, Nusa Tenggara, Kalimantan, Maluku, dan Papua.

Menurut Endang Hadipoentyanti, peneliti di Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat, Indonesia harus segera merevitalisasi vanili agar momentum harga yang baik ini tidak diambil negara pesaing.

Nilai ekspor Indonesia menempati peringkat ke-3 perdagangan ekspor vanili senilai Rp1,1 triliun. Angka itu masih berada di bawah negara pengekpor vanili lainnya, yaitu Madagaskar dan Prancis.

Menurutnya, Indonesia bisa mengambil kejayaan vanili seperti pada 2003–2005. Indonesia masih berpeluang merebut pasar vanili international. Syaratnya, memperhatikan perencanaan produksi dalam negeri secukupnya dan mempersiapkan strategi kompetisi pasar dunia.

“Jangan sampai produksi petani berbondong-bondong menanam, kemudian terjadi kelebihan produksi dan pada akhirnya merugikan petani karena hasil vanili tidak terserap dan dihargai rendah,” jelasnya.

Bagi petani yang hendak menanam vanili harus membekali diri dengan pengetahuan teknis budidaya. Oleh karena itu, petani perlu memahami secara mendalam aspek teknis seperti teknik budidaya, pemilihan varietas unggul, panen, penanganan pascapanen, dan pemasaran.

Endang menyampaikan setidaknya terdapat 3 pekerjaan rumah dalam budidaya vanili yang perlu mendapat perhatian setiap pihak. Pertama, produktivitas rendah, 0,11 kg polong kering per tanaman per tahun. Jika dikonversi, setara 500 kg polong kering per hektare per tahun dengan asumsi populasi 1 hektare 3.000–4.500 tanaman.

Padahal, produktivitas vanili masih bisa ditingkatkan. Caranya dengan memilih varietas vanili unggul. Indonesia memili tiga varietas vanili unggul, yakni Vania1, Vania 2, dan Alor. Ketiga varietas itu cocok dibudidayakan di wilayah tropis seperti Indonesia.

Kedua, serangan patogen Fusarium oxysporum f.sp. vanillae penyebab busuk batang vanili (BBV) yang belum dapat diatasi secara tuntas. Patogen tular tanah menyerang vanili pada semua tingkat umur dan seluruh bagian tanaman.

Ketiga,harus bisa menjaga mutu vanili. Rendahnya mutu dipengaruhi oleh sederetan proses penyebab yang berkaitan satu sama lain, seperti umur panen, panjang polong, dan proses pengolahan. Jika ketiga pekerjaan rumah itu bisa diatasi, meraih kebangkitan hingga kejayaan vanili bisa kembali terwujud.

- Advertisement -spot_img
Artikel Terbaru

Cara Menghasilkan Silangan Palem yang Cantik

Trubus.id — Greg Hambali sangat hobi menyilangkan palem. Saking hobinya menyilangkan tanaman palem, Greg mendapatkan hasil silangan terbaru yang...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img