Friday, June 14, 2024

Inovasi Biofortifikasi Agronomi, Tingkatkan Kandungan Gizi Jagung

Rekomendasi
- Advertisement -

Trubus.id—Dosen di Fakultas Pertanian  (FP), Universitas Lampung, Dr. Agustiansyah, S.P., M.Si., melakukan riset biofortifikasi agronomi—proses peningkatan kandungan nutrisi tanaman.  Tujuannya untuk memperbaiki pertumbuhan, produktivitas, dan nilai gizi pada tanaman.

Agustiansyah melakukan biofortifikasi pada tanaman jagung. Ia meningkatkan nilai kandungan seperti besi (Fe), zink (Zn), dan boron (B). Misalnya nilai kandungan Zn pada tanaman jagung sekitar 22 mg/kg meningkat menjadi 58 mg/kg berkat biofortifikasi itu.

Ia membutuhkan waktu 2—3 bulan untuk proses riset atau sesuai dengan umur tanaman jagung. Proses biofortifikasi agronomi itu mulai dari penanaman, pemupukan, aplikasi Zn, Fe, Zn, dan B. Selanjutnya pemanenan dan analisis nilai kandungan gizi jagung.

Menurut Agustiansyah aplikasi Zn, Fe, dan B pada tanaman mesti memerhatikan fase pertumbuhan tanaman. Misalnya fase sebelum berbunga dan setelah berbunga. “Aplikasi dilakukan 2—3 kali pada fase pertumbuhan jagung,” kata Agustiansyah pada laman UNILA.

Ia berharap biofortifikasi agronomi ini dapat dikembangkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat melalui pangan alternatif.  Pasalnya menurut Agustiansyah beberapa tanaman mengandung nilai gizi yang relatif rendah. Maka perlu peningkatan kandungan gizi pada tanaman itu.

Peningkatan kandungan nilai gizi bisa melalui pemuliaan tanaman dan budidaya tanaman seperti biofortifikasi. Menurut Agustiansyah proses biofortifikasi relatif cepat dalam meningkatkan kandungan gizi tanaman.

Langkah peningkatan gizi tanaman juga menjadi salah satu upaya menangulangi status tengkes di Indonesia. Harap mafhum  prevalensi tengkes di Indonesia sekitar 21,6% pada 2022.

- Advertisement -spot_img
Artikel Terbaru

Peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2024, Klaster Filantropi Lingkungan Hidup dan Konservasi  Gelar Tanam Pohon Serentak di 18 Provinsi

Trubus.id—Klaster Filantropi Lingkungan Hidup dan Konservasi (KFLHK) yakni Perhimpunan Filantropi Indonesia, Dompet Dhuafa, Belantara Foundation, Dompet Dhuafa Volunteer (DDV),...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img