Wednesday, September 28, 2022

Inovasi Mesin Pemanen Telur Kreasi Mahasiswa UGM

Rekomendasi

Trubus.id — Mahasiswa Universitas Gadjah Mada ciptakan alat pemanen, pemilah, dan penata telur otomatis. Alat itu diberi nama Sortegg-Quail. Pembuatan alat ini bertujuan membantu peternak sekaligus mendorong pengembangan peternakan burung puyuh.

Salah seorang pembuat alat ini, Hero Prakosa Wibowo Priyanto, mahasiswa Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) UGM, mengatakan, alat ini juga dibuat untuk mengurangi risiko kerusakan produk peternakan yang kerap terjadi akibat kesalahan manusia.

“Diperkirakan 13–20% dari jumlah produksi telur total mengalami retak, pecah, dan rusak sebelum sampai ke tujuan,” kata Hero, seperti dikutip dari laman Universitas Gadjah Mada, Senin (19/09).

Oleh karena itu, Sortegg-Quail menjadi strategi untuk memudahkan peternak puyuh dalam memanen, memilah, dan menata telur berbasis digitalisasi. Di samping itu, diharapkan dapat meningkatkan daya saing telur puyuh dengan kualitas telur terjamin sebelum beredar di masyarakat.

Menurut Hero, peternakan burung puyuh adalah salah satu subsektor peternakan yang memiliki potensi tinggi tetapi jarang diperhatikan banyak pihak. Peternakan ini tidak memerlukan tempat atau lahan luas. Konsumsi pakan puyuh juga relatif sedikit, hanya sekitar 20 gram per ekor per hari. 

Kendati demikian, lanjutnya, sektor ini belum banyak tersentuh perkembangan teknologi karena kebanyakan peternak burung puyuh masih menggunakan cara tradisional. Padahal, cara tersebut mengandung risiko human error yang dapat berdampak pada produksi peternakan.

Anggota tim pengembangan alat lainnya, Putri Safitri Dian Kusuma dari Fakultas Peternakan UGM menyayangkan di era society 5.0 ini, subsektor peternakan burung puyuh belum tersentuh pengaruh pengembangan teknologi.

Komponen alat dan fungsinya

Sortegg-Quail mengusung teknologi IoT berupa image processing yang terintegrasi dengan modul RTC sebagai penyimpan informasi pencitraan telur. Informasi selanjutnya ditampilkan melalui LCD berupa data jumlah telur total, telur yang baik, telur yang buruk, dan massa telur pada egg tray

Komponen lain dari alat ini adalah kamera sebagai sensor utama penangkap citra telur, lampu ultraviolet untuk pencahayaan pendeteksi kerusakan telur, motor DC sebagai penggerak sabuk konveyor, sensor infrared sebagai pendeteksi keberadaan telur, serta motor stepper untuk menggerakkan mesin penata telur. 

Mesin pemanen, pemilah, dan penata telur buatan mahasiswa UGM. (Dok. ugm.ac.id)

Tri Wahyu Supardi, S.Si., M.Cs, dosen pembimbing, optimis gagasan Sortegg-Quail akan bermanfaat bagi peternak puyuh dalam menyortir telur puyuh secara efektif dan efisien. Mengusung automation tools system, pemanenan, pemilah, dan penata dengan fitur teknologi IoT ini dapat mempermudah pekerjaan peternak. 

“Harapannya, alat ini akan terus berkembang dan dapat dimanfaatkan juga pada sektor peternakan lainnya seperti peternakan ayam, itik, dan peternakan unggas lainnya,” tuturnya.

Alat ini dikembangkan oleh sekelompok mahasiswa yang tergabung dalam Program Kreativitas Mahasiswa Bidang Karsa Cipta (PKM-KC) Universitas Gadjah Mada. Mereka adalah Hero dan dua mahasiswa FMIPA lainnya, Kristian Bima Aryayudha dan Fatakhillah Khaqo, Putri Safitri Dian Kusuma (Fakultas Peternakan), serta Bayu Wiratama (Fakultas Teknik).

- Advertisement -spot_img
Artikel Terbaru

Cara Menghasilkan Silangan Palem yang Cantik

Trubus.id — Greg Hambali sangat hobi menyilangkan palem. Saking hobinya menyilangkan tanaman palem, Greg mendapatkan hasil silangan terbaru yang...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img