Saturday, April 13, 2024

Inovasi Pakan Itik: Riset Ilmiah Membuktikan Eceng Gondok Terfermentasi Meningkatkan Bobot Itik

Rekomendasi
- Advertisement -

Trubus.id—Riset ilmiah membuktikan eceng gondok terfermentasi meningkatkan bobot itik. Siska Fitriyanti, S.Si, M.P., peneliti muda di Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah Provinsi Kalimantan Selatan) menuturkan pemberian pakan itik berbahan Eichhornia crassipes berdampak positif terhadap pertumbuhan itik alabio.

Buktinya bobot itik berumur kurang lebih 3 bulan yang mendapatkan pakan berisi campuran 75% eceng gondok terfermentasi, 3% tepung ikan, dan 22% dedak selama 3 bulan mencapai 4,9 kg. Bandingkan dengan itik yang mengonsumsi 100% pakan pabrik hanya berbobot 4 kg.

Aroma harum yang baik—tidak tercium wangi dedak yang kuat— pun mampu meningkatkan nafsu makan itik. Selain memudahkan pencernaan, eceng gondok terfermentasi juga memperpanjang daya simpan pakan dan meningkatkan kandungan nutrisi.

Sejatinya eceng gondok tidak hanya bermanfaat untuk itik. Potensi eceng gondok sebagai pakan pun baik untuk ruminansia seperti sapi, domba, dan kambing. Kelinci pun bisa menikmati tanaman yang pertama kali ditemukan di Sungai Amazon, Brasil itu.

Eceng gondok mengandung protein, karbohidrat, kalsium, zat besi, lemak, vitamin A, dan selulosa. Inovasi eceng gondok sebagai pakan terobosan penting lantaran mengurangi biaya pakan hingga 50% jika eceng gondok terfermentasi dicampurkan sebanyak 50%-75% dalam pakan.

Lazimnya biaya pakan 60% dari total ongkos produksi. Dengan kata lain keuntungan peternak pun lebih tinggi jika menggunakan pakan berbahan eceng gondok terfermentasi. Untungnya, eceng gondok mudah diperoleh dan berlimpah.

Pertumbuhan eceng gondok sangat cepat. Satu batang eceng gondok berkembang menutupi perairan 1 hektare dalam waktu 52 hari. Jika dibiarkan selama 1 tahun eceng gondok mengisi lahan 7 ha.

Pakan Eceng Gondok untuk Itik

  1. Potong eceng gondok berukuran 2—3 cm.
  2. Jemur eceng gondok di bawah sinar matahari hingga kadar air berkurang sekitar 50%. Durasi penjemuran 2 hari jika cuaca cerah.
  3. Siapkan larutan bioaktivator berbahan 500 ml air tebu atau air gula, 600 ml Effective Microorganism 4 (EM4), dan 1.650 ml air atau 60% dari total cairan.
  4. Campurkan eceng gondok yang telah dijemur dengan larutan bioaktivator ke dalam kantong plastik besar (kantong besar untuk sampah).
  5. Tutup rapat plastik dan pastikan kedap udara. Diamkan selama 21 hari agar fermentasi berlangsung. Bau harum seperti karamel tanda fermentasi berhasil.
  6. Campur eceng gondok terfermentasi dengan tepung ikan dan dedak sebagai pakan ternak.
- Advertisement -spot_img
Artikel Terbaru

Rawat Si Engkong : Durian Tua Berumur 100 Tahun

Trubus.id— Pohon durian setinggi 40 m itu berdiri kokoh di lokasi penanaman durian populer seperti super tembaga, bawor, musang...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img