Tuesday, March 17, 2026

Inovasi Varietas Padi Tipe Baru

Rekomendasi
- Advertisement -

Trubus.id – Berbagai inovasi terus dilakukan untuk mendukung ketahanan pangan nasional. Salah satu inovasi tersebut datang dari IPB University melalui pengembangan varietas Padi Tipe Baru (PTB). Inovasi ini dipimpin oleh Prof. Dr. Hajrial Aswidinnoor, Guru Besar Fakultas Pertanian, bersama timnya.

Pada akhir 2023, mereka berhasil merilis empat varietas unggulan, yaitu IPB 12S, IPB 13S, IPB 14S, dan IPB 15S. Varietas-varietas ini dirancang untuk meningkatkan produktivitas dan ketahanan tanaman padi.

Keempat varietas tersebut terbukti memiliki daya hasil tinggi dan ketahanan yang baik terhadap hama wereng batang cokelat. Hama ini dikenal sebagai salah satu masalah utama dalam budidaya padi nasional.

Selain itu, keempat varietas ini juga tahan terhadap penyakit blas yang kini mulai menyerang lahan sawah irigasi. Penyakit ini dikenal petani sebagai penyakit “busuk leher” karena menyebabkan kerusakan total pada malai padi.

IPB-12S dan IPB-13S memiliki rendemen beras kepala yang sangat tinggi, mencapai 95 hingga 96 persen. Ini menjadikannya cocok untuk produsen dan pedagang beras yang menargetkan pasar premium.

Sementara itu, IPB-15S cocok ditanam di lahan kurang subur dan menunjukkan produktivitas lebih tinggi dibanding varietas lainnya. Varietas ini sangat membantu petani subsisten yang menghadapi keterbatasan lahan dan input.

IPB-15S juga mengandung zat besi dan zinc dalam jumlah tinggi, menjadikannya sebagai varietas biofortifikasi. Kandungan ini diharapkan dapat membantu mengatasi masalah stunting dan anemia di masyarakat.

Dengan produktivitas tinggi dan ketahanan terhadap hama serta penyakit, keempat varietas ini sangat menjanjikan. Diharapkan varietas-varietas ini bisa memperkuat ketahanan pangan dan meningkatkan kesejahteraan petani.

Prof. Hajrial pada kanal YouTube IPB TV menyampaikan harapannya agar varietas PTB ini segera diadopsi secara luas oleh petani. Inovasi ini diharapkan mendukung prioritas pemerintah dalam menjaga ketersediaan beras nasional.


Artikel Terbaru

Dari Mahiz ke Industri: Jejak Jagung yang Mengubah Dunia

Jagung, yang dulu disebut mahiz oleh suku Indian, bermula sebagai rumput liar di Meksiko dan kemudian didomestikasi menjadi tanaman...

More Articles Like This