Inspirasi dari Balik Jendela

Rekomendasi

Menanam bunga dalam wadah di tepi jendela alias windowbox gardening boleh jadi belum populer di Indonesia. Namun, di negaranegara Eropa itu jadi pemandangan lumrah. Maklum banyak penduduk Cuma memiliki halaman rumah sempit. Apalagi mereka yang tinggal di apartemen dan fl at.

Pilihan yang kian digemari, bercocok tanam di bibir jendela. Geranium, lili, krisan bahkan tomat ceri, selada, atau mint ditanam dalam wadah di tepi lubang angin bagian luar. “Kelebihan windowbox gardening, keindahan tanaman tidak Cuma dapat dinikmati dari luar, tapi juga dalam rumah,” tutur Dr Ir Nurhayati HS Arifi n, MSc.

Adaptasi

Menurut dosen cultural landscape di Program Studi Arsitektur Lansekap Jurusan Budidaya Pertanian, Fakultas Pertanian IPB, itu popularitas windowbox gardening di Eropa juga terkait dengan model dan desain tingkap di sana. “Jendelajendela di negara-negara Eropa umumnya dibuka-tutup ke atas ke bawah. Makanya  mereka leluasa menanam bunga-bungaan persis di tepi jendela karena tanaman tidak akan terganggu atau rusak ketika daun jendela dibuka-tutup,” papar Nurhayati.

Di Jepang, beberapa rumah modern menggunakan 2 lapis daun jendela yang dibuka ke luar dan ke dalam. Nah, saat musim panas, biasanya cuma daun jendela bagian dalam yang dibuka–tutup. Sementara yang dibuka keluar dibiarkan terus menguak. Saat itu mereka meletakkan pot bunga-bungaan di bibir pintu angin.

Lain halnya di Indonesia, lazimnya daun jendela dibuka keluar. Bila diletakkan tepat di luar jendela, bisa dipastikan tanaman terbentur-bentur daun jendala. Toh, bukan berarti keindahan windowbox gardening tak bisa diadopsi di tanah air. “Pilih penempatan boxes yang agak ke bawah atau jauh dari bingkai jendela. Jadi ketika jendela dibuka-tutup tanaman tidak terganggu,” lanjut doktor alumnus sebuah universitas di Jepang itu.

Kebiasaan menanam yang mulai berkembang di Eropa pada abad 17—18 masehi itu bakal lebih mudah dipraktekkan di rumah-rumah atau ruang perkantoran yang dilengkapi pendingin udara. Di sana tak ada lubang angin yang dibuka-tutup. Tak melulu jendela ruang tamu, ruang keluarga, kamar, atau ruang makan, kehadiran windowbox gardening juga dapat mempercantik penampilan tingkap kamar mandi supaya lebih “nyeni”.

Wadah dan media

Ada banyak macam pilihan kotak wadah tanaman. Pemilahan tergantung selera dan gaya yang diinginkan masingmasing kreator. Misal, kotak kayu, kotak beton yang menempel di dinding jendela, pot tanah liat, ember aluminium, keranjang rotan, bahkan kaleng bekas.

Yang penting wadah harus berdrainase baik dan cukup tinggi sehingga memadai untuk jumlah media yang dibutuhkan tanaman. Bila menggunakan ember aluminium atau kaleng bekas, lubangi bagian dasar untuk pembuangan air. Penggunaan media disesuaikan dengan jenis tanaman.

Posisi

Di negara beriklim temperate seperti di Eropa, letak boxes sangat dipengaruhi musim. Contoh, di musim dingin matahari hanya bergerak di arah selatan. Jadi, jangan membuat windowbox gardening di jendela ruangan yang menghadap ke utara. Dipastikan tanaman bakal mogok berbunga karena tidak terkena sinar matahari.

Di Indonesia yang mataharinya bersinar sepanjang tahun, posisi boxes tidak menjadi masalah. “Tapi yang menghadap ke timur, utara, dan selatan lebih bagus karena mendapat sinar matahari pagi yang dibutuhkan untuk berbunga,” kata Nurhayati.

Jenis tanaman

Pemilihan tanaman tergantung pada lokasi rumah dan selera pemilik. Variasinya mulai dari tanaman berbunga semusim, menyemak, berkayu, tanaman daun, atau tanaman sayuran bahkan herbs. Bisa satu macam atau beragam jenis, yang penting tetap serasi.

Untuk mereka yang tinggal di daerah panas seperti Jakarta ambil bunga-bungaan semusim misal tapak dara, jengger ayam Celosia argentea, dan bunga kancing Gomphrena sp. Atau tanaman berkayu seperti bugenvil, mawar, dan gardenia serta tanaman daun semisal dracaena dan aglaonema. Bisa juga tanaman sayuran, seperti cabai hias dan tomat ceri serta herbs semisal lavender dan mint. Di daerah dingin seperti Puncak pilihan jatuh pada geranium, lili, krisan, amarilis, atau hidrangea.

Perawatan

Kegiatan pemeliharaan sangat terpengaruh jenis tanaman yang dipilih. Bila yang ditanam bunga semusim maka setiap kali usai berbunga, tanaman mesti diganti dengan yang baru. Kalau tanaman berkayu, perlu pemangkasan rutin serta perompesan ranting dan daun layu.

Pemberian pupuk dan penyiraman sama seperti penanaman di luar boxes. Untuk menghindari gangguan hama, secara periodik tebarkan furadan di media. Pada tanaman berbunga—biasanya bermasa 6 bulan—media masih dapat digunakan kembali untuk 2—3 kali penanaman. Bila pot mulai berlumut segera sikat agar windowbox gardening Anda tetap cantik. (Evy Syariefa)

 

Artikel Terbaru

Teknologi Rumah Kaca Bantu Melon Tumbuh di Suhu Tinggi

Budidaya melon di iklim tropis menghadapi tantangan suhu lingkungan yang tinggi dan efisiensi penggunaan air serta nutrisi. Untuk mengatasinya,...

More Articles Like This