Tuesday, November 29, 2022

International Cat Show 2009 Rafaello, Jawara Pertarungan 3 Negara

Rekomendasi

 

Rafaello ditempel ketat oleh Biscal’s Ez Toby Loved, klangenan Nichophat Chaichareonmaitri asal Malaysia. Biscal’s yang berbulu putih dan cokelat itu meraih peringkat pertama ring II championship yang dipimpin oleh Marge Collier, juri Amerika Serikat. Persia berumur 1 tahun itu mempunyai sosok istimewa. Tubuhnya pendek, bola mata cokelat besar, hidung pesek, dan telinga mungil. Ini ciri persia, kata Marge.

Sayang, pesona itu bak luntur saat adu cantik di ring 3. Biscal’s terpuruk di urutan ke-4. Bahkan peraih gelar grand champion di Bangkok, Thailand, pada April 2009 itu terlempar dari kelompok 10 besar top cat di ring I dan IV. Rafaello, peringkat ke-3 di III ring tetap unggul. Rafaello cantik karena bulunya tebal dan halus, kata Carolyn Lyon, juri Amerika Serikat di ring I. Pun struktur tulang kokoh Rafaello membuatnya terlihat gagah.

Berebut posisi

Persaingan Rafaello dan Biscal’s bukan pertarungan biasa. Keduanya berlomba di kontes berskala internasional yang diikuti 3 negara: Indonesia, Malaysia, dan Thailand. Apalagi kontes yang di selenggarakan di Poin Square, Lebakbulus pada 17 Mei 2009, itu diikuti 173 kucing dari beragam trah seperti persia, sphinx, exotic, maine coon, dan scottish fold.

 

Kualitasnya? Masing-masing negara menampilkan kucing berkualitas. Sulit menentukan pemenangnya, ucap Pam Delabar, juri Amerika Serikat, yang memimpin ring III. Di sana, Pam kesulitan memilih Honeybee Oklahoma of Dandara milik Prijasambada dari Jakarta dan Solyaris High Voltage of Zenithi asal Bangkok. Pada akhirnya Oklahoma sukses memikat Presiden Cat Fancy Association (CFA) itu berkat tubuh bongsornya. Panjang tubuh maine coon itu sekitar 60 cm dengan bobot 8 kg.

Di babak final kitten, Blueberry Dandelion milik bersama Kaisa Yip, Donny Chong, dan John Chin dari Malaysia bersaing ketat melawan Thirtham Eagle Eyes kepunyaan Suyanto asal Jakarta. Blueberry muncul sebagai kampiun lantaran lebih cantik. Tubuh mungilnya serasi dengan bulunya, kombinasi putih, hitam, dan cokelat. Exotic berumur 4 bulan itu juga memiliki kepala bulat dan mata besar menawan. Pantas Eagle Eyes yang bulunya kalah tebal tergusur ke posisi kedua.

Sapu bersih

Meski hanya mendulang satu gelar kampiun pada top kitten dari 4 ring, hobiis di tanahair pantas berbangga. Musababnya, nyaris pada setiap kategori, kucing milik hobiis di tanahair menyapu bersih gelar juara. Contoh, di ring IV championship yang digawangi oleh Rob U’Ren dari Australia. Di ring itu 5 posisi teratas diduduki kucing dari Indonesia. Ganswed Legolas of Luva Nazea, sukses jadi yang terbaik.

Peringkat kedua diduduki Rumfold Grand Cherokee. Scottish fold klangenan Nadejda Roumyantseva dan Ririn Subroto dari Bandung itu tampak imut-imut dengan telinga kecil dan turun. Pantas Rob U’Ren pun menobatkannya sebagai best in show all breed di ring IV. (Lastioro Anmi Tambunan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img
Artikel Terbaru

Mencetak Petani Milenial, untuk Mengimbangi Perkembangan Pertanian Modern

Trubus.id — Perkembangan pertanian modern di Indonesia harus diimbangi dengan sumber daya manusia (SDM) yang mumpuni. Dalam hal ini...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img