Saturday, June 22, 2024

IPAT BO Meningkatkan Produktivitas Padi hingga 12 Ton Per Hektare

Rekomendasi
- Advertisement -

Trubus.id — Universitas Padjadjaran meluncurkan teknologi pertanian bernama Intensifikasi Padi Aerob Terkendali Berbasis Organik (IPAT BO). Teknologi itu dikembangkan oleh Guru Besar Fakultas Pertanian Unpad, Prof. Dr. Tualar Simarmata, Ir., M.S.

Teknologi itu membuat tanaman padi menjadi “bahagia”, sehingga mampu menghasilkan panen sekitar 8—11 ton per satu hektar. Tualar mengatakan, teknologi IPAT BO merupakan teknologi pertanian padi yang mengutamakan pemanfaatan bahan organik yang tersedia secara lokal, dalam hal ini adalah kompos jerami.

Teknologi ini menitikberatkan pada manajemen kekuatan biologis tanah, tata air, manajemen tanaman dan pemupukan berbasis organik secara terpadu. Dikembangkan sejak 2007, ada empat temuan teknologi dari IPAT BO.

Pertama konsorsium dekomposer yang mengolah jerami menjadi kompos yang baik. Kedua, konsorsium pupuk hayati yang mengolah kompos jerami tersebut menjadi pupuk yang bagus.

Teknologi ketiga adalah konsorsium penataan tanah, serta keempat kombinasi teknologi nutrisi dengan cara pemupukan melalui daun. Empat gabungan teknologi ini mampu menghasilkan panen padi berkisar 8—11 ton untuk satu hektare sawah.

Peningkatan hasilnya minimal 25 persen dibandingkan dengan sistem konvensional. Selain empat teknologi tersebut, IPAT BO juga memiliki tiga jenis pengembangan, yaitu konvensional, super, dan ratun.

IPAT BO sistem konvensional mampu meningkatkan produksi padi berkisar 8—11 ton, sedangkan IPAT BO sistem super mampu meningkatkan produksi hingga 10—12 ton. Adapun IPAT BO sistem ratun bisa memungkinkan bibit padi ditanam 3—4 kali setahun.

Melalui teknologi ini, padi yang sudah dipangkas saat dipanen dapat tumbuh lagi dalam 3 bulan mendatang. Hal ini bisa menghemat petani untuk tidak membeli bibit lagi saat masa panen dimulai.

Lebih lanjut, Tualar mengatakan, kunci dari peningkatan produktivitas padi dalam IPAT BO terletak pada kesuksesannya membuat padi menjadi “bahagia”. Agar padi menjadi “bahagia”, Tualar mengembangkan sistem tanah berpasangan, atau twin seedling, atau jejer manten.

 Sebelum padi ditanam berpasangan, lahan yang menjadi tempat tumbuhnya dibenahi dengan kompos yang bagus. Selanjutnya, padi kemudian dilakukan pemupukan terpadu dengan cara pemupukan melalui daun.

Hasil ini yang menjadikan padi dengan teknologi IPAT BO mampu meningkat produktivitasnya menjadi minimal 25 persen dibandingkan teknik konvensional. Teknologi ini telah banyak diterapkan di berbagai wilayah di Indonesia.

Tualar memastikan, teknologi ini dapat diterapkan di berbagai wilayah melalui penyesuaian dan permintaan konsumen (petani). “Ada peningkatan teknologi spesifik lokasi dan kita ikuti konsumennya seperti apa, kita buat sesuai permintaan,” kata Tualar, dilansir dari laman Universitas Padjadjaran.

Dengan demikian, IPAT BO merupakan teknologi yang berbasiskan penyelesaian masalah di masyarakat, adaptasi terhadap perubahan iklim, serta banyak berbasis bahan lokal dan organik.

Ke depan, riset IPAT BO akan dikembangkan berupa integrasi dengan perangkat teknologi IoT, sehingga proses pertanian menjadi lebih efektif dan dapat mengundang minat generasi muda untuk terjun ke dunia pertanian.

- Advertisement -spot_img
Artikel Terbaru

Berbisnis Olahan Bayam, Anak Muda Asal Tasikmalaya Raup Omzet Puluhan Juta

Trubus.id—Bayam tidak hanya menjadi sumber zat besi, tetapi juga bisa menjadi sumber cuan bagi  Filsya Khoirina Fildzah, S.Kep., Ners...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img